Sriwijaya FC Coret Sejumlah Pemain Lokal Sumsel, Cuma Kiper Rangga Pratama Dipertahankan
Abdul Hafiz Sripo February 07, 2026 12:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bursa transfer Pegadaian Championship 2025/26 ditutup dengan kejutan besar dari Sriwijaya FC. Klub kebanggaan masyarakat Sumsel itu resmi mencoret hampir seluruh pemain lokal, menyisakan hanya satu nama yang masih dipercaya memperkuat tim, Rangga Pratama, sang penjaga gawang.

Nama-nama pemain Sriwijaya FC seperti Muhammad Arsy, Rizky Abdiansyah, Roby Andika, Dwi Septian, dan Asep Suherman harus rela tersingkir dari daftar skuat. Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh Direktur Olahraga PT SOM Anggoro Prajesta dan Manajer Tim Eko Saputro.

Direktur Olahraga PT SOM Anggoro Prajesta maupun Manajer Tim Sriwijaya FC Eko Saputro membenarkan pemain lokal Sumsel yang masih dipertahankan hanya kiper Rangga Pratama.

"Iya Rangga Pratama,"kata Eko Saputro.

Eko Saputro yang juga Bos Ereight Apparel membenarkan alasan yang masuk skema tim itu penilaiannya dari segi kualitas pemain.

"Ya kualitasnya," ujar Eko Saputro.

Anggoro Prajesta yang juga CEO PT Digi Sport Asia juga membenarkan dari pemain Sriwijaya FC lokal Sumsel yang masih bisa dipertahankan hanya Rangga Pratama.

"Cuma kiper Rangga aja yang masih kita pertahankan ya," ujarnya.

Ia mengaku untuk posisi lainnya persaingannya sangat kompetitif selama menjalani TC dan trial yang digelar di Sawangan, Depok, Jawa Barat dibantu coach Iwan Setiawan, Coach Joe Berry, Coach Tedi Berlian, Coach Gary Anggrana, dan Coach Lutfi.

"Iyaa sangat kompetitif info tim pelatih di posisi-posisi mereka. Semua objektif dari tim kepelatihan. Hasil dari TC dan Trial kemarin. Saya tidak bisa melakukan intervensi apapun," terang Anggoro Prajesta.

Menjelang detik-detik penutupan bursa transfer Pegadaian Championship 2025/26, Sriwijaya FC akhirnya membuat gebrakan besar. Klub kebanggaan Sumatera Selatan ini resmi mencapai kesepakatan dengan Zac Tyson, gelandang bertahan asal Inggris yang sebelumnya memperkuat Persiraja Banda Aceh.

"Kalau dari pelatih sih sudah ok ya, manajemen pun ok. Tyson sudah ok. Kemarin sudah melihat Tyson latihan," ungkap Manajer Tim Sriwijaya FC Eko Saputro kepada Sripoku.com, Jumat (6/2/2026).

Sriwijaya FC resmi menggelar Training Camp (TC) di Sawangan, Depok, Jawa Barat yang dimulai Rabu (3/2/2026). Atmosfer latihan kali ini terasa berbeda, karena calon pemain asing juga turut hadir menjajal kemampuan bersama skuat Laskar Wong Kito.

"Sudah ada calon pemain asing di TC Sriwijaya FC kemarin. Namanya Zac Tyson asal Inggris . Dulunya di Persiraja Banda Aceh. Masih calon pemain. Semua di tangan tim kepelatihan," kata Direktur Olahraga PT SOM Anggoro Prajesta.

CEO PT Digi Sport Asia Anggoro Prajesta membenarkan baik itu pemain asing maupun pemain lokal diseleksi sesuai skema tim pelatih. Barulah hari ini, Jumat (6/2/2026) dilakukan finalisasi untuk didaftarkan secara resmi sebagai pemain Sriwijaya FC menjalani putaran ketiga kompetisi Pegadaian Championship 2025/26.

Dari data transfer markt, pemain asing Zac Tyson posisi gelandang bertahan. Pemain berkewarganegaraan Inggris kelahiran Manchester, 9 September 1999 memiliki tinggi 183 cm.

Zac Tyson yang juga memiliki posisi bermain sebagai bek tengah dan bek kanan ini sebelumnya di musim kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 bermain di tim Persiraja Banda Aceh.

Pemain yang bernama lengkap Zachary Tobias Priest-Tyson 2024/25 tercatat memperkuat Qalali Club, 2023/24 Siarka T, 2022/23 Wisloka Debica, 2021/22 Ytterhogdals IK, 2020/21 Corrimal RFC, 2019/20 Shepparton South SC, 2018/19 CH Nomads FC, 2016/17 Altrincham U18.

‎‎Zac Tyson musim lalu bermain di Liga 2 Bahrain. sebelumnya pernah berkarir di Liga Australia, Swedia hingga Polandia dan terakhir kali bermain bersama Al Qalali Club.

Klub berjuluk Laskar Wong Kito ini resmi menggelar Training Camp (TC) di Sawangan, Depok, Jawa Barat, dengan membawa kabar segar, 7 hingga 8 pemain anyar siap bergabung untuk memperkuat tim di putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26.

Direktur Olahraga PT SOM sekaligus CEO PT Digi Sport Asia, Anggoro Prajesta, mengungkapkan bahwa tambahan amunisi ini diharapkan mampu mendongkrak performa tim Sriwijaya FC yang tengah berjuang agar tetap fight.

Ia mengatakan dengan langkah yang dilakukan Sriwijaya FC kali ini paling tidak menunjukkan masih tetap berusaha untuk fighting menghadapi kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 ini.

"Mudah-mudahan berkualitaslah. Saya gak berani jamin, tapi sekilas nanti lebih berpengalaman dan berkualitas. Nanti ada pemain-pemain muda, tapi dari yang lebih tinggilah. Saya gak tahulah nanti gimana. Ini keputusan dari tim pelatih soal pemain," pungkasnya. 

Elang Andalas juga resmi mendaftarkan eks kapten PSMS Medan, Joko Susilo, sebagai amunisi anyar di lini pertahanan.

Manajer Tim Sriwijaya FC Eko Saputro menyatakan optimis lini pertahanan Elang Andalas bakal lebih kokoh dengan telah resminya merekrut eks stoper PSMS Medan, Joko Susilo. 

Eko Saputro mengaku Joko Susilo telah didaftarkan sebagai pemain Sriwijaya FC di bursa transfer pemain jelang digulirkannnya putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26. 

"Joko Susilo sudah resmi. Joko sudah didaftarkan sebagai pemain Sriwijaya FC, tinggal nunggu pengesahan," ungkap Eko Saputro kepada Sripoku.com, Jumat (6/2/2026).

Seperti diketahui bursa transfer pemain yang dimulai 10 Januari akan ditutup pada hari ini 6 Februari 2026 pukul 23.59 WIB. Eko Saputro berharap lini pertahanan Sriwijaya FC bakal kokoh dengan hadirnya Joko Susilo yang telah resmi didaftarkan.

"Harapannnya bisa membuat lini pertahanan kita kokoh, kemarin sudah melihat Joko Susilo latihan dalam TC Sriwijaya FC," kata Eko Saputro yang juga Bos Ereight Apparel.

Kehadiran Joko Susilo yang punya nama di persepakbolaan tanah air ini ke tim Sriwijaya FC tentunya diharapkan mampu meningkatkan benteng pertahahanan Elang Andalas.

Pemain anyar Sriwijaya FC kelahiran Pasuruan, Jawa Timur, 10 Januari 1996 ini tercatat pernah membela tim PSMS Medan, Persis Solo, Persikabo, PS TNI Youth, Arema FC, Persekap, Persekat Tegal.

Joko Susilo dikabarkan merupakan salah satu pemain anyar Sriwijaya FC yang akan bergabung di putaran ketiga nanti. Dan kini disiapkan menjalani TC (Training Camp) di Swangan, Depok, Jawa Barat. 

Joko Susilo pernah memperkuat Arema FC di Liga 1 2022/2023. Joko Susilo bergabung dengan Arema FC pada paruh musim Liga 1 2022/2023.

Sebelumnya Joko Susilo memperkuat klub Liga 2 yaitu PSMS Medan. Dari transfermarkt.com, rekam jejak Joko Susilo dapat diketahui. Joko Susilo tidak langsung mendapatkan tempat di skuat utama Arema FC setelah bergabung.

Saat itu Joko Susilo menjadi pelapis dari bek tengah andalan Arema FC yaitu Bagas Adi Nugroho. Joko Susilo baru merasakan debutnya di Arema FC pada pekan ke-24 Liga 1 2022/2023.

Setelah itu, Joko Susilo mulai menjadi starter Arema FC dalam beberapa pertandingan. Joko Susilo berduet dengan mantan bek tengah asing Arema FC, yakni Sergio Silva.

Perlahan tapi pasti Joko Susilo menggeser posisi Bagas Adi Nugroho di akhir musim. Tercatat Joko Susilo tampil sebanyak 9 pertandingan dan mencetak 1 gol untuk Arema FC di Liga 1 2022/2023. Karena penampilan apiknya, Arema FC memperpanjang kontrak Joko Susilo. 

Nama Joko Susilo mungkin tak asing bagi pecinta sepak bola Tanah Air, yang pernah menyandang ‘ban kapten’ bagi kesebelasan PSMS musim kompetisi di Liga 2 musim 2022/2023. 

Tak mudah untuk menjadi pemain, sekaligus tercatat sebagai anggota TNI aktif. Lika-liku memilih antara melanjutkan karir sepak bola atau mengikuti seleksi TNI setelah tamat SMA, dilalui anak kedua dari empat bersaudara tersebut.

Joko sejak kecil memulai sepak bola dengan mengikuti SSB di kampung. Kemudian ikut SSB di luar, Joko kecil juga kerap mengikuti perlombaan olah raga yang berbau bola hingga takraw.

Saat SMA dirinya mau dipindahkan coach Adji Santoso ke Malang. Namun, karena banyak pertimbangan dia memilih tetap bertahan di Pasuruan, Jawa Timur (Jatim). Joko semasa SMA pernah ikut pelatihan di bawah asuhan I Putu Gede (pelatih PSMS saat ini) di Angkasa, tim internal Malang.

Karir sepak bola anak dari pasangan Abdul Hamid dan Fatimah itu membawa dia berlabuh ke Jember United (Liga divisi 3). Kemudian Joko kembali ke Persekap yang waktu itu berkompetisi di Liga 2 junior.

Pada 2014, ayah satu anak tersebut dihadapkan dengan dua pilihan. Dia sempat dilema antara melanjutkan karier sepak bola saat PSSI dibekukan, atau mengikuti seleksi meraih cita-cita sebagai prajurit TNI.

Setelah keterima jadi TNI, Joko melanjutkan pendidikan ke Infanteri, pasukan pejalan kaki yang dilengkapi persenjataan ringan, dilatih dan disiapkan untuk melaksanakan pertempuran jarak dekat.

COACH IWAN SETIAWAN - Direktur Olahraga PT SOM Anggoro Prajesta bersama Manajer Tim Sriiwjaya FC Eko Saputro, eks Manajer SFC Fidesia Noor, makan baeng pelatih senior tanah air Coach Iwan Setiawan bersama putranya coach Gary Anggrana (pelatih kiper) yang datang ke TC Sriwijaya FC di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026) persiapan menghadapi putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26. Turun hadir Asisten Pelatih Sriwijaya FC, Tedi Berlian, coach Joe Berry.
COACH IWAN SETIAWAN - Direktur Olahraga PT SOM Anggoro Prajesta bersama Manajer Tim Sriiwjaya FC Eko Saputro, eks Manajer SFC Fidesia Noor, makan baeng pelatih senior tanah air Coach Iwan Setiawan bersama putranya coach Gary Anggrana (pelatih kiper) yang datang ke TC Sriwijaya FC di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026) persiapan menghadapi putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26. Turut hadir Asisten Pelatih Sriwijaya FC, Tedi Berlian, coach Joe Berry, coach Lutfi. (Handout)

Baca juga: Sumsel United Datangkan Ramadhan Kiper Asal Palu, Gantikan Panggih Triatmojo Asal Musirawas

Empat bulan menjalani pendidikan, Joko terpilih menjadi siswa terbaik untuk bidang Kopassus, dengan meraih tiga kali terbaik. Kopassus merupakan bagian dari Komando Utama tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat, memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror.

Saat awal-awal pertama langkahnya bergabung dengan PSMS. Waktu itu Joko sudah bergabung dengan satuan Kostrad. Suatu ketika, Edy Rahmayadi yang kala itu menjabat Pangkostrad mengumpulkan seluruh prajurit.

Kemudian Joko diminta untuk mengembalikan keahlian bermain sepak bola, karena seluruh badannya masih kaku setelah menjalani pendidikan. Satu tahun juga Joko Susilo mengaku, mengembalikan keahliannya dalam mengolah si kulit bundar.

Joko kemudian melanjutkan karir sepakbolanya ke PS TNI U-21, lalu ke Persikabo, kemudian ke Persis Solo (2021). Saat itu dia sebenarnya ingin dipertahankan oleh Persis Solo di bawah kepemimpinan Kaesang Pangareb. Namun, Joko yang sedang menjalani pendidikan, memilih meninggalkan Persis Solo.

Joko mengatakan, saat Liga 2 musim 2021/2022 akan bergulir, dia akhirnya resmi berlabuh ke PSMS. Joko tak menyangka ban kapten secepat itu diberikan pelatih kepadanya. Selama itu juga dia memimpin rekan-rekannya setiap kali Ayam Kinantan bertanding.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.