Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar mengajak seluruh umat Islam Indonesia untuk memperkuat persatuan, meningkatkan introspeksi diri, serta terus mendukung pemerintah dalam membangun bangsa.

“Dengan persatuan, kita menciptakan stabilitas bangsa. Keberhasilan pembangunan Indonesia adalah keberhasilan umat Islam, dan kegagalannya juga menjadi tanggung jawab umat Islam,” ujar Kiai Anwar saat Pengukuhan dan Taaruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu.

Kiai Anwar menekankan pentingnya peran MUI sebagai mitra pemerintah dalam membangun bangsa menuju masyarakat yang damai, bersatu, sejahtera, dan diridhai Allah SWT.

Ia juga mengajak umat Islam untuk terus mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah sebagai fondasi persatuan nasional.

Menurut Kiai Anwar, umat Islam berkewajiban mendampingi pemerintah sebagai shodiqul hukumah atau mitra strategis dalam mewujudkan kemakmuran dan kemuliaan bangsa.

“Insya Allah, jika kita terus mengetuk langit tanpa lelah, Allah akan membukakan pintu rahmat, maghfirah, dan berkah bagi kita semua,” katanya.

Di sisi lain, Kiai Anwar juga meminta umat untuk mendoakan para penyintas bencana di Provinsi Sumatera dan sejumlah wilayah lainnya agar diberikan kekuatan dan ketabahan.

Menurutnya, berbagai musibah yang terjadi belakangan ini harus dijadikan momentum bagi umat untuk bermuhasabah dan memperbaiki diri.

"Tidak ada musibah yang terjadi bagi umat manusia kecuali atas ulah dan kesalahan manusia itu sendiri. Ini penting untuk introspeksi, bertobat, beristighfar, dan mawas diri agar kita tidak terjatuh dalam murka Allah,” ujarnya.

Ia menuturkan sejak terjadinya berbagai bencana di Aceh dan Sumatera, doa terus dipanjatkan oleh umat Islam di masjid, mushalla, pesantren, serta dalam setiap pelaksanaan shalat dan kegiatan keagamaan.

“Semoga doa-doa yang tak pernah putus itu dikabulkan oleh Allah SWT,” kata Kiai Anwar.