SERAMBINEWS.COM – Nyeri sendi sering dikaitkan dengan faktor usia atau gangguan pada tulang.
Namun menurut dr Zaidul Akbar, keluhan tersebut bisa berakar dari pola makan dan kondisi pencernaan yang kurang sehat.
Dalam tayangan di kanal YouTube dr Zaidul Akbar Official berjudul “Cara Mengatasi Nyeri Sendi?”, ia menjelaskan bahwa nyeri pada tubuh, termasuk sendi, dapat dipengaruhi oleh aliran darah, saraf, serta distribusi oksigen yang tidak optimal.
Menurutnya, salah satu akar permasalahan bisa berasal dari sistem pencernaan.
“Cikal bakalnya itu ada di perut. Kalau pencernaan tidak baik, dampaknya bisa ke seluruh tubuh,” ujar dr Zaidul Akbar dikutip Sabtu (7/2/2026).
Ia menyarankan agar masyarakat mulai memperbaiki pola makan sehari-hari. Makanan instan, gorengan, serta makanan olahan dan kemasan sebaiknya dihentikan sementara.
Baca juga: Ibu Menyusui Boleh Makan Mi Instan? Ini Penjelasan dr Boyke Soal Risiko dan Kebutuhan Protein
Sebagai alternatif, ia menganjurkan konsumsi sumber karbohidrat yang lebih alami seperti ubi rebus dan pisang rebus.
Menurutnya, makanan alami lebih ringan bagi tubuh dan membantu memperbaiki metabolisme.
Selain itu, dr Zaidul Akbar juga menyarankan konsumsi probiotik setiap hari guna menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus.
Madu dan kurma juga disebut dapat menjadi tambahan asupan yang bermanfaat.
Setelah pola makan diperbaiki, ia menyebut beberapa rempah yang bisa dikonsumsi untuk membantu tubuh kembali seimbang, seperti serai, kunyit, dan habbatussauda.
Rempah-rempah tersebut dipercaya dapat membantu memodulasi sistem imun.
Baca juga: Mitos atau Fakta, Benarkah Warna Tumit Kaki Bisa Menebak Warna Area Intim? Ini Penjelasan dr Boyke
Tak hanya makanan, ia juga menekankan pentingnya mengelola stres dan sesekali melakukan aktivitas di alam terbuka seperti hiking, berkemah, atau sekadar berkunjung ke area persawahan dan pegunungan.
Dalam penjelasannya, dr Zaidul juga menyinggung meningkatnya kasus penyakit tidak menular pada usia muda, seperti stroke dan diabetes.
Menurutnya, selain faktor genetik, pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat dapat mempercepat munculnya penyakit.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk mulai mengenalkan anak-anak pada makanan alami serta membatasi konsumsi makanan cepat saji sejak dini.
(Serambinews.com/Firdha)