Jakarta (ANTARA) - Ratusan atlet beradu kemampuan dalam ajang lari yang digabungkan dengan tantangan fisik Hybrid Race Hystoric yang digelar perusahaan house of brands berbasis teknologi Hypefast di Pos Bloc Jakarta.
"Melalui ajang ini kami ingin menggalang gerakan berolahraga untuk hidup yang lebih sehat bagi kalangan generasi muda di Indonesia," kata CEO & Founder Hypefast Achmad Alkatiri dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.
Dia menjelaskan hampir 600 atlet telah mendaftarkan diri untuk berkompetisi dalam empat kategori yakni ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran, serta grup relay.
Para atlet akan bersaing dengan format kompetisi hybrid race yang mengadaptasi standar global dengan delapan kali lari sejauh 500 meter yang diselingi delapan tantangan fisik meliputi skierg 800 meter, deadlift, burpees to plate, rowerg 800 meter, kettlebell swings, box step over, stationary lunges, hingga wallballs.
Alkatiri mengklaim ajang hybrid race bagian dari festival wellness yang digelar untuk pertama kalinya itu merupakan yang terbesar di Indonesia. Ajang itu menjadi bagian dari langkah strategis dari Hypefast berinteraksi langsung dengan konsumen sekaligus memperkuat ekosistem olahraga hybrid di tanah air.
Hypefast juga menggandeng Garmin sebagai mitra teknologi dengan mengintegrasikan penggunaan perangkat wearable guna mengedukasi peserta tentang pentingnya keseimbangan antara intensitas latihan dan pemulihan tubuh.
Dia berharap agar Hybrid Race Hystoric dapat menjadi ruang belajar bagi generasi muda Indonesia untuk membangun kebiasaan hidup aktif dan hubungan yang lebih sehat dengan tubuh.
"Kami berharap ini menjadi tempat anak muda berani memulai, konsisten bergerak, dan menikmati prosesnya," katanya.
Sementara itu, Race Ambassador Hystoric asal Korea Selatan Hong Beom Seok yang juga atlet hybrid profesional yang menjadi runner-up ajang Physical 100 Season 2, mengatakan bahwa format Hybrid Race Hystoric relevan untuk negara seperti Indonesia yang tengah mengembangkan basis atlet hybrid.
Format itu, kata dia, memberi kesempatan bagi lebih banyak orang untuk mencoba hybrid race dalam kondisi yang lebih terkontrol.
"Ini membantu atlet memahami kesiapan mereka sebelum melangkah ke kompetisi yang lebih besar," kata.
Hong Beom Seok menambahkan kehadirannya dalam ajang tersebut juga untuk memotivasi para peserta melalui penampilannya saat ikut berkompetisi.
Hybrid Race Hystoric yang berlangsung satu hari pada Sabtu (7/2) itu diselenggarakan di Pos Bloc, tempat yang dinilai mampu mengakomodasi kegiatan komunitas dan olahraga di ruang publik secara inkllusif dan terstruktur.







