Jeruk Imlek Harus Warna Kuning Emas, Sejarah dan Makna Filosofis
Vanda Rosetiati February 07, 2026 06:01 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026/2577 Kongzili jatuh pada 17 Februari 2026, semarak menyambut Imlek mulai terlihat. 

Aneka lampion, angpau, hiasan dengan warna merah, kue kerangjang hingga buah jeruk bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Imlek yang pada tahun 2026 ini adalah Tahun Kuda Api atau Fire Horse. 

Jeruk bukan sekadar sajian buah untuk dinikmati melainkan disajikannya jeruk berangkat dari sejarah serta nilai makna filosofis.

Tidak semua jenis jeruk bisa disajikan melainkan harus jenis jeruk mandarin yang berwarna kuning emas atau oranye. 

Simbol Rezeki dan Keberuntungan

Untuk mengerti arti jeruk maka perlu melihat dari sisi bahasanya. Budaya Tiongkok sangat suka simbol yang lahir dari bunyi kata. 

Sebuah benda bisa dianggap membawa hoki hanya karena namanya terdengar mirip dengan kata-kata yang bagus.

Sebagai contoh, keajaiban bahasa ini terjadi dalam dua dialek utama:

Bahasa Kanton: Simbol Emas

Di wilayah Cina Selatan, bahasa Kanton sangat sering dipakai. Dalam bahasa ini, jeruk disebut "Kam". 

Uniknya, bunyi ini sama persis dengan kata untuk “Emas” (Gam). Oleh karena itu, saat memberi jeruk ke orang lain, itu artinya sedang mendoakan agar mereka mendapat banyak rezeki atau emas.

Bahasa Mandarin: Simbol Untung

Di sisi lain, dalam Bahasa Mandarin, jeruk disebut "Ju". Bunyi ini terdengar sangat mirip dengan kata 
“Ji” yang berarti “Keberuntungan”. 

Jadi, jeruk adalah wujud nyata dari dua hal yang paling dicari manusia: Emas (Kekayaan) dan Hoki (Nasib Baik).

Dari Hadiah Raja jadi Tradisi

Tradisi makan jeruk saat Imlek ternyata bukan hal baru. Faktanya, kebiasaan ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu di zaman kerajaan Tiongkok kuno.

Dulu, jeruk mandarin adalah tanaman asli dari Cina Selatan. Pada masa itu, jenis jeruk tertentu dianggap barang mewah.

Para pejabat daerah sering kirim jeruk terbaik sebagai hadiah tahunan untuk Kaisar di ibu kota. Buah ini jadi tanda hormat dan setia.

Seiring waktu berjalan, harga jeruk jadi makin murah dan mudah didapat. 

Akhirnya, tradisi yang tadinya hanya untuk raja ini mulai ditiru oleh rakyat biasa. Apa yang dulunya cuma dinikmati pejabat, kini jadi simbol harapan bagi semua keluarga untuk mulai tahun baru.

Warna Kuning Emas atau Oranye

Dalam kepercayaan Feng Shui, apa yang dilihat bisa memengaruhi nasib. Jeruk punya ciri fisik yang dianggap sempurna. Berikut alasannya:

Warna Cerah:

Warna oranye atau kuning emas sangat mirip dengan warna matahari. Ini melambangkan energi positif yang hangat. Selain itu, warna ini dipercaya bisa mengusir energi negatif atau kesialan.

Bentuk Bulat:

Bentuk jeruk yang bulat melambangkan siklus yang tidak putus. Ini berarti keluarga yang utuh, bersatu, dan rezeki yang terus berputar.

Daun dan Tangkai:

Seringkali kita melihat jeruk dijual lengkap dengan daunnya. Jangan buang daun ini! Daun hijau melambangkan pertumbuhan. Artinya, penerima jeruk didoakan agar panjang umur dan terus tumbuh sehat.

Aturan Memberi Jeruk 

Imlek adalah momen untuk mempererat hubungan. Jeruk jadi alat diplomasi yang ampuh saat bertamu. Meskipun demikian, ada aturan main yang harus Anda tahu agar niat baik tidak jadi salah paham.

Wajib Angka Genap

Orang Tionghoa sangat percaya pada angka. Saat memberi jeruk, jumlahnya harus genap. Angka 2 (sepasang) adalah jumlah minimal yang sopan. Angka 8 lebih bagus lagi karena melambangkan rezeki tanpa batas. 

Tapi ingat, jangan pernah memberi 4 buah jeruk. Dalam bahasa Mandarin, angka 4 bunyinya mirip kata "Mati". Memberi 4 jeruk bisa dianggap mendoakan kesialan.

Tradisi Tukar Kembali

Ini bagian yang sering lupa dilakukan anak muda. Ketika bertamu membawa sekotak jeruk, tuan rumah akan terima. Namun, saat Anda pamit pulang, tuan rumah wajib kembalikan sebagian jeruk itu atau tukar dengan milik mereka.

Biasanya, tuan rumah akan memberi sepasang jeruk untuk dibawa pulang. Filosofinya indah: "Kita saling bagi rezeki, dan rezeki tidak boleh putus di tangan saya. Saya kembalikan sebagian hoki ini agar Anda juga terus beruntung."

Manfaat Kesehatan

Di luar arti budayanya, kehadiran jeruk di meja makan Imlek sebenarnya sangat masuk akal dari sisi kesehatan. 

Seperti diketahui tahu, makanan khas Imlek biasanya sangat berat. Ada daging babi, bebek panggang, hingga kue keranjang yang manis dan berminyak.

Jeruk Mandarin kaya akan Vitamin C dan serat. Rasa asam alaminya bisa mencuci mulut dan  menghilangkan rasa eneg akibat makanan minyak. 

Jadi, alam seolah mengatur menu Imlek dengan seimbang: makanan berat dinetralkan oleh jeruk yang segar.

===

Demikian daftar Jeruk Imlek Harus Warna Kuning Emas, Sejarah dan Makna Filosofis.

Baca juga: 30 Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2026 Bahasa Inggris, Penuh Harapan di Tahun Kuda Api

Baca juga: 35 Pantun Imlek 2026 Tahun Kuda Api, Unggah Status, Caption di Media Sosial

Baca juga: 30 Kata-kata Imlek 2026 Buat Bos, Harapan dan Doa Terbaik Tahun Kuda Api

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.