Hadits Tentang Kebaikan yang Paling Dicintai Allah yaitu Amalan yang Terus Menerus Walau Sedikit
Lisma Noviani February 07, 2026 06:01 PM

TRIBUNSUMSEL.COM -- Rasulullah SAW dalam haditsnya menjelaskan tentang kebaikan atau amalan yang paling dicintai Allah.

Berikut bunyi haditsnya, tulisan Arab, latin Arab dan arti:

Teks Arab:

أَحَبَُ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Arab latin:

Ahabbul a'mali ilallahi adwamuha wa in qalla

Artinya :
“Amal (kebaikan) yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus meski sedikit.” (HR Muslim).


Dari hadits tersebut, kita dapat mengetahui bahwa Nabi tidak merinci kebaikan apa yang dicintai Allah.

 Tapi nabi lebih menekankan pada intensitas atau rutinitas amalan, yaitu amalan yang terus menerus (kontinyu, berkesinambungan)

Dalam redaksi lain, terdapat hadits Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ


 Artinya:

Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang terus menerus (kontinu)/rutin walaupun itu sedikit.”

Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.

Dari ’Aisyah, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah. Rasul shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab,

أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang rutin (kontinu), walaupun sedikit.”

Alqomah pernah bertanya pada Ummul Mukminin ’Aisyah, ”Wahai Ummul Mukminin, bagaimanakah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam beramal? Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?”
’Aisyah menjawab:

لاَ. كَانَ عَمَلُهُ دِيمَةً وَأَيُّكُمْ يَسْتَطِيعُ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَسْتَطِيعُ

Artinya:

Tidak. Amalan beliau adalah amalan yang kontinu (rutin dilakukan). Siapa saja di antara kalian pasti mampu melakukan yang beliau shallallahu ’alaihi wa sallam lakukan.”

Di antaranya lagi Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam contohkan dalam amalan shalat malam. Pada amalan yang satu ini, beliau menganjurkan agar mencoba untuk merutinkannya.

Dari ’Aisyah, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دُووِمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ

”Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.”

Dikutip dari laman nu.or.id, keberlanjutan sebuah amal kebaikan penting karena itu menunjukkan konsistensi dari niat dan keteguhan dalam berbuat.

Dari beberapa kutipan hadits ini kita dapat mengetahui bahwa kaulitas sebuah perbuatan tidak dinilai dari jenis kebaikannya tapi kesinambungannya. Amal baik akan melahirkan amal baik berikutnya.

Amalan yang besar namun berhenti di tengah jalan tak lebih baik dari amalan kecil namun berlangsung terus-menerus. Karena yang kecil tapi lestari suatu saat akan menjadi besar, sementara yang besar tapi hanya sesekali saja atau bahkan berhenti, bisa terkikis pelan-pelan.

Istiqomah dalam beramal dan berbuat baik, itulah amalan yang disukai Allah.

Demikian Hadits Tentang Kebaikan yang Paling Dicintai Allah yaitu Amalan yang Terus Menerus Walau Sedikit. (lis/berbagai sumber)

Baca juga: 15 Ucapan untuk Dibagikan di Akhir Bulan Syaban dan Menyambut Bulan Ramadhan, Saling Memaafkan

Baca juga: 20 Pantun Hari Pers Nasional yang Lucu, Penuh Nasihat hingga Kritik Membangun untuk Wartawan

Baca juga: OPINI - Peluang Ekonomi dalam Budaya Gen Z, Americano tak Sepahit Menjadi Pengangguran

Baca juga: 5 Contoh Teks Doa Peringatan Hari Pers Nasional 9 Februari 2026, Sejahtera dan Kuatkan Insan Pers

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.