Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Jembatan gantung di Gampong Baro Yaman, Kecamatan Mutiara mengubungkan dengan Mesjid Tiba, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Sabtu (7/2/2026), dipeusijuek atau ditepung tawari.
Prosesi peusijuek sebagai upaya melestqrikan adat lokal Aceh, dilakukan seorang tgk, sebagai bentuk rasa syukur terhadap rampungnya pembangunan sarana penyebrangan tersebut.
Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, melakukan peresmian, sebagai tanda jembatan gantung itu telah bisa dilintasi.
Turut hadir, Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana SIK, Dandim 0102 Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, Plh Sekda Pidie,
DR Nadhar Putra MSi, Plh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Pidie Muntahar, ST MAP dan sejumlah camat hingga keuchik.
Baca juga: Pemkab Pidie Bersama Bank Aceh Syariah dan BI Luncurkan QRIS Dinamis
"Kita apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan bekerja keras, mulai dari tahap perencanaan hingga selesainya pembangunan jembatan gantung," kata Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, Sabtu (7/2/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan jembatan itu tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik semata, melainkan sebagai simbol konektivitas, sekaligus persaudaraan antar masyarakat di dua kecamatan.
“Sarana penyebrangan itu menjadi penghubung bagi aktivitas masyarakat, baik bagi petani dalam mengangkut hasil bumi. Juga anak-anak pergi ke sekolah, maupun warga yang ingin beribadah dan bersilaturahmi,” ujarnya.
Untuk itu, Kata Bupati, dengan selesainya pembangunan jembatan itu, tentunya dapat meningkatkan akses ekonomi masyarakat.
Juga bisa mempermudah jangkauan terhadap layanan kesehatan dan pendidikan hingga membangun ukhwah islamiyah antar warga.
Baca juga: Warga Glumpang Tiga, Pidie Raih Hadiah Utama Honda Beat Saat Penarikan Undian Pemutihan PBB-P2
Makanya, kata Bupati Pidie, masyarakat diimbau harus mampu menjaga, sekaligus merawat jembatan yang telah dibangun.
“Anggaplah jembatan ini sebagai milik kita bersama. Jagalah kebersihannya, perhatikan batas beban muatan dan segera laporkan jika terdapat kerusakan, agar fasilitas ini dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Bupati Pidie bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda meninjau, sekaligus mencoba dengan melintasi di atas papan sebagai lantai Jembatan Gantung Gampang Baro Yaman–Mesjid Tiba. (*)