Renungan Harian Kristen 8 Februari 2026 - Pertama dan Utama: Bersyukur
Bacaan ayat: Ulangan 26:10 (TB) Oleh sebab itu, di sini aku membawa hasil pertama dari bumi yang telah Kauberikan kepadaku, ya TUHAN. Kemudian engkau harus meletakkannya di hadapan TUHAN, Allahmu; engkau harus sujud di hadapan TUHAN, Allahmu
Oleh Pdt Feri Nugroho
Hampir setiap produk saat diiklankan maka nomor satu selalu menjadi pilihan. Mengapa? Karena nomor satu itu baik.
Tentu didasarkan pada cara paham bahwa telah terjadi pertandingan, dimana nomor satu menjadi simbol karya terbaik.
Meskipun demikian, pada akhirnya konsumen adalah raja. Mereka yang menentukan bahwa kualitas sebuah produk baik atau tidak, bergantung pada pemenuhan kepuasan konsumen.
Bahkan tidak jarang, kepuasan konsumen justru dijadikan sebagai alat tawar bahwa produk yang dimaksud, benar-benar berkualitas.
Alangkah indahnya jika cara paham yang sama berlaku dalam hidup beriman.
Saat seseorang sadar bahwa hanya Tuhan yang menjadi sumber berkat, maka nomor satu yang harus dilakukan ialah ucapan syukur. Ironisnya, banyak yang abai dengan hal ini.
Dalam hal hidup beriman, umat Tuhan selalu didorong untuk menomorsatukan Tuhan dalam segala hal.
Ingatan mereka terus dibawa akan peristiwa sejarah tentang Allah yang berkarya dalam pengalaman kehidupan. Bukan hanya tentang apa yang mereka alami sendiri.
Umat Tuhan dibawa pada pengalaman hidup generasi jauh sebelumnya, yang melalui pengalaman mereka, dapat melihat dengan terang benderang tentang Allah yang berkarya.
Itu sebabnya ucapan syukur menjadi bukti yang terlihat bahwa umat mengakui karya Tuhan tersebut dan berkomitmen untuk terus hidup dalam kebenaran. Salah satu tanda syukur yang terlihat dan nyata ialah memberikan persembahan.
Menariknya umat dibawa untuk paham, agar memberikan yang pertama sebagai tanda syukur dari apa yang didapatkan: "Oleh sebab itu, di sini aku membawa hasil pertama dari bumi yang telah Kauberikan kepadaku, ya TUHAN. Kemudian engkau harus meletakkannya di hadapan TUHAN, Allahmu; engkau harus sujud di hadapan TUHAN, Allahmu"
Dalam hal ini, hasil pertama dari bumi menjadi standar sederhana bahwa kehidupan umat sedang menomorsatukan Tuhan. Dalam banyak budaya, buah sulung menjadi menjadi simbol anugerah terbaik.
Biasanya dinikmati sebagai tanda kemakmuran, kesuksesan dan kejayaan. Dalam hal ini umat didorong untuk melihat karya Tuhan sehingga hasil pertama justru dijadikan sebagai tanda syukur terbaik kepada Tuhan.
Benar bahwa hasil pertama adalah tanda yang terlibat bahwa umat bersyukur kepada Tuhan.
Sebagai tanda yang terlihat, maka ada yang tidak terlihat yaitu ucapan syukur yang melimpah setiap hari.
Belajarlah untuk bersyukur setiap hari sebagai yang utama dan pertama. Bukan sebagai iklan agar menarik minat banyak konsumen, namun sebagai wujud relasi yang terus terbangun setiap hari.
Jika ada kesempatan memberilan yang pertama, persembahkanlah. Jika hasil pertama telah lewat, maka jadikan setiap hasil jerih lelah adalah yang pertama, maka tidak akan ada alasan untuk tidak bersyukur. Amin.
Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang