Kebutuhan Perempuan Kerap Terabaikan, Ribuan Menstrual Kit Dikirim untuk Korban Bencana Sumatra
Jaisy Rahman Tohir February 07, 2026 06:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Bantuan untuk para korban bencana alam di Sumatra masih terus berdatangan dari berbagai pihak.

Yayasan Srikandi Merah Putih (YSMP) bekerja sama dengan Globar CSR International juga turut menyalurkan bantuan kemanusiaan yang berfokus pada kebutuhan khusus perempuan.

Kerap Luput dari Perhatian

Vice President Yayasan Srikandi Merah Putih, Stefanny Florina mengatakan, sebanyak 5.000 paket menstrual kit ramah lingkungan disiapkan untuk membantu perempuan penyintas bencana yang selama ini kerap luput dari perhatian dalam distribusi bantuan kemanusiaan.

Dijelaskannya, program ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi perempuan di lokasi pengungsian Sumatra yang masih minim akses terhadap perlengkapan sanitasi menstruasi.

“Selama ini bantuan di titik bencana mayoritas berupa pangan. Padahal, kebutuhan kebersihan dan kesehatan perempuan juga sangat penting. Karena itu, kami ingin menghadirkan awareness khusus untuk perempuan penyintas bencana di Sumatra,” ujar Stefanny dikutip Sabtu (7/2/2026).

Ramah Lingkungan

Ia memastikan seluruh menstrual kit yang disalurkan merupakan produk reusable atau dapat digunakan kembali, sehingga lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Menstrual kit ini bisa dicuci dan dipakai berulang kali, bukan pembalut sekali pakai yang justru berpotensi mencemari lingkungan,” jelasnya.

Peduli Perempuan

Sementara itu, Co-Founder YSMP, Aurelly, menyoroti posisi perempuan yang sangat rentan di kawasan terdampak bencana, terutama di Aceh dan Sumatra Utara. 

Menurutnya, kebutuhan sanitasi menstruasi sering kali tidak dianggap sebagai prioritas.

“Masih banyak yang melihat kebutuhan perempuan itu bukan hal mendesak. Fokusnya pangan dan tempat tidur, sementara kebersihan kewanitaan belum diperhatikan secara serius,” ungkap Aurelly.

Disertai Edukasi untuk Korban 

Distribusi bantuan dijadwalkan mulai April mendatang. Aktris sekaligus anggota YSMP, Ririn Dwi Ariyanti, menjelaskan penyaluran tidak hanya berhenti pada pemberian barang, tetapi juga disertai edukasi langsung di lapangan.

“Kami tidak hanya mengirimkan bantuan, tapi juga mengedukasi bagaimana cara menggunakan dan merawat menstrual kit ini dengan benar,” kata Ririn.

Menurutnya, edukasi kesehatan reproduksi sangat penting agar perempuan di daerah terdampak bencana memiliki pengetahuan jangka panjang, bahkan setelah masa tanggap darurat berakhir.

Berdasarkan Survei di Lapangan

Anggota YSMP lainnya, Metta Permadi, menyebut program ini telah melalui kajian data dan survei kebutuhan di lapangan yang menunjukkan rendahnya kesadaran kesehatan kewanitaan di beberapa daerah di Sumatra.

“Berdasarkan data, memang masih banyak wilayah dengan minim pengetahuan tentang kesehatan perempuan. Itu yang membuat program ini sangat relevan,” ujarnya.

Sementara itu, Dame Aning berharap program ini menjadi langkah awal dari gerakan pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan.

“Kami ingin terus mendukung perempuan, karena perempuan mendukung perempuan. Semoga gerakan ini bisa terus berkembang,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.