Dua Hari Tak Bisa Masak, Warga Villa Intan Cirebon Berjubel Antre Makanan di Tengah Kepungan Banjir
Ravianto February 07, 2026 06:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kerumunan mendadak pecah di tengah genangan banjir yang belum surut dua hari terakhir di Perumahan Villa Intan 3, Desa Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Kardus-kardus berisi snack dan air mineral yang dibawa polisi menjadi harapan baru bagi warga yang sejak Jumat terkurung air dan tak bisa berbuat banyak selain bertahan.

Pantauan di lokasi, bantuan datang dari Polres Cirebon Kota menggunakan satu unit mobil Ranger.

Begitu kendaraan berhenti di baperkam setempat, puluhan warga langsung berdatangan.

Orang dewasa hingga anak-anak berjejal, sebagian saling berdesakan, mengantre demi mendapatkan makanan siap saji.

Suasana pemukiman yang sebelumnya lengang berubah riuh.

Baca juga: Sampah Mampir Lagi di Pantai Kesenden Cirebon, Wali Kota Ajak Warga Perang Lawan Sampah Rumah Tangga

Terdengar suara warga yang saling memanggil, bercampur teriakan anak-anak.

Sejumlah anggota kepolisian, termasuk personel Polri dan Polairud, tampak berjaga sambil mengatur antrean agar pembagian tetap tertib.

Dalam pembagian tersebut, Kasat Lantas Polres Cirebon Kota, AKP Ridwan Shandy Maulana, terlihat turun langsung.

Warga mendorong sepeda motornya yang mogok saat menerjang banjir yang terjadi di Kabupaten Cirebon, Jumat (24/1/2025) pagi.
Warga mendorong sepeda motornya yang mogok saat menerjang banjir yang terjadi di Kabupaten Cirebon, Jumat (24/1/2025) pagi. (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Tangannya sigap membagikan paket snack dan air mineral satu per satu dari dalam kardus ke tangan warga yang mengulur dari balik pagar titik distribusi.

Mayoritas penerima bantuan adalah ibu-ibu.

Wajah mereka terlihat lega meski air masih menggenang di sekitar rumah.

Salah seorang warga, Eka (58), tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya.

Ia mengaku bantuan itu sangat berarti di tengah kondisi banjir yang membuat aktivitas lumpuh.

“Ya sembako, makanan yang siap saji, Pak. Soalnya banjir begini kita nggak bisa masak, nggak bisa keluar. Butuh air bersih juga,” ujar Eka saat ditemui, Sabtu (7/2/2026).

Eka menyebut, bantuan tersebut baru pertama kali ia terima sejak banjir melanda dua hari terakhir.

“Iya, alhamdulillah Pak, baru ini saja. Belum ada sebelumnya. Makanya banyak yang datang,” ucapnya.

Menurutnya, kondisi banjir membuat warga hanya bisa berharap pada makanan siap saji.

Dapur tak bisa digunakan, akses keluar perumahan pun terputus.

“Pokoknya yang siap saji sajalah, Pak. Sama obat-obatan juga perlu banget,” jelas dia.

Ia menuturkan, air sempat mencapai pahanya sebelum perlahan surut menjadi setinggi lutut.

Namun rasa takut masih menghantui.

“Tadi airnya sepaha, Pak. Sekarang sudah sedengkul. Takut saya kalau naik lagi. Takut banget,” katanya lirih.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Cirebon Kota, AKP Ridwan Sandhi Maulana mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap warga terdampak banjir.

“Kami, atas perintah pimpinan kami Bapak Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, melaksanakan kegiatan bakti sosial kepada masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Gunung Jati,” ujar Ridwan.

Ridwan menjelaskan, bantuan yang disalurkan berupa makanan ringan dan air mineral karena kondisi warga belum memungkinkan untuk memasak.

“Bantuan yang kami berikan adalah snack-snack ringan dan air mineral yang cepat saji, karena dikhawatirkan alat memasak masih belum bisa digunakan,” ucapnya.

Ia juga menilai antusiasme warga sangat tinggi saat bantuan tiba.

“Alhamdulillah antusias warga cukup dan sangat baik. Ini bukti kami Polri, khususnya Polres Cirebon Kota, peduli kepada masyarakat yang terdampak bencana,” jelas dia.

Untuk saat ini, bantuan difokuskan di lokasi tersebut.

Namun Polres Cirebon Kota memastikan dukungan logistik ke titik banjir lain sedang disiapkan, termasuk obat-obatan.

“Untuk sementara kami titik banjirnya di sini dulu. Untuk titik lain, dukungan logistik sedang kami siapkan. Insyaallah obat-obatan juga ada,” katanya.

Seperti diketahui, banjir kembali merendam Perumahan Villa Intan 3, Desa Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Ratusan kepala keluarga terdampak bukan karena hujan di wilayah setempat, melainkan air kiriman dari hulu sungai yang meluap dan tak mampu lagi ditampung aliran yang ada.

Ketua RW 6 Perumahan Villa Intan 3, Imam Hardiyatmoko, mengatakan banjir berdampak pada satu RW yang terdiri dari enam RT dengan jumlah terdampak sekitar 350 kepala keluarga.

“Ini kan berdampak satu RW ini, enam RT. Kurang lebih 350 KK,” ujarnya.

Menurut Imam, banjir mulai terjadi sejak Jumat sore.

Air sempat surut, namun kembali naik setelah hujan turun pada malam hari.

“Dari Jumat sore sampai sekarang. Kemarin sudah mulai surut, nggak tahunya hujan lagi tadi malam, jadi naik lagi,” katanya.

Ia menegaskan, banjir dipicu oleh air kiriman dari wilayah lain.

Meski hujan tidak turun di sekitar perumahan, air tetap naik.

“Ini air kiriman. Sungainya nggak bisa nampung, jadi meluap,” ucapnya.

Biasanya, genangan surut dalam dua hingga tiga hari.

Namun warga khawatir banjir akan semakin parah jika hujan kembali turun.

Selain Villa Intan 3, banjir juga merendam ribuan rumah warga di lima kecamatan di Cirebon, dengan ketinggian air di sejumlah titik mencapai lebih dari satu meter.(*)

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.