TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Dompu - Pemicu bocah berusia 5 tahun inisial HL, ditemukan tewas diduga dibunuh ayah kandungnya, inisial A, korban sempat dimasukkan dalam lemari.
Meski belum diketahui secara pasti, namun besar kemungkinan A nekat menghabisi nyawa anak kandungnya itu lantaran kesal.
Terungkap pula jika A ternyata pernah mendapat perawatan di rumah sakit jiwa.
Insiden ayah kandung bunuh anak tersebut terjadi tepatnya di Desa Mbawi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 23.00 WITA.
Desa Mbawi, Kecamatan Dompu adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Baca juga: Pemuda Tikam Ayah Kandung Gara-gara Sakit Hati Ibunya Sering Dianiaya
Desa Mbawi merupakan wilayah pedesaan dengan mata pencaharian warga yang umumnya bergerak di sektor pertanian dan peternakan, serta kehidupan sosial masyarakat yang masih kental dengan nilai gotong royong.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunnewsBogor.com, Kepala Desa Mbawi, Sukrin membenarkan insiden memilukan tersebut.
Korban diketahui berinisial HL, yang masih berusia lima tahun.
Sementara pelaku diketahui pernah memiliki riwayat gangguan jiwa.
"Benar, ada kejadian ayah yang bunuh anak kandungnya tadi malam," kata Sukrin saat dikonfirmasi, Sabtu (7/2/2026).
Sukrin menjelaskan, kejadian ini berawal saat korban HL sedang bermain di rumah sang nenek bersama ibunya.
Saat itu HL kerap menangis. Sehingga A, ayahnya datang untuk menjemput dan mengajaknya pulang.
Sekitar pukul 20.30 WITA, A tiba-tiba kembali lagi ke rumah mertuanya lalu mempertanyakan keberadaan HL.
Menyadari bahwa A punya riwayat gangguan kejiwaan, pihak keluarga dan warga sekitar lantas membantu mencari keberadaan HL.
"Ayahnya ini geger, pernah dibawa ke rumah sakit jiwa juga di Mataram," ujarnya.
Keluarga dan warga sekitar, lanjut Sukrin, sempat mencari korban di rumahnya, bahkan sampai keliling kampung hingga area permakaman.
Namun, korban tak juga ditemukan.
Sekitar pukul 23.00 WITA, sejumlah warga kembali mengecek rumah A hingga akhirnya terkejut mendapati korban tergeletak di atas kasur dalam kondisi meninggal dunia.
"Korban ternyata awalnya dimasukkan ke lemari, saat warga sibuk mencari ke kuburan, korban kemudian dikeluarkan lalu diletakkan di atas kasur," jelasnya.
Sukrin mengatakan, saat diinterograsi oleh aparat kepolisian, A mengakui semua perbuatannya.
Bahwa, ia lah yang membunuh anak kandungnya dengan cara mencekik.
Saat ini A sudah diamankan di Mapolres Dompu untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
"Untuk korban tadi sudah dimakamkan," kata Sukrin.