Sosok Ajiz Sopir SPPG Ngamuk di Kebumen, Diduga Konsumsi Obat-obatan
rival al manaf February 07, 2026 07:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Sosok Ajiz Setyo sopir mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengamuk di Kebumen Jawa Tengah diungkap polisi.

Aparat juga mengungkap fakta yang bisa jadi penyebab kenapa Ajiz berperilaku aneh dengan menyerang warga yang hendak menolongnya.

Disinyalir sopir SPPG yang mengantar makanan untuk anak sekolah itu mengonsumsi obat-obatan.

Sebelumnya mobil SPPG yang dikemudikan Ajiz mengalami kecelakaan tunggal di depan SDN Clapar pada Jumat (6/2/2026) sore.

Baca juga: Sopir Mobil SPPG Ngamuk di Kebumen, Riyanto Digigit dan Dipukul

Baca juga: Kondisi Terkini 10 Korban SPPG Meledak di Banyumas, 2 Dirujuk ke Rumah Sakit

Namun anehnya warga yang hendak membantu sopir berusia 39 tahun itu justru diamuk.

Peristiwa itu kemudian menghebohkan warga Desa Clapar Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen.

Plh Kapolsek Karanggayam, Ipda Samun membenarkan insiden tersebut.

Mobil MBG yang dikemudikan Ajiz mengalami kecelakaan tunggal hingga menabrak gerbang serta tanggul sekolahan.

"Masyarakat hendak membantu namun demikian dari sopir mengamuk warga yang akan membantu mobil tersebut," katanya kepada tribunjateng.com usai mediasi di wilayah Kecamatan Karanggayam, Sabtu (7/2/2026).

Sopir tersebut sempat diamankan di Polsek Karanggayam guna menghindari amukan warga.

Dia menuturkan kini sopir telah dikembalikan kepada pihak keluarga.

Mediasi antara kedua belah pihak baik itu pengelola SPPG dan warga telah digelar dan disepakati diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kedua belah pihak sepakat diselesaikan secara kekeluargaan," terangnya.

Pihak pengelola SPPG bertanggung jawab atas kejadian yang dilakukan sopir dengan mengganti gerbang sekolah serta biaya pengobatan warga yang mengalami luka-luka akibat diamuk sopir tersebut.

Saat ditanya apakah sopir tersebut mengkonsumsi obat-obatan, terangnya, disinyalir mengkonsumsi obat.

"Disinyalir minum obat-obatan jenis mextril," pungkas Ipda Samun.

Warga Digigit

BEKAS KECELAKAAN. Warga, Riyanto menunjukkan bekas pagar sekolah yang diserempet mobil MBG sebelum menabrak pagar hingga ambruk di SDN Clapar Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen, Sabtu (7/2/2026).
BEKAS KECELAKAAN. Warga, Riyanto menunjukkan bekas pagar sekolah yang diserempet mobil MBG sebelum menabrak pagar hingga ambruk di SDN Clapar Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen, Sabtu (7/2/2026). (TRIBUN JATENG/Agus Iswadi)

Warga Desa Clapar Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen, Riyanto (42) mengalami luka pada bagian tangan dan kepala saat mengamankan sopir mobil dari SPPG yang mengamuk.

Sopir mobil SPPG, Ajiz justru mengamuk dan melukai warga sekitar yang hendak menolong setelah insiden kecelakaan tunggal di Jalan Raya Clapar tepatnya depan SDN Clapar pada Jumat (6/2/2026) sekira pukul 17.00.

Riyanto saat itu tengah berada di pendopo wilayah perbatasan desa yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Dia menceritakan, mobil itu semula melintas dari arah timur menuju ke barat dengan kecepatan tinggi.

"Sore kok kecepatan tinggi, jalane di tengah gitu lho. Menghawatirkan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (7/2/2026).

Dia kemudian mendapatkan kabar bahwa ada sopir mobil SPPH yang mengamuk di depan SDN Clapar sekira 15 menit kemudian.

Laki-laki itu lantas menuju ke lokasi setelah menerima informasi tersebut. Diketahui mobil itu mengalami ban pecah pada roda depan sebelah kiri setelah menabrak gerbang sekolah hingga ambruk.

Hanya ada sopir di dalam mobil tersebut.

Lanjutnya, warga mengira sopir mengalami kecelakaan lalu lintas kemudian inisiatif memberikan pertolongan. Akan tetapi niat warga tersebut justru berujung keributan lantaran sopir tiba-tiba mengamuk.

"Mas Toyo (warga) itu yang nemuin pertama. Diklarifikasi bukannya itikad baik malah dia keluar mukulin Toyo," terangnya.

Riyanto mengungkapkan, sopir kemudian masuk ke dalam mobil dan berencana kabur tapi tidak bisa karena ban depan sisi kiri pecah.

Lanjutnya, sopir kemudian mengamuk lagi bahkan hingga melukainnya.

Laki-laki itu mengalami luka bagian telunjuk tangan kanan karena digigit sopir setelah berusaha mengamankan supaya tidak mengamuk dan dihakimi warga.

"Disikep kayak gini malah digigit," ungkapnya.

Bahkan dia juga mengalami luka bagian kepala setelah dipukul sopir menggunakan kayu. Menurutnya pelaku terus mengamuk tidak jelas hingga merobohkan sepeda motor yang terparkir dan mobil yang di depannya.

"Ngamuk nggak jelas pakai kayu sih, apapun yang lewat pasti diamuk," jelas Riyanto.

Warga kemudian menghentikan sopir menggunakan tali tambang dan melaporkan kejadian itu ke polisi. Sopir mobil SPPG itu kemudian diamankan di Kantor Polsek Karanggayam.

Viral di Media Sosial

Sebelumnya, viral di media sosial sebuah insiden kecelakaan yang berujung keributan terjadi di depan SD Negeri Clapar, pada Jumat (6/2/2026).

Seorang sopir angkutan dari SPPG diduga mengemudi secara ugal-ugalan hingga menabrak pagar sekolah, lalu bertindak agresif terhadap warga yang berusaha memberikan pertolongan.

Menurut keterangan saksi mata, kendaraan yang datang dari arah Wonotirto tersebut sudah terlihat melaju tidak stabil sejak awal.

Sopir angkutan SPPG itu diduga mengemudi dalam kondisi tidak wajar, diduga berada di bawah pengaruh alkohol atau tengah mengalami masalah pribadi.

Setibanya di depan Balai Desa Clapar, kendaraan tersebut oleng dan menghantam pagar SD Negeri Clapar dengan keras.

Akibat benturan tersebut, pagar sekolah roboh dan sebagian materialnya terseret hingga masuk ke kolong mobil.

 Situasi semakin memanas ketika warga sekitar mendekat untuk memberikan bantuan. Alih-alih menerima pertolongan, sopir justru bersikap agresif dan memukul beberapa warga yang mencoba menolongnya.

Ketegangan kembali meningkat saat warga berupaya mengamankan sopir di lokasi pemberhentian terakhir.

Sopir tersebut dilaporkan mengamuk secara membabi buta, memukul warga menggunakan balok kayu, bahkan sempat menggigit jari salah satu warga yang berusaha menahannya.

Setelah sekitar 15 menit terjadi pergulatan, warga akhirnya berhasil melumpuhkan sopir tersebut.

Saat dilakukan interogasi awal oleh warga, pelaku tidak memberikan keterangan yang jelas dan berbicara dengan nada tidak terarah.

Untuk mencegah situasi semakin tidak terkendali, warga segera menghubungi pihak kepolisian.

Sopir tersebut kemudian diamankan dan diserahkan ke Polsek setempat guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak pengelola angkutan SPPG Wonotirto juga dikabarkan telah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait insiden ini. (Agus Iswadi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.