Sikapi Kasus “Akuntan SPPG Mengaku Dibegal”, Muslim Syamsuddin: Ubah Pola Pembayaran Honor Relawan
Muhammad Hadi February 07, 2026 08:03 PM

 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Menyikapi kasus akuntan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengaku kehilangan uang gaji relawan sebesar Rp59.950.000 akibat dibegal, Pimpinan Yayasan Muslim Aceh Peduli (MAP), Muslim Syamsuddin, ST, MAP, mengambil langkah tegas dengan mengubah pola penyaluran honor relawan.

Pembayaran yang sebelumnya dilakukan secara tunai (cash) melalui akuntan, kini dialihkan menjadi transfer langsung ke rekening pribadi masing-masing relawan.

Kebijakan tersebut disampaikan Muslim Syamsuddin saat acara silaturrahmi jelang Ramadhan 1447 Hijriah bersama ketua dan anggota dari empat SPPG mitra Yayasan MAP, serta para relawan, yang digelar di Dayah Ar-Ratibi Paloh Igeuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Sabtu (7/1/2026).

Menurut Muslim, perubahan sistem pembayaran ini dilakukan untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan keuangan sekaligus melindungi seluruh pihak yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Semoga dengan pembayaran gaji relawan yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing, kita terhindar dari perbuatan yang berisiko merusak karier dan keluarga,” ujar Muslim Syamsuddin.

Yayasan Muslim Aceh Peduli bersama Yayasan Aceh Karya Bangsa, yang juga dipimpin oleh Muslim Syamsuddin—mantan anggota DPR Aceh—telah menjalin kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) sejak 10 Desember 2025 dalam pengelolaan Dapur MBG.

Program ini dijalankan melalui sejumlah SPPG, yakni SPPG Paloh Igeuh, Paloh Lada, Nisam, Lhok Mon Puteh (Lhokseumawe), serta SPPG Sigli.

Baca juga: Rekayasa Begal Uang SPPG Rp 59,9 Juta Terbongkar, Seorang Wanita di Aceh Utara Ditangkap Polisi

Muslim menjelaskan, Yayasan MAP bertindak sebagai pelaksana utama operasional, mulai dari pengadaan bahan pangan lokal, pengolahan menu bergizi, hingga distribusi makanan yang aman dan higienis ke sekolah dan posyandu.

Seluruh proses tersebut melibatkan relawan dari berbagai bidang, seperti akuntan, ahli gizi, transportasi, kebersihan, dan tenaga pendukung lainnya.

“Kami bersama relawan SPPG bertugas memberikan jaminan bahwa makanan yang disajikan benar-benar bergizi dan layak dikonsumsi,” tambahnya.

Untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, pihak yayasan juga membentuk tim koordinator pengawasan kegiatan, yang terdiri dari H Nasrun (mantan Supervisor PIM), Tgk Hasan Basri bin Abon Arman, Syaifuddin (mantan anggota DPRK Aceh Utara), serta Muhammad Fazil.

Baca juga: Rekayasa Telah Dibegal Uang SPPG Rp 59,9 Juta, Seorang Wanita di Aceh Utara Ditangkap Polisi

Acara silaturrahmi tersebut turut dihadiri perwakilan Kapolsek Dewantara Aipda David, Batuud Koramil 03 Dewantara Pelda Rizal Lefi, Geuchik Paloh Igeuh Tgk Banta Khairullah, serta Geuchik Paloh Lada Tgk Razali.

Kegiatan ditutup dengan tausiyah oleh Tgk Bukhari bin Tgk H. Abdul Manaf, yang menekankan pentingnya kesucian makanan dari perspektif agama serta kehati-hatian dalam mengonsumsi makanan, terutama menjelang bulan Ramadhan.

Polisi telah menangkap akuntan SPPG 

Sementara itu, terkait kasus yang menjadi perhatian publik, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe telah menangkap akuntan SPPG berinisial PA (25), warga Desa Tambon Baroe, Kecamatan Dewantara.

PA terbukti memalsukan laporan pembegalan untuk menutupi penggelapan uang gaji relawan senilai Rp59,9 juta.

PA sebelumnya melapor menjadi korban pencurian dengan kekerasan di Desa Pulo Rungkom pada 17 Januari 2026. 

Namun hasil penyelidikan lapangan dan digital menemukan sejumlah kejanggalan. Polisi kemudian mengungkap bahwa pembegalan tersebut hanyalah skenario rekayasa.(*)

Baca juga: 32.000 Pegawai SPPG Akan Diangkat Jadi PPPK pada Februari 2026, Segini Gajinya per Bulan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.