Harga Gabah di Abdya Rp 6.900 Per Kilogram
Muhammad Hadi February 07, 2026 08:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Harga gabah di tingkat petani Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Rp 6.900 per kilogram, pada awal panen Musim Tanam (MT) Rendengan Tahun 2025/2026.

Harga ini masih melebihi Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yaitu Rp 6.500 per kilogram.

Pada MT Rendengan ini, petani Abdya menanam padi di lahan seluas 7.150 hektare, yang tersebar di sembilan kecamatan dalam wilayah kabupaten setempat.

"Hari ini harga gabah rata-rata dibeli ditingkat petani Rp 6.900 per kilogram," kata Hub Keujruen Gampong Lhung Tarok, Sudirman, kepada Serambinews.com, Sabtu (7/2/2026).

Ia menyebutkan, petani di wilayahnya memanen padi menggunakan alsintan jenis combine harvester milik swasta.

"Karena alsintan pemerintah masih terbatas, petani saat ini memanen menggunakan alsintan swasta. Kami berharap kedepannya alsintan milik pemerintah segera bertambah," pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Abdya, Hendri Yadi, mengatakan saat ini pemerintah daerah hanya memiliki tiga unit alsintan combine harvester.

"Insya Allah kita akan terus berupaya untuk menambah alsintan combine harvester guna mempermudah petani pada masa panen," ujarnya.

Hendri mengatakan, pada MT Rendengan ini, sebagian besar petani Abdya menanam padi varietas inpari 32.

"Benih padi varietas inpari 32 ini merupakan bantuan dari pemerintah untuk petani pada MT Rendengan 2025/2026 ini," sebutnya.

Baca juga: Dapur MBG Suaq Carong Bantu Perlengkapan Sekolah untuk Murid Yatim dan Piatu di Abdya

Dari hasil peninjauan lapangan, kata Hendri, kondisi padi petani Abdya pada MT Rendengan yg lagi panen ini sangat bagus.

Ia berkeyakinan, hasil panen tahun ini juga cukup maksimal dan memenuhi target.

"Perkiraan hasil panen padi pada MT Rendengan ini, Insya Allah mencapai target, yaitu 50 ribu ton. Angka ini sama dengan hasil produksi pada MT Gadu 2025," kata Hendri. 

Di tengah harga gabah di atas HPP, Hendri, mengimbau kepada petani agar tidak menjual semua hasil panen mereka.

"Hasil panen jangan dijual semua. Tapi sisakan untuk kebutuhan pangan keluarga," ucap Hendri.

Saat ini, jelasnya, Abdya merupakan salah satu lumbung pangan Aceh dan penyangga pangan wilayah barat selatan Aceh.

Baca juga: Petani di Abdya Butuh Jaringan Irigasi Sayap Kanan DI Krueng Susoh

Apalagi, sebutnya, pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, banyak lahan sawah di sejumlah kabupaten/kota tidak bisa difungsikan lagi.

"Kondisi ini juga sangat berpengaruh pada harga gabah nantinya. Oleh karenanya, kami meminta kepada petani agar menyisakan hasil panen untuk kebutuhan pangan keluarga," ujarnya.

Bulog berkewajiban membeli gabah petani

Hendri menyebutkan, saat ini Perum Bulog Blangpidie belum berkewajiban membeli gabah, sebab harga ditingkat petani melebihi HPP.

"Jika nanti harga gabah di bawah HPP, maka Bulog berkewajiban membeli gabah petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram," ujarnya.

Ia mengatakan, batas panen pada MT Rendengan ini diperkirakan akan berakhir pada Maret 2026.

Baca juga: Petani Sambut Gembira Musim Panen Gadu, Hasil Melimpah & Harga Gabah Stabil

"Insya Allah, untuk MT Gadu 2026 akan kita laksanakan pada bulan April, kecuali Kecamatan Babahrot, karena mereka baru selesai tanam, sebab jaringan irigasi baru siap diperbaiki," kata Hendri.

Ia mengatakan, Pemerintah Abdya akan terus bekerja maksimal untuk membangun dan memperbaiki seluruh sarana dan prasarana sektor pertanian, sehingga produksi panen akan terus meningkat kedepannya," pungkas Hendri. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.