Tak Hujan Tapi Banjir, Perumahan Villa Intan 3 Cirebon Terendam Luapan Air Kiriman dari Hulu
Ravianto February 07, 2026 09:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Banjir kembali merendam Perumahan Villa Intan 3, Desa Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Ratusan kepala keluarga terdampak bukan karena hujan di wilayah setempat, melainkan air kiriman dari hulu sungai yang meluap dan tak mampu lagi ditampung aliran yang ada.

Ketua RW 6 Perumahan Villa Intan 3, Imam Hardiyatmoko mengatakan, banjir ini berdampak pada satu RW yang terdiri dari enam RT dengan jumlah terdampak mencapai sekitar 350 kepala keluarga.

“Ini kan berdampak yang jelas satu RW ini, 6 RT. Kurang lebih ya 350 KK,” ujar Imam saat diwawancarai di wilayahnya, Sabtu (7/2/2026).

Menurut Imam, banjir mulai terjadi sejak Jumat sore. 

Air sempat berangsur surut, namun kembali naik setelah hujan turun pada malam hari.

Baca juga: Banjir Cirebon Meluas: 8 Ribu Jiwa Terdampak, Pengamat Kritik Kelalaian Tata Ruang

“Kejadiannya dari hari Jumat sore. Terus sampai sekarang. Kemarin sudah mulai surut, nggak tahunya hujan lagi tadi malam. Jadi ya naik lagi,” ucapnya.

Ia menegaskan, banjir kali ini dipicu oleh air kiriman dari wilayah lain, sementara sungai di sekitar perumahan sudah tidak mampu menampung debit air.

“Ini air kiriman kayaknya. Yang jelas sungainya nggak bisa nampung, jadi meluap,” jelas dia.

banjir villa intan 3 cirebon
BANJIR - Ketua RW 6 Perumahan Villa Intan 3, Imam Hardiyatmoko.

Kondisi tersebut membuat air tetap menggenangi permukiman meski hujan tidak turun di wilayah Villa Intan 3.

"Dari kemarin kan nggak hujan sebenarnya di sini, tapi air tetap naik,” katanya.

Biasanya, genangan air di kawasan tersebut surut dalam waktu dua hingga tiga hari.

Namun Imam mengaku khawatir jika hujan kembali turun, banjir akan semakin parah.

“Biasanya kurang lebih dua hari, tiga hari. Tapi kalau hujan lagi, ya kita juga nggak tahu, nanti pasti naik lagi,” ujarnya.

Di tengah kondisi itu, warga berharap adanya bantuan dari instansi terkait.

Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah sembako, makanan, dan obat-obatan.

"Yang diharapkan warga ya ada bantuan dari instansi terkait. Intinya sembako, makanan, sama obat-obatan,” ucap Imam.

Imam juga mengungkapkan, bahwa banjir di Villa Intan 3 bukan kejadian baru.

Peristiwa serupa pernah terjadi pada Februari 2018 dan dinilai lebih parah dibanding banjir kali ini.

“Terakhir itu tahun 2018, bulan Februari. Lebih parah yang dulu,” jelas dia.

Air setinggi lebih dari satu meter belum juga surut sejak meluap pada Jumat malam.

Genangan air berwarna kecokelatan menggenangi rumah-rumah warga. 

Sejumlah perabot terendam dan aktivitas warga lumpuh.

Sebagian warga yang sebelumnya memilih bertahan, mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Salah seorang warga, Santi (44), mengatakan banjir kali ini datang lebih cepat dan lebih dalam dibanding sebelumnya.

"Enggak, sudah lama. Dari kemarin. Tahun lalu kan banjir, terus habis itu surut, tapi ini enggak sempat lama langsung dalam lagi,” ujarnya.

Warga lainnya, Boim (38) menyebut, sejak awal tahun 2026 banjir sudah beberapa kali melanda wilayah tersebut.

“Iya, sering. Dari awal 2026 sudah tiga kali. Karena dari air kiriman dari kali,” katanya.

Selain Villa Intan 3, banjir juga merendam ribuan rumah warga di lima kecamatan, yakni Gunung Jati, Sumber, Plumbon, Kedawung dan Mundu, dengan ketinggian air di beberapa titik mencapai lebih dari satu meter.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.