TRIBUNNEWS.COM - Kekalahan Indonesia atas Iran pada perebutan gelar juara Piala Asia Futsal 2026 menghadirkan sorotan kepada Israr Megantara dan Muhammad Nizar Nayaruddin. Skuad Garuda bukan runner-up biasa.
Berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2) malam WIB, laga final Piala Asia Futsal 2026 antara Indonesia vs Iran berakhir imbang 5-5 hingga waktu extra time.
Lima pencetak gol Indonesia masing-masing Reza Gunawan, Samuel Eko, dan hattrick Israr Megantara.
Sementara, lima gol Iran disumbangkan oleh Hossein Tayebibidgoli, brace Saeid Ahmad Abbasi, dan dwigol Mahdi Karimi.
Penentuan gelar juara pun berlanjut di babak adu tos-tosan. Dalam sepakan adu penalti, Timnas Fustal Indonesia takluk lewat skor 4-5 atas Iran yang dikenal sebagai Raja Futsal Asia.
Iran dilabeli demikian karena dari 14 kali menjadi juara Piala Asia Futsal sepanjang sejarah ajang ini digelar.
Sementara Indonesia, meski menelan kekalahan juga pantas berbangga. "King Indo" bukan sembarang runner-up biasa setelah melewati perjuangan heroik melawan Team Melli, julukan Iran.
Timnas Futsal Indonesia bukan runner up sembarangan di AFC Futsal 2026 karena merupakan satu-satunya tim yang bisa mencetak lima gol di final melawan Iran.
Iran sudah 14 kali juara dan 16 kali masuk final, tetapi belum pernah sekali pun gawang mereka dibobol lima kali dalam laga puncak.
Sebelumnya tim yang paling banyak membobol gawang Iran dalam laga final adalah Jepang pada 2003. Ketika itu tim Samurai Biru melesakkan empat gol, namun harus kebobolan enam gol ketika menghadapi Iran.
Pada Asia Futsal 2026, Iran juga paling banyak kebobolan saat melakoni laga melawan Indonesia. Di mana Indonesia berhasil mengoyak gawang sang juara bertahan lima gol, dan jadi yang terbanyak.
Pada fase grup, Iran menang 4-1 atas Malaysia, menundukkan Arab Saudi 2-0, dan membenamkan Afganistan 5-2. Sementara pada babak perempat final menggulung Uzbekistan 7-4 dan menyudahi perlawanan Irak dengan skor 4-2.
Baca juga: Update Juara Piala Asia Futsal: Timnas Indonesia Belum Beruntung, Iran Pertahankan Mahkota
Sorotan tertuju kepada dua nama, yakni Israr Megantara dan penjaga gawang timnas Muhammad Nizar.
Israr Megantara, atlet berusia 21 tahun ini menjadi salah satu penampil gemilang saat menghadapi Iran. Bagaimana tidak, Israr kelahiran 30 Oktober 2004 ini mencetak tiga gol ke gawang Raja Terakhir Futsal Asia.
Sumbangan tiga gol membuat Israr menjadi pencetak gol terbanyak Indonesia di Piala Asia Futsal 2026. Total, dia mencetak lima lesakan.
Meski demikian, antiklimaks terjadi bagi Israr. Dalam adu tos-tosan, Israr gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo penalti karena sepakannya membentur tiang gawang.
Meski begitu, pujian dan apresiasi pantas diberikan kepada Israr Megantara. Mengingat usianya baru 21 tahun, dia merupakan aset besar bagi Futsal Indonesia yang saat ini berada pada trek yang tepat untuk terus berprestasi.
Muhammad Nizar Nayaruddin juga demikian. Kiper asal Sragen, Jawa Tengah ini dimasukkan di penghujung babak kedua, dengan tujuan sebagai kiper khusus adu tos-tosan.
Sejak dimasukkan, Nizar bermain apik dan solid di lini belakang.
Sejumlah penyelamatan krusial dilakukan oleh kiper yang sempat mengawali kariernya sebagai pesepakbola. Sayangnya, tugas yang diembannya sebagai kiper khusus penalti gagal dijalankan dengan mulus, meski sempat menepis penendang pertama Iran.
Israr dan Nizar menjadi bagian krusial sejarah Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia. Untuk kali pertama mereka mencapai final dan menjadi juara kedua.
Di sisi lain, Indonesia menjadi tim pertama yang memberikan kebobolan dengan jumlah gol terbanyak bagi Iran di Final Piala Asia Futsal.
(Tribunnews.com/Giri)