Manado (ANTARA) - Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) Sonny Belseran mengatakan setelah banjir bandang 5 Januari 2026, sebanyak 11 kepala keluarga masih bertahan di tempat pengungsian.
"Jadi, masih ada 11 kepala keluarga atau 14 jiwa masih tinggal di pengungsian," kata Sonny di Manado, Sabtu.
Sebanyak 11 kepala keluarga tersebut mengungsi di dua tempat, yaitu di Museum Sitaro dan Gereja Advent Bahu, Kecamatan Siau Timur Utara.
Sonny menambahkan meskipun berada di tempat pengungsian, kebutuhan masyarakat tetap disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro.
"Kami tetap menjamin kebutuhan hidup warga pengungsian," ujarnya.
Dia menambahkan sebagian besar warga terdampak bencana banjir bandang telah kembali ke rumah masing-masing, setelah sekian waktu berada sejumlah tempat pengungsian.
"Mereka yang masih berada di pengungsian belum kembali karena rumah mereka rusak," ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak 693 warga di sejumlah kampung/desa dan kelurahan di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara (Sulut) mengungsi di sejumlah tempat setelah banjir bandang menghantam wilayah tersebut pada Senin (5/1) dini hari.
Warga mengungsi di beberapa posko pengungsian, seperti Museum Sitaro di Kelurahan Tarorane, Gereja GMIST Bethabara Paseng di Kelurahan Paseng, Kantor Lurah Bahu, dan Gereja Advent Bahu.
Sebanyak 17 warga dilaporkan meninggal, dua korban lainnya masih hilang, banjir bandang juga meluluhlantakkan rumah penduduk, termasuk Mako Polres Sitaro.







