TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan peringatan dini kepada kepala daerah di kawasan Bandung Raya terkait potensi lonjakan timbulan sampah selama bulan suci Ramadan 1447 H.
Sampah sisa makanan diprediksi akan meningkat tajam seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa antisipasi harus dilakukan sejak dini agar tidak terjadi penumpukan yang melampaui kapasitas angkut.
Herman mengungkapkan fakta mencengangkan terkait kondisi TPPAS Regional Sarimukti.
Dari total 1.200 ton sampah yang masuk setiap hari, sebanyak 50 persen atau sekitar 600 ton merupakan sampah organik sisa makanan.
Baca juga: Daftar 11 Titik Pantau Hilal Ramadhan 1447 H di Jawa Barat, Resmi Ditetapkan Kemenag Jabar
"Setiap hari kurang lebih 1.200 ton sampah di Sarimukti, setengahnya sampah makanan."
"Jadi kami imbau warga Bandung, tidak boleh ada sampah makanan dari rumah," ujar Herman, Sabtu (7/2/2026).
Menurutnya, jika masyarakat berhasil menekan produksi sampah organik sejak dari dapur, beban Sarimukti akan berkurang hingga separuhnya.
Secara khusus, Herman telah menjalin komunikasi dengan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, untuk menggerakkan seluruh perangkat daerah.
Pengurangan sampah diminta tidak hanya menjadi wacana di tingkat atas, tetapi harus menyentuh tingkat Rukun Tetangga (RT).
"Ayo dong Pak Wali, camat, lurah, RW, RT, seterusnya sampai tingkat keluarga kurangi sampah, manfaatkan sampah, pilah sampah. Minimal sampah makanan," tegasnya.
Selain rumah tangga, sektor industri jasa pariwisata juga menjadi sasaran imbauan.
Bandung Raya, khususnya Kota Bandung yang dipenuhi hotel dan restoran, diminta untuk lebih bijak dalam mengelola sisa hidangan, terutama saat momen buka puasa bersama.
"Rumah makan yang luar biasa sangat banyak, termasuk hotel, restoran, punten jangan menyisakan sampah," kata Herman.
Herman meyakini bahwa sinergi antara pemerintah kabupaten/kota dengan masyarakat adalah kunci agar Bandung Raya terhindar dari status darurat sampah di tengah bulan suci.
Pemda Provinsi siap memberikan dukungan (back up), namun eksekusi utama berada di tangan wilayah masing-masing.
"Dan saya yakin bisa. Kudu maksakeun (harus dipaksakan)," pungkasnya. (*)