Curhat Anak Bongkar Derita Guru Dianiaya Kepala Sekolah di Nunukan, Kini Sakit karena Dilempar Kursi
Ardhi Sanjaya February 08, 2026 12:17 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sebuah unggahan di media sosial terkait dugaan bullying dan penganiayaan terhadap seorang guru agama perempuan oleh oknum kepala sekolah SD Negeri di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mendadak viral dan menuai kecaman publik.

Unggahan tersebut memicu gelombang reaksi keras warganet, yang menyampaikan kecaman dan cacian kepada oknum kepala sekolah tempat guru tersebut mengajar.

Dalam unggahan yang beredar, tampak seorang perempuan mengenakan pakaian guru dan berkerudung cokelat, terbaring lemas di atas ranjang perawatan. Terlihat selang infus terpasang di wajahnya.

Disebutkan pula bahwa perempuan tersebut merupakan guru di SD Negeri 001 Sebatik Tengah.

 Foto tersebut disertai curhatan panjang bernarasi pilu yang mengundang simpati, sekaligus memantik kemarahan masyarakat terhadap dugaan perlakuan yang dilakukan kepala sekolah.

Berikut isi curhatan yang kini menjadi sorotan tajam warga Nunukan:

 ‘Mama dizolimi sama kepala sekolah Mama. Mama tidak diperbolehkan masuk ke ruang kantor guru, dan istirahat hanya di perpustakaan tanpa fasilitas apapun.

Mama tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan kegiatan sekolah. Dan tidak boleh masuk ke grup sekolah. Mama tidak diberikan TTD untuk kelengkapan berkas, yang mengakibatkan tunjangan sertifikasi selama satu tahun sebesar Rp 45 juta tidak bisa dicairkan.

Sesabar itukah Mama. Mama, maafkan anakmu Ma, sampai Mama dilempar kursi dan sekop sampah pun Mama masih berusaha tegar, tapi jiwa dan mental Mama tidak sanggup lagi sampai sedrop ini.

Maafkan kami anakmu Mama, belum bisa berikan kebahagiaan di hari tuamu, tapi justru masih terus tegar berjuang dengan kehidupanmu yang penuh ketidak adilan,’.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Akhmad, juga menyatakan belum dapat memberikan komentar lebih jauh terkait kasus yang tengah memicu kemarahan warga tersebut.

 ‘’Saya belum bisa berkomentar,’’ ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Akhmad yang tengah mengikuti kegiatan Musrenbang di wilayah pedalaman Nunukan mengklaim telah meminta dilakukan penyelidikan dan investigasi untuk memastikan kronologi kejadian sebenarnya.

 ‘’Kita masih selidiki kejadiannya seperti apa,’’ kata Akhmad.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.