TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Menang atas Bhayangkara Presisi Lampung FC, pelatih Borneo FC Samarinda, Fabio Lefundes mengaku puas atas kinerja anak asuhnya.
Bhayangkara Presisi Lampung FC harus menelan pil pahit setelah dipaksa menyerah oleh Borneo FC Samarinda dengan skor 1-2, di kandang sendiri.
Meski sempat unggul di babak pertama, tim berjuluk The Guardian ini gagal mempertahankan keunggulan dalam laga pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Sabtu (7/2/2026).
Seusai laga, Fabio Lefundes mengungkap rasa bangganya terhadap performa anak asuhnya.
Ia mengakui, timnya menjalani dua situasi yang berbeda dalam pertandingan kali ini.
Baca juga: Sempat Unggul 1-0, Bhayangkara FC Justru Tumbang 1-2 atas Borneo di Sumpah Pemuda
Di mana, ia menyebut babak pertama sebagai fase yang sulit bagi anak asuhnya sebelum akhirnya mampu bangkit di babak kedua.
"Menurut saya pertandingan ini satu pertandingan yang sangat sedikit berbeda. Di babak pertama kita mungkin tidak begitu bagus, kita kebobolan di menit terakhir dari babak pertama," ujar Fabio Lefundes dalam sesi konferensi pers pasca-pertandingan.
Namun, instruksi di ruang ganti dan perubahan strategi membuahkan hasil manis.
Masuknya Ikhsan Nul Zikrak menjadi kunci kemenangan tim berjuluk Pesut Etam tersebut.
"Menurut saya babak kedua kita dengan beberapa pergantian, kita bagus, agresif, dan kita kembali terjadi Borneo yang pernah kita terjadi di putaran pertama."
"Saya sangat bangga dengan pemain saya hari ini," lanjut pelatih asal Brasil tersebut.
Senada dengan sang pelatih, pencetak gol penentu kemenangan, Ikhsan Nul Zikrak, mengucap syukur atas hasil maksimal yang diraih timnya di Lampung.
Baginya, semangat pantang menyerah menjadi kunci Borneo membalikkan keadaan.
"Ya, pertama Alhamdulillah kami mendapatkan tiga poin. Yang tentu kita setelah babak pertama kita kecolongan satu gol, dan babak kedua kita mencoba bangkit dan kerja keras. Hasilnya ya Alhamdulillah kita mendapatkan tiga poin," kata Ikhsan.
Pertandingan yang berjalan dengan tensi tinggi ini sempat diwarnai aksi protes dari bangku cadangan maupun pemain di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Fabio Lefundes menjelaskan bahwa protes timnya bukan sekadar soal keputusan salah atau benar, melainkan ketegasan wasit dalam melindungi pemain dari permainan kasar.
"Bukan kita protes karena dia salah ambil keputusan. Kita protes karena kadang-kadang mungkin dia keputusannya dia harus lebih tegas sedikit dalam pertandingan tadi," Kata dia.
"Ada berapa aksinya yang menurut kami terlalu agresif ya mereka, tapi wasitnya mungkin tidak terlalu tegas."
"Tapi, itu juga pelajaran buat kami, karena tidak ada pertandingan yang akan mudah," tegas Fabio.
Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi Borneo FC di jajaran papan atas klasemen.
Fabio menekankan bahwa tidak ada rahasia khusus selain kerja keras seluruh elemen tim, apalagi mereka harus menempuh perjalanan jauh dari Samarinda menuju Bandar Lampung.
"Kunci yang ada di Borneo adalah kerja. Kita sangat kerja banyak, pemain kerja bagus, staf pelatih kerja sangat bagus. Itu adalah kunci kenapa kita ada di papan atas," ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada fisik para pemainnya yang tetap prima meski terkendala masalah logistik perjalanan.
"Saya salut juga sama pemain karena kita berangkat dari Samarinda, dari Samarinda sampai ke sini perjalanan sangat jauh karena kita kurang lebih perjalanan 12-13 jam."
"Tapi kalian lihat bagaimana anak-anak bisa performa mereka luar biasa menurut saya di lapangan," pungkas Fabio.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)