Sudah 2 Bulan Bencana Alam, 9 Desa di Aceh Tengah dan Satu Desa di Gayo Lues Masih Padam Listrik
Rizwan February 08, 2026 12:54 PM

TRIBUNGAYO.COM - Sebanyak 16 desa di Aceh hingga kini masih padam listrik meski sudah 2 bulan lebih banjir dan longsor melanda.

Dari 16 desa itu, terdapat 9 desa di Aceh Tengah dan satu desa di Gayo Lues.

Warga sangat mengeluh dan berharap pemerintah segera menormalkan kembali listrik di wilayah mereka.

Melansir Kompas.com, listrik 16 desa di Provinsi Aceh belum pulih sampai saat ini.

Kondisi ini sudah berlangsung sekitar dua bulan sejak daerah tersebut dilanda bencana banjir. Kendala perbaikan suplai listrik dikarenakan akses jalan yang masih sulit. 

Sementara ini warga di lokasi terdampak mengandalkan generator dan lampu tenaga surya.

Berdasarkan data dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Provinsi Aceh, 16 desa itu tersebar di 6 kabupaten.

* Kabupaten Aceh Tengah, desa-desa yang masih belum teraliri listrik meliputi Desa Atu Payung, Bintang Pepara, Delung Sekinel, Jamat, Karang Ampar, Kekuyang, Kute Reje, Umang dan Reje Payung, 

* Kabupaten Aceh Utara, yakni Desa Lesten,

* Kabupaten Gayo Lues, dan Desa Lubok Pusaka.  

* Kabupaten Aceh Timur, masih ada satu desa yang belum mendapatkan listrik yakni Desa Sah Raja. 

* Desa Salah Sirong Jaya di Kabupaten Bireuen,

* Desa Sekumur Kabupaten Aceh Tamiang,

* Desa Sikundo di Aceh Barat. 

Terkendala Jembatan Putus dan Jalan Amblas 

Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Lukman Hakim menyebutkan, kendala utama perbaikan suplai listrik karena jalan ambles dan jembatan terputus di wilayah terdampak bencana.

Sehingga tim teknis PLN sulit mengangkut tiang, kabel dan material lainnya.

Ia mengakui jika medan yang dilalui sangat berat. Meski begitu pihaknya akam berusaha memulihkan listrik di desa-desa tersebut secepatnya.

“Medannya memang sangat berat, kami berusaha memulihkan seluruh desa secepatnya. Tim terus berjuang di lapangan,” katanya.

Warga Andalkan Generator dan Lampu Tenaga Surya

Sementara itu, Kepala Desa Leubok Pusaka, Kabupaten Aceh Utara, Janni berharap pemulihan listrik bisa segera dilakukan.

Pasalnya, selama dua bulan terakhir, pengungsi korban banjir menggunakan mesin generator listrik dan lampu tenaga surya.

“Masalah kami cuman listrik saja yang belum menyala. Kami harap bisa dipercepat,” terangnya.

Korban banjir, kata dia, terpaksa membeli bahan bakar untuk menyalakan mesin generator listrik pada malam hari.

Hal itu sangat memberatkan warga.

Sebab, pendapatan keuangan keluarga saat ini hanya bergantung menjadi buruh pada proyek pembangunan pascabencana di desa itu.

“Untuk ke kebun kan belum bisa, hancur dan penuh lumpur semuanya. Beli bahan bakar untuk menyalakan mesin generator malam hari itu berat juga bagi warga,” pungkasnya.

Baca juga: PLN Ungkap Kendala dan Nama 11 Kampung di Aceh Tengah Terdampak Bencana Masih Padam Listrik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.