TRIBUNTRENDS.COM - Suasana duka menyelimuti rumah keluarga almarhum Yohanes Bastian Roja (YBR) di Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, saat Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena datang melayat, Kamis (29/1/2026).
Gubernur Melki tampak tak kuasa menahan air mata ketika bertatap muka langsung dengan keluarga YBR, siswa sekolah dasar yang meninggal dunia secara tidak wajar.
Didampingi sejumlah kepala daerah dan pejabat, ia menyampaikan duka mendalam serta permohonan maaf kepada keluarga dan masyarakat dengan suara bergetar.
Baca juga: Momen Terakhir Siswa SD yang Akhiri Hidup Karena Buku & Pensil, Tampak Duduk Termenung di Kebun
Setibanya di rumah adat (Sa’o) keluarga, Gubernur Melki langsung menyalami ibu kandung almarhum, sembari memberi penguatan.
Pertemuan itu sembari Ngobrol singkat dengan Ibu korban yang didampingi oleh Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu.
Saat menyampaikan ucapan duka, Gubenur Melki nampak menangis. Ia tak tahan menahan air mata.
Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan duka mendalam sekaligus permohonan maaf kepada keluarga dan masyarakat.
“Kami jajaran Pemerintahan sekaligus kami bersama semua pihak, tokoh agama, tokoh masyarakat yang lain,
kami memastikan pranata adat dan agama harus bisa bekerja agar peristiwa ini tidak terjadi lagi kedepan, kami mohon maaf, mohon ampun,” ujar Gubernur Melki dengan mata Berkaca-kaca.
Menurutnya, kepergian YBR bukan hanya duka bagi keluarga dan Kabupaten Ngada, tetapi menjadi duka bersama yang dirasakan hingga tingkat nasional.
“Kepergian Bastian ini bukan hanya duka bagi Ngada, tetapi juga duka nasional. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberi perhatian serius terhadap peristiwa ini,” ungkapnya.
Gubernur Melki secara terbuka mengakui adanya keterbatasan dan kekurangan dalam pelayanan publik yang seharusnya mampu melindungi anak-anak dan keluarga rentan seperti almarhum YBR.
“Segenap jajaran pemerintahan menyadari betul bahwa masih banyak kekurangan. Ke depan, ini menjadi pengingat bagi kami untuk bekerja lebih baik, dalam pelayanan pendidikan, akses kesehatan, aspek ekonomi, hingga pengembangan potensi desa,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya peran bersama seluruh elemen masyarakat agar tragedi serupa tidak terulang.
Ia juga meminta maaf kepada masyarakat setempat karena baru dapat hadir langsung ke rumah duka beberapa hari setelah peristiwa tersebut.
“Sekali lagi, kami mohon maaf kepada keluarga dan masyarakat. Hari ini baru kami bisa datang. Semoga ke depan kami bisa bekerja lebih baik dan lebih cepat,” tutupnya.
Dalam kunjungan ini, Gubenur Melki juga melihat langsung gubuk nenek YBR yang terletak tidak jauh dari rumah duka tepat di Desa Nenuwea dan melihat makam almarhum yang tidak jauh dari pondok.
(TribunTrends.com/TribunNgada.com)