Tak Terima Anaknya Ditegur, Orang Tua Santri Aniaya Guru Madrasah dengan Celurit
Tim TribunTrends February 08, 2026 02:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Seorang guru madrasah di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan dua orang pria, salah satunya merupakan orang tua santri. Insiden ini dipicu teguran guru terhadap murid yang ribut saat kegiatan belajar mengajar.

Korban berinisial AR (21), guru tugas di madrasah tersebut, dianiaya oleh dua pelaku berinisial SM (29) dan HM (30), warga Desa Batuporo Barat, Kecamatan Kedungdung. Keduanya bahkan datang sambil membawa senjata tajam jenis celurit.

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menjelaskan peristiwa bermula pada Selasa (3/2/2026) saat AR tengah mengajar di kelas. Ketika pelajaran berlangsung, salah satu santri berinisial H diketahui bercanda dan tidak memperhatikan materi.

Baca juga: Guru Madrasah Menegur Santri Karna Becanda, Berujung Dianiaya Orang Tua Santri hingga Bawa Celurit

Korban kemudian menegur santri tersebut dengan memukul bahu kanan menggunakan kayu kecil yang biasa dipakai sebagai alat penunjuk tulisan di papan tulis. Teguran itu diduga tidak diterima oleh santri dan kemudian dilaporkan kepada orang tuanya.

Dua hari berselang, tepatnya Kamis (5/2/2026), AR didatangi oleh dua pria saat sedang berada di sebuah warung. Kedua pria tersebut diketahui merupakan wali santri yang ditegur sebelumnya.

“Korban dipukul oleh pelaku SM hingga mengenai bagian pipinya,” ujar AKP Eko Puji Waluyo, Sabtu (7/2/2026).

Tidak berhenti di situ, SM kemudian mengeluarkan celurit yang dibawanya. Meski tidak digunakan untuk melukai secara langsung, sarung celurit tersebut dipakai untuk memukuli korban. Sementara itu, pelaku HM turut melakukan pemukulan secara bersamaan.

Baca juga: Kronologi Santri Meninggal Akibat Bullying di Ponpes Wonogiri: Menolak Mandi, Luka Sekujur Tubuh

“Celuritnya hanya dipegang, yang digunakan untuk memukul adalah sarung celurit,” jelasnya.

Akibat penganiayaan tersebut, AR mengalami lebam di sejumlah bagian tubuh. Merasa keselamatannya terancam, korban akhirnya melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Polisi bergerak cepat dan mengamankan kedua pelaku. Saat ini, keduanya tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Sampang.

“Dua pelaku sudah kami amankan dan kasusnya masih dalam pendalaman,” pungkas AKP Eko.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan kekerasan terhadap tenaga pendidik, yang dipicu persoalan sepele di lingkungan sekolah dan berujung tindakan kriminal.

Tribun Jatim | Ignatia | TribunTrends.com | Afif Muhammad

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.