Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Minat membaca siswa dan siswi di Aceh dinilai masih cukup rendah.
Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh akan melakukan berbagai terobosan untuk membangkitkan minat membaca anak-anak.
Plt Kadisdik Aceh, Murthalamuddin SPd MSP kepada TribunGayo.com, Minggu (8/2/2026) mengatakan pihaknya sudah memprogramkan dengan sudut baca atau pojok literasi.
Dikatakan, buku-buku bacaan yang ada di perpustakaan sekolah akan dimasukan ke dalam kelas supaya buku bacaan ini dapat dibaca langsung.
Dan akan bergulir atau bergantian setiap sebulan sekali dimasukkan ke kelas-kelas siswa yang lainnya yang ada di sekolah itu.
Artinya, untuk memudahkan anak-anak membaca untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah setiap harinya guna meningkatkan SDM peserta didik.
Murthalamuddin mengatakan pihak Disdik Aceh juga akan memperbanyak lomba menulis bagi pelajar soal pendidikan untuk memotivasi minat membaca anak-anak.
Ia berharap kepada semua pihak seperti orang tua, guru dan siswa siswi SMA/SMK dan sederajat lainnya untuk sama-sama bekerja mengikuti program Disdik.
Hal tersebut untuk memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh menuju generasi emas 2045 mendatang.
Pengamat Pendidikan di Kabupaten Aceh Tenggara, yang juga Rektor Universitas Gunung Leuser (UGL) Aceh Tenggara, Dr Indra Utama SPd MPd, menilai minat baca para pelajar di Kabupaten Aceh Tenggara cukup rendah.
Dampak ini tentunya berpengaruh terhadap program menuntaskan membaca menulis dan berhitung (Calistung) khususnya membaca di Aceh Tenggara dan 8 program Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Menurut Dr Indra, rendahnya minat membaca salah satunya dipicu oleh kecanduan game online.
"Minat untuk membaca buku pelajaran yang disiapkan di sekolah-sekolah (buku paket) cukup rendah, ini akibat kecanduan bermain game online.
Anak-anak tidak lagi fokus belajar karena pikiran atau daya serap otak anak dibayangin dengan permainan game online sehingga anak-anak 'diracuni' dengan kecanduan game.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara harus bersinergi dengan orang tua agar anak-anak ini tidak kecanduan bermain game online," kata Dr Indra kepada TribunGayo.com, Minggu (16/11/2025). (*)
Baca juga: Rektor UGL: Akibat Kecanduan Game Online, Minat Baca Pelajar di Aceh Tenggara Rendah
Baca juga: Mahasiswa KKN USK Semangati Minat Baca Siswa di SDN Kampung Baru Bener Meriah