‎Lokal Dongkrak 90 Persen Kunjungan Malinau, Januari-Juli Musim Wisata Terpopuler 
Amiruddin February 08, 2026 04:14 PM

 

‎TRIBUNKALTAR.COM, MALINAU – Kekuatan utama pariwisata Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara atau Kaltara, ternyata bersumber dari dalam daerah sendiri. 

‎Data akumulatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Malinau dari tahun 2020 hingga 2025, mencatat rata-rata 90 persen kunjungan wisata didorong oleh pengunjung lokal.

‎ Sementara itu, pola waktu kunjungan menunjukkan konsistensi yang menarik, dengan periode Januari hingga Juli secara rutin menjadi musim paling populer untuk berwisata.

Lokal sebagai Penggerak Utama


‎Analisis mendalam menunjukkan bahwa loyalitas dan partisipasi masyarakat Malinau menjadi mesin pertumbuhan sektor pariwisata.

‎Pada tahun 2024, kontribusi wisatawan lokal bahkan mencapai 93 persen dari total kunjungan reguler (di luar event besar IRAU). 

‎Tren ini telah menjadi fondasi yang stabil sejak 2021, menunjukkan bahwa destinasi wisata di Malinau telah berhasil memikat hati masyarakatnya sendiri.

‎“Kita terus berupaya menambah fasilitas yang sudah ada.

Selain reguler angka pengunjung kita memang lebih banyak saat event seperti Irau,” ujar Kepala Dinsbudpar Malinau, Kristian.

‎Data yang sama hingga September 2025 mencatat, angka kunjungan lokal mencapai 39.700 orang, luar daerah 3.300 orang dan luar negeri 1.100 orang.

‎Pola ini justru menggambarkan kekuatan pariwisata didongkrak oleh masyarakat Malinau sendiri. Ini juga terlihat dari data-data tahun sebelumnya.

 

DESTINASI WISATA MALINAU- Destinasi wisata di Malinau Kalimantan Utara menawarkan alam terbuka sebagai sajian utama bagi wisatawan lokal dan mancanegara.
‎MESIN KUNJUNGAN - Wisatawan lokal saat mengunjungi destinasi pemandian di Malinau Utara 2025 lalu. Masyarakat Malinau menyumbang 90 persen trafik kunjungan lokal ke destinasi favorit. ‎(TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI)

 

Baca juga: 4 Objek Wisata di Malinau Kaltara, Bisa jadi Pilihan Liburan Akhir Pekan

 

Januari–Juli: Rentang Waktu Emas



‎Pola musiman yang terpetakan selama lima tahun terakhir dengan jelas menunjuk pada periode tujuh bulan pertama tahun sebagai masa keemasan kunjungan. 

‎Puncak-puncak kunjungan reguler hampir selalu terjadi dalam rentang ini:

‎Januari menjadi bulan teratas pada 2023 (2.701 kunjungan) dan 2024 (5.416 kunjungan), dimanfaatkan untuk libur panjang akhir tahun.

‎April hingga Juli secara konsisten mencatat angka tinggi, dipicu oleh rangkaian libur sekolah dan hari raya. Juni 2025 bahkan memecahkan rekor sementara dengan 9.628 kunjungan.

Tren Pertumbuhan

‎Dari titik terendah 1.533 kunjungan di masa pandemi (2020), kunjungan wisata reguler Malinau telah menunjukkan tren pemulihan dan pertumbuhan yang impressif: 

‎Jika dihitung di luar agenda Irau, kunjungan reguler tetap tumbuh  ke 10.365 (2021), stabil di 9.305 (2022), naik menjadi 14.567 (2023), dan melesat hingga 32.208 kunjungan pada 2024. 

‎Proyeksi untuk tahun 2025, dengan data 44.140 kunjungan hingga September, sangat optimis untuk melampaui capaian tahun sebelumnya.

‎Adanya angka kunjungan lokal musiman secara reguler banyak dipengaruhi musim liburan seperti cuti bersama awal tahun baru, hingga masa cuti sekolah.

‎Kepala Desa Setulang, Saleh menyampaikan tren kunjungan untuk wisatawan mancanegara juga menunjukkan pola serupa.

‎Biasanya wisatawan mancanegara ke desa dengan 2 objek populer yakni Tane Olen dan Desa Wisata didongkrak kegiatan studi tur.

‎"Biasanya setiap tahun ada dari kampus luar ke sini, Hampir tiap tahun ada," katanya.

‎Sebagai upaya meningkatkan angka kunjungan kembali, desa-desa berimprovisasi menyesuaikan waktu musim kunjungan dengan menggelar acara kebudayaan, seperti pesta panen hingga wisata kebudayaan reguler.

‎Sementara angka kunjungan wisatan lokal terpola khusus pada destinasi reguler seperti pemandian hingga wisata air terjun yang tersebar di berbagai wilayah Malinau.


‎(*)

‎Penulis: Mohammad Supri


© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.