TRIBUNKALTAR.COM, MALINAU – Kekuatan utama pariwisata Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara atau Kaltara, ternyata bersumber dari dalam daerah sendiri.
Data akumulatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Malinau dari tahun 2020 hingga 2025, mencatat rata-rata 90 persen kunjungan wisata didorong oleh pengunjung lokal.
Sementara itu, pola waktu kunjungan menunjukkan konsistensi yang menarik, dengan periode Januari hingga Juli secara rutin menjadi musim paling populer untuk berwisata.
Analisis mendalam menunjukkan bahwa loyalitas dan partisipasi masyarakat Malinau menjadi mesin pertumbuhan sektor pariwisata.
Pada tahun 2024, kontribusi wisatawan lokal bahkan mencapai 93 persen dari total kunjungan reguler (di luar event besar IRAU).
Tren ini telah menjadi fondasi yang stabil sejak 2021, menunjukkan bahwa destinasi wisata di Malinau telah berhasil memikat hati masyarakatnya sendiri.
“Kita terus berupaya menambah fasilitas yang sudah ada.
Selain reguler angka pengunjung kita memang lebih banyak saat event seperti Irau,” ujar Kepala Dinsbudpar Malinau, Kristian.
Data yang sama hingga September 2025 mencatat, angka kunjungan lokal mencapai 39.700 orang, luar daerah 3.300 orang dan luar negeri 1.100 orang.
Pola ini justru menggambarkan kekuatan pariwisata didongkrak oleh masyarakat Malinau sendiri. Ini juga terlihat dari data-data tahun sebelumnya.
Baca juga: 4 Objek Wisata di Malinau Kaltara, Bisa jadi Pilihan Liburan Akhir Pekan
Pola musiman yang terpetakan selama lima tahun terakhir dengan jelas menunjuk pada periode tujuh bulan pertama tahun sebagai masa keemasan kunjungan.
Puncak-puncak kunjungan reguler hampir selalu terjadi dalam rentang ini:
Januari menjadi bulan teratas pada 2023 (2.701 kunjungan) dan 2024 (5.416 kunjungan), dimanfaatkan untuk libur panjang akhir tahun.
April hingga Juli secara konsisten mencatat angka tinggi, dipicu oleh rangkaian libur sekolah dan hari raya. Juni 2025 bahkan memecahkan rekor sementara dengan 9.628 kunjungan.
Dari titik terendah 1.533 kunjungan di masa pandemi (2020), kunjungan wisata reguler Malinau telah menunjukkan tren pemulihan dan pertumbuhan yang impressif:
Jika dihitung di luar agenda Irau, kunjungan reguler tetap tumbuh ke 10.365 (2021), stabil di 9.305 (2022), naik menjadi 14.567 (2023), dan melesat hingga 32.208 kunjungan pada 2024.
Proyeksi untuk tahun 2025, dengan data 44.140 kunjungan hingga September, sangat optimis untuk melampaui capaian tahun sebelumnya.
Adanya angka kunjungan lokal musiman secara reguler banyak dipengaruhi musim liburan seperti cuti bersama awal tahun baru, hingga masa cuti sekolah.
Kepala Desa Setulang, Saleh menyampaikan tren kunjungan untuk wisatawan mancanegara juga menunjukkan pola serupa.
Biasanya wisatawan mancanegara ke desa dengan 2 objek populer yakni Tane Olen dan Desa Wisata didongkrak kegiatan studi tur.
"Biasanya setiap tahun ada dari kampus luar ke sini, Hampir tiap tahun ada," katanya.
Sebagai upaya meningkatkan angka kunjungan kembali, desa-desa berimprovisasi menyesuaikan waktu musim kunjungan dengan menggelar acara kebudayaan, seperti pesta panen hingga wisata kebudayaan reguler.
Sementara angka kunjungan wisatan lokal terpola khusus pada destinasi reguler seperti pemandian hingga wisata air terjun yang tersebar di berbagai wilayah Malinau.
(*)
Penulis: Mohammad Supri