SEMPAT Disebut Mudik, Ternyata Pembunuh Ibu Hamil di Bengkulu Suaminya Sendiri, Baru Nikah 3 Bulan
Tommy Simatupang February 08, 2026 05:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Pembunuhan ibu hamil di Bengkulu ternyata dibunuh oleh suaminya sendiri. Aulia Zakrike (19) dibunuh suaminya, Oga Yunanda (23). 

Oga Yunanda sempat disebut sedang berada di rumah orangtuanya. 

Namun kenyataannya, Oga menjadi pembunuh isrtinya dengan menyelinap masuk ke rumah. 

Aulia tewas dengan kondisi leher tergorok. Padahal, Aulia sedang mengandung anak dari pelaku. 

Jasadnya ditemukan dalam kamar rumahnya pada Kamis (5/2/2026) siang.

Oga tega habisi nyawa perempuan yang dinikahi 3 bulan itu karena sakit hati.

Melansir Tribun Bengkulu, Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian penyelidikan mengarah kepada suami korban.

Dari hasil tersebut, penyidik kemudian menetapkan suami korban sebagai pelaku pembunuhan.

“Dari hasil pemeriksaan, semua petunjuk dan alat bukti mengarah ke suami korban,” ungkap Kasat kepada TribunBengkulu.com pada Sabtu (7/2/2026).

Pengakuan Pelaku Usai Pemeriksaan Intensif

Ia menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh penyidik, Oga Yunanda akhirnya mengakui perbuatannya telah menghabisi nyawa sang istri.

Pelaku membunuh korban dengan cara mencekik dan menggorok lehernya.

“Yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya kepada penyidik,” lanjut Kasat.

Motif Pembunuhan Ternyata Dendam Lama

Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, mengungkapkan bahwa motif pembunuhan tersebut dilatarbelakangi rasa sakit hati yang telah lama dipendam pelaku terhadap korban.

“Dari hasil pemeriksaan, faktor utamanya karena sakit hati. Pelaku merasa tertekan akibat berbagai permasalahan rumah tangga yang terjadi,” sampai Kasat ketika dihubungi TribunBengkulu.com pada Sabtu (7/2/2026).

Dari informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, diketahui bahwa Oga Yunanda tidak memiliki pekerjaan tetap.

Kondisi tersebut memicu konflik berkepanjangan dalam rumah tangga mereka.

Bahkan, akibat pelaku yang menganggur, pihak keluarga korban sempat meminta agar pelaku kembali ke rumah orang tuanya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, sembari mencari pekerjaan.

Selain persoalan ekonomi, hubungan rumah tangga pasangan muda ini juga kerap diwarnai cekcok dan keributan.

Sejumlah perkataan dan perlakuan yang diterima pelaku disebut semakin menumpuk menjadi dendam.

“Pelaku mengaku sakit hati, permasalahan keluarga, sehingga dendam,” lanjut Kasat.

(*/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.