SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sejumlah Tempat Penampungan dan Pembuangan Sampah alias TPS di Kota Surabaya dikeluhkan warga.
Selain dinilai mengganggu pemandangan, sampah di TPS yang kerap penuh, berada di area luaR, serta terlambat diangkut juga menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Salah satunya TPS Sementara yang berada di kawasan Jetis, tepatnya di belakang Royal Plaza Surabaya.
Baca juga: Komisi C DPRD Surabaya Sidak TPS3R Tambak Osowilangun, Tempat Olah Sampah Jadi Energi Alternatif
Yeni, seorang pedagang makanan yang telah lama berjualan di sekitar lokasi, mengaku kondisi TPS tersebut kerap membuatnya tidak nyaman.
Menurut Yeni, pemandangan kotor dan bau sampah memang cukup mengganggu, namun ia memilih tetap bertahan berjualan di lokasi tersebut.
“Kalau dibilang terganggu iya, tapi sebatas pemandangannya kotor dan kumuh saja. Soal baunya sih ya wajar, namanya dekat sampah ya pasti bau, lagi pula saya sudah lama di sini, mau pindah juga takut kehilangan pelanggan,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (7/2/26).
Keluhan serupa juga disampaikan Ilham, seorang pekerja yang menjaga distro di mall Royal Plaza.
Ia mengaku hampir setiap hari harus melewati TPS Sementara Jetis tersebut saat pulang kerja, karena lokasi kosnya yang berdekatan.
“Baunya kadang nyengat kalau lewat depan. Apalagi saya tiap hari pulang kerja pasti lewat sini, jadi cukup terasa,” ungkap Ilham.
Baca juga: Ketua Komisi C DPRD Surabaya : Optimalisasi Pengangkutan Sampah saat Kerja Bakti Warga
Berdasarkan pantauan Surya.CO.ID di lapangan, kondisi TPS Jetis tidak hanya dipenuhi satu atau dua gerobak sampah.
Terlihat belasan gerobak dalam kondisi penuh, bahkan terus diisi dari truk sampah yang silih berganti datang.
Bahkan pada akhir pekan sakalipun.
Sayangnya, gerobak-gerobak tersebut tidak segera dimasukkan ke area TPS, sehingga bau sampah menyebar cukup menyengat, terlebih saat angin bertiup kencang.
Kondisi serupa juga terjadi di TPS Bratang.
Padahal lokasi TPS Bratang ini bersebelahan persis dengan Sentra Wisata Kuliner RMI - Komplek Kebun Bibit.
Baca juga: Tangani Soal Sampah Di Kawasan Wisata, Gubernur Khofifah Terbitkan Kepgub
Sampah yang menggunung menjadi kondisi yang tak sedap dipandang.
Bahkan pada akhir pekan, sejumlah gerobak sampah masih terlihat penuh dan belum diangkut.
Selain itu, sampah juga tampak menumpuk di luar area TPS.
Okta, salah satu pengguna jalan yang ditemui saat sedang berolahraga lari di sekitar lokasi TPS Bratang, mengaku menyayangkan kondisi tersebut.
Menurutnya, akhir pekan seharusnya menjadi waktu kawasan lebih bersih karena banyak warga beraktivitas di luar rumah.
“Harusnya kalau akhir pekan kan banyak orang olahraga, kemudian mampir makan di sentra kuliner. Gerobaknya mestinya sudah kosong dan sampah sebaiknya ada di dalam TPS, biar enggak bau,” ujar Okta.
Kondisi yang sama tidak hanya terjadi pada TPS besar saja, TPS kecil seperti TPS Jemur Wonosari pun demikian.
Pengamatan SURYA.CO.ID di TPS Jemur Wonosari, hanya satu hingga dua diantara lima pekerja saja yang tampak bekerja.
Kondisi ini membuat sampah sampah masih terlihat memenuhi gerobak sampah.
Warga berharap pengelolaan sejumlah TPS di Surabaya dapat lebih diperhatikan, terutama terkait ketepatan waktu pengangkutan sampah, serta penempatan sampah yang tidak berada di luar TPS, agar tidak mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar.