Tim Kemenkes Berikan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Terdampak Bencana Alam di Gayo Lues
Rizwan February 08, 2026 05:46 PM

TRIBUNGAYO.COM - Langkah pemerintah melakukan pemulihan pascabencana alam di Aceh terus dilakukan.

Seperti halnya Tim Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan RI Batch 4 sudah beberapa waktu terakhir berada di Gayo Lues.

Tim relawan dari Kemenkes itu terus bergerak memberikan pelayanan kesehatan komprehensif bagi masyarakat terdampak bencana alam yang terjadi akhir November 2025 lalu.

Melansir Serambinews.com, Tim Kemenkes melakukan kegiatan tersebut memasuki hari ketujuh, Sabtu (7/2/2026).

Tim memfokuskan aksi lapangan di Desa Singah Mulo dan Desa Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung.

Pelayanan tersebut dilakukan sebagai bagian dari respon kesehatan pascabencana yang dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, dipimpin langsung oleh dr Muhammad Sidiq, SpU dari Ikatan Ahli Urologi Indonesia selaku Ketua/PIC tim. 

Misi diperkuat oleh tenaga ahli lintas profesi.

Tim diperkuat oleh Khairul Fajri, SKM, MKM dari Balai Kekarantinaan Kesehatan Banda Aceh dan Lismawati, SKM, MKM dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues.

Selain itu, hadir pula drg Apriliadi Saputra mewakili PDGI Provinsi Aceh, serta duet perawat dari RSUD Aceh Besar, Muhammad, AMd, Kep dan Atinah, AMd, Kep.

Baca juga: CISAH Gelar Trauma Healing Berbasis Budaya untuk Pulihkan Luka Batin Seniman Aceh Utara Pascabanjir

Kekuatan tim semakin lengkap dengan kehadiran Devita Annisa, AMd, Gz, tenaga gizi dari Nusantara Sehat PKM Trumon, Aceh Selatan.

Tangani 101 Pasien dalam Sehari

Dalam aksi yang berlangsung di wilayah kerja Puskesmas Gumpang tersebut, tim berhasil menangani total 101 pasien. 

Data medis menunjukkan mayoritas pasien berasal dari usia produktif dan lansia dengan keluhan penyakit yang beragam.

Berdasarkan laporan tim, kasus terbanyak yang ditangani meliputi:

Dispepsia: 27 kasus, ISPA: 24 kasus, Osteoarthritis: 17 kasus, Hipertensi: 15 kasus

Selain penyakit tersebut, tim juga menangani berbagai kasus penyakit kulit dan gangguan kesehatan umum lainnya yang muncul pascabencana.

Seluruh tindakan medis ini dilakukan melalui pendekatan kuratif yang melibatkan kolaborasi antara dokter umum dan dokter gigi secara langsung di lokasi.

Tak hanya memberikan pengobatan kuratif oleh dokter umum dan dokter gigi, tim juga melakukan langkah preventif yang sangat ketat.

Di sektor gizi, tim melakukan kunjungan langsung ke rumah warga (home visit).

Sementara di sektor pencegahan penyakit menular, penyuluhan Tuberkulosis (TB) dilakukan kepada 20 warga sekitar.

Sebagai langkah konkret pencegahan penyakit menular pada kelompok anak, Tim TCK Kemenkes melaksanakan imunisasi tambahan MR (Measles & Rubella). 

Dari total 20 anak usia 9–59 bulan yang menjadi sasaran, sebanyak 19 anak berhasil mendapatkan imunisasi.

Tim memastikan seluruh proses, mulai dari penggunaan vaksin hingga logistik, tetap mengikuti standar ketat rantai dingin (cold chain) untuk menjamin efikasi vaksin di lokasi bencana.

Disamping memberikan pelayanan kesehatan, tim yang beranggotakan Khairul Fajri, Lismawati, Muhammad, Atinah, dan Devita Annisa ini juga melakukan pengawasan ketat terhadap fasilitas air bersih di 10 rumah warga.

Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi dan memitigasi faktor risiko penyakit berbasis lingkungan.

Meski demikian, tim mencatat beberapa kendala signifikan di lapangan, seperti: keterbatasan alat pemeriksaan penunjang, hambatan komunikasi dan bahasa dengan warga lokal, keterbatasan dukungan lokal, dan menipisnya stok beberapa jenis obat esensial.

Menyikapi hal tersebut, narasumber tim, Khairul Fajri, SKM, MKM, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Gayo Lues dan Puskesmas setempat guna pemenuhan logistik medis.

"Tim telah melakukan koordinasi dengan Dinkes Kabupaten Gayo Lues, unit farmasi, dan Puskesmas setempat untuk pemenuhan logistik, serta melaksanakan edukasi gizi dan pengendalian vektor DBD," ujarnya dalam keterangan yang diterima Serambinews.com, Minggu (8/2/2026).

Rencana ke depan, Tim TCK Kemenkes Batch 4 dijadwalkan akan melanjutkan pelayanan ke Desa Serkil.

Fokus utama selanjutnya adalah pengawasan fasilitas sanitasi di lokasi pengungsian guna mencegah potensi wabah penyakit seperti DBD, dan memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga.

"Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Kementerian Kesehatan RI dalam menjamin akses layanan kesehatan yang cepat dan terpadu bagi masyarakat di wilayah terpencil yang sulit dijangkau pascabencana," pungkas Khairul Fajri.

(Serambinews.com/Yeni Hardika)

Baca juga: Korban Banjir Bandang Gayo Lues Terkena ISPA dan TB, Relawan Kemenkes RI Laporkan Kekurangan Obat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.