TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jelang Ramadan 1447 H/ 2026, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul mengimbau pedagang kaki lima (PKL) yang menjual kuliner makanan dan minuman untuk memastikan keamanan pangan.
Kepala DKUKMPP Kabupaten Bantul, Prapta Nugraha, memberikan imbauan tersebut mengingat pada momen sebelum-sebelumnya kerap bermunculan pelaku usaha makanan dan minuman.
Namun, usaha tersebut perlu dibarengi dengan panganan yang aman untuk dikonsumsi masyarakat.
"Sebentar lagi kan ada Ramadan ya, tentu teman-teman pelaku usaha makanan dan minuman memanfaatkan peluang itu. Harapannya, barang yang dijual memang benar-benar aman, baik dari ketahanan maupun produknya," ucap dia, Minggu (8/2/2026).
Selain itu, pihaknya berharap kepada pelaku usaha makanan dan minuman di Bumi Projotamansari yang biasanya bermunculan di tepi-tepi jalan selama Ramadan agar tertib, tidak mengganggu layanan umum, sehingga tidak mengganggu hak pengguna jalan saat berjualan.
Pihaknya pun akan memberikan imbauan itu melalui asosiasi PKL.
Apalagi, di beberapa titik jualan makanan dan minuman di Kabupaten Bantul, kata Parapta, ada yang tergabung dalam PKL termasuk di kawasan Lapangan Paseban Bantul.
"Untuk target perputaran uang, enggak (belum ada). Cuman, momentum Ramadan nanti bisa menjadi lahan peningkatan pendapatan PKL," ujar Prapta.
Baca juga: Data BPBD Kerusakan Dampak Gempa Pacitan di Bantul dan Kota Yogyakarta
Walau belum mematok target perputaran uang selama Ramadan, namun Prapta berharap dengan munculnya PKL baru saat momen Ramadan juga bisa meningkatkan perekonomian dan bisa mengendalikan harga komoditas di pasaran.
"Memang, stok komoditas saat ini masih aman. Kalau stok barang dasarnya terkendali, otomatis harga jualnya tidak terlalu naik di pasaran," tuturnya.
Lebih lanjut, Prapta menyebut bahwa pihaknya masih melakukan kerja sama dengan jajaran instansi terkait di DI Yogyakarta untuk melakukan pengendalian pangan.
"Kemarin kita juga sudah melakukan operasi pasar di Kapanewon Pandak bersama DIY. Kalau sidak di pasar-pasar, itu sudah rutin kita lakukan dengan menerjunkan petugas pegawai pasar," tutup dia.(*)