Misteri Hilangnya Pelajar di Jambon Ponorogo: Warga Gelar Tradisi 'Buk-Buk Teng' di Kawasan Keramat
Sudarma Adi February 08, 2026 07:14 PM

Laporan Wartawan Tribunjatim Network , Pramita Kusumaningrum

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Warga Dukuh Gupit, Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jatim menggelar tradisi buk-buk teng.

Hal ini bukan tanpa sebab. Lantaran pelajar bernama  Adi Saputra, warga setempat dilaporkan hilang sejak Jumat (6/2/2026).  

Hingga Minggu (8/2/2026), pelajar hilang berusia 14 tahun ini tak kunjung ketemu.

Baca juga: Gebrakan MBG: Badan Gizi Nasional Warning Mitra di Pacitan & Ponorogo, Nggak Bener, Saya Sikat!

Tradisi Buk-Buk Teng: Mengusik 'Penunggu' Agar Korban Dilepaskan

Pencarian dengan tradisi buk-buk teng viral diberbagai media sosial (medsos). Salah satunya yang mengupload adalah Instagram @infoponorogo. 

“Iki proses goleki wong ilang kanthi cara tradisional buk buk theng/buk theng keok! Kronologine enek bocah jenenge Adi lha dhik wingi awan jare metu saka omah ora balik-balik nganti tekan wengi akhire digoleki karo warga. Semoga lekas ketemu, Adi putra Bapak Jiman & lbu Parmi. Alamat Dukuh Gupit, Bulu Lor, Jambon. Nek enek sing kleru benakna ya cah. (Ini proses mencari orang hilang dengan cara tradisional buk buk teng/buk teng keok. Kronologinya ada bocah bernama Adi, hla kemarin siang hilang . Informasinya keluar dari rumah tidak kembali ke rumah sampai malam akhirnya dicari warga. Semoga lekas ketemu, Adi anaknya bapak Jiman dan Ibu Parmi, Alamat Dukuh Gipit, Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon. Kalau ada yang keliru tolong perbaiki ya),” tulis akun @infoponorogo.

Video yang diupload @infoponorogo berdurasi 51 detik. Terlihat beberapa warga melakukan pencarian membawa kentongan dan lain-lain.

“Balik le. Ng ndi kowe (balik le, kamu dimana),” sebut orang dalam video disambung dengan suara Teng teng teng teng teng teng

Informasi dihimpun, kronologi kejadian, berdasarkan laporan resmi dari Polsek Jambon, Adi terakhir terlihat meninggalkan rumah pada Jumat pukul 11.00 WIB setelah pulang sekolah.

Saat itu, Adi sempat berganti pakaian menjadi kaos olahraga SMPN 1 Jambon dan celana panjang biru dongker sebelum pergi lagi tanpa pamit dan tanpa mengenakan alas kaki.

“Sudah dilaporkan ke polisi pada Sabtu, 7 Februari 2026 kemarin. Kami laporan karena pencarian mandiri tak membuahkan hasil,” ungkap Kepala Desa Bulu Lor Agus Siswanto, Minggu (8/2/2026).

Diketahui, bahwa pencarian dengan cara "Buk-Buk Teng", suasana di Desa Bulu Lor tampak riuh.

Baca juga: Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita Resmikan UMKM Air Frezz, Dorong Kebangkitan Lokal

Puluhan warga berkumpul untuk melakukan pencarian di area yang dianggap keramat, yakni kawasan Midodareni yang berdekatan dengan hutan dan pegunungan.

Sekdes Bulu Lor, Siti Maryam, menyatakan bahwa cara ini merupakan warisan turun-temurun saat menghadapi peristiwa orang hilang yang diduga berkaitan dengan hal supranatural.

"Berdasarkan adat desa sini, dilakukan Buk-Buk Teng. Harapannya, kalau memang (anak tersebut) dibawa oleh makhluk halus, penunggunya akan merasa terganggu atau 'berjoget' karena suara gaduh itu, sehingga anaknya segera dilepaskan," tegasnya.

Menurutnya, kejadian hilangnya Adi nyaris berbarengan dengan kejadian tenggelamnya 4 bocil di Desa Sidoharjo. 

Ciri-Ciri Korban

Pihak keluarga dan kepolisian mengimbau bagi siapa saja yang melihat remaja dengan ciri-ciri berikut agar segera melapor:

• Tinggi badan: ± 163 cm

• Perawakan: Sedang

• Rambut: Pendek keriting

• Warna kulit: Putih bersih

• Pakaian terakhir: Kaos olahraga SMPN 1 Jambon, celana biru dongker, tanpa sandal.

Jika memiliki informasi, masyarakat dapat menghubungi Polsek Jambon di (0352) 751598 atau langsung ke pihak keluarga di nomor 081388245859 an Agus Siswanto. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.