SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Menjelang bulan suci Ramadan, harga getah karet kering di sebagian wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ilir sedikit mengalami peningkatan nilai jual.
Di beberapa wilayah seperti Kecamatan Mesuji Raya OKI, harga jual karet mingguan kini dibanderol di kisaran Rp 13.000 per kilogram.
Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 11.500 per kilo.
"Terakhir saya jual kemarin sudah Rp 13.000 per kilo. Alhamdulillah, mendekati bulan puasa harga terus naik sedikit demi sedikit dari minggu lalu yang masih Rp 11.500," ujar seorang petani, Nawawi dihubungi pada Minggu (8/2/2026) siang.
Meski sedang ada kenaikan harga ini. Ia tetap waspada karena harga komoditas sering kali berubah-ubah tanpa kepastian (fluktuatif).
Dalam beberapa bulan terakhir, harga karet di pasaran bak roller coaster dengan rentang antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per kilonya
"Memang sedang tidak menentu. Awal tahun 2026 lalu saja sempat jatuh di harga Rp 10.000 per kilo. Jadi kenaikan sekarang sangat kami syukuri," bebernya
Namun, kenaikan harga ini belum sepenuhnya menjadi berkah bagi petani. Tingginya intensitas hujan di wilayah OKI belakangan ini menjadi kendala utama.
Hujan deras membuat para petani sering kali gagal menyadap (nderes) karena getah karet bisa hanyut terbawa air.
"Bukan cuma harganya yang naik turun, tapi hasilnya juga berkurang. Dari satu hektar lahan, sekarang saya cuma dapat sekitar 100 kilo setiap dua minggu sekali panen," keluhnya.
Bagi petani seperti Awi, berapapun harga jual yang ditetapkan pasar, mereka terpaksa menerima demi menyambung hidup.
Hasil dari karet inilah yang dipakai memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari hingga membiayai sekolah anak.
Besar harapannya agar pemerintah atau pasar bisa menstabilkan harga karet di atas Rp 15.000 per kilo.
"Kami berharap harga bisa kembali naik tinggi dan stabil. Kalau harganya bisa di atas Rp 15.000 dan pendapatan stabil, barulah ekonomi kami bisa benar-benar sejahtera," pungkasnya.
Baca juga: Insiden di Jalan Sempit dan Berliku, Sopir Ambulans Paruh Baya Dipukul Saat Antar Pasien Kritis
Baca juga: Nelangsa Pejuang Rupiah di Sumsel, Kerja Hingga Malam Malah Kena Begal