Kecerdasan Buatan atau Artificial Intellegence Tidak akan Bisa Menggantikan Peran Manusia
tarso romli February 08, 2026 09:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kecerdasan buatan atau AI tidak akan bisa menggantikan peran manusia.  Hal itu disampaikan Instruktur Pertama BPPTIK Komdigi Katrina Fermasari saat menjadi narasumber kegiatan Generasi Digital dan AI (GENsi) yang dilakukan di kampus Universitas Sriwijaya (UNSRI).

Ia menegaskan manusia tidak perlu khawatir AI akan menggusur peran manusia.

Namun demikian, manusia memang harus melatih diri dan membiasakan diri dengan perubahan yang ada.

Sebab, walaupun menolak keberadaan AI, jika sumber daya manusia (SDM) tidak diperbarui atau tidak di-update dan masih menggunakan standar lama, maka AI dikhawatirkan memang dapat menggantikan pekerjaan manusia.

Namun pada dasarnya, AI tidak akan bisa menggantikan pekerjaan manusia, karena AI sendiri dibuat oleh manusia sehingga tetap memerlukan manusia untuk mengendalikannya.

Selain itu, AI juga tidak memiliki rasa. Oleh sebab itu, manusia masih diperlukan untuk mengontrol serta memastikan apakah mesin pencarian atau data yang digunakan benar atau tidak.

"AI hanya berfungsi untuk merangkum, memudahkan, dan mempercepat pekerjaan, kontrol, rasa dan lainnya masih harus ditentukan oleh manusia sebab tidak semua yang disajikan AI benar, bisa saja salah," katanya, Minggu (8/2/2026).

Oleh karena itu, tidak perlu khawatir bersaing dengan AI, tetapi justru gunakan AI untuk mempermudah pekerjaan. Jangan menjadikan AI sebagai musuh atau tantangan dalam bekerja.

Ibaratnya, manusia tidak perlu berlari berlomba dengan sepeda motor, melainkan mengendarai sepeda motor agar sampai ke tujuan lebih cepat. Begitulah gambaran penggunaan dan penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, kecerdasan atau teknologi apa pun tetap memerlukan kontrol manusia agar dapat bergerak dan digunakan sesuai dengan yang diinginkan.

Selain itu, pemanfaatan AI juga harus mengikuti etika yang berlaku agar tidak menimbulkan kerugian atau kesalahan khususnya kejahatan ciber yang digunakan oleh orang tidak bertanggung jawab.

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) bersama Nokia menghadirkan program GENsi (Generasi Digital dan AI) di Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi digital, keamanan siber, dan kesiapan talenta AI di tingkat daerah yang diikuti 150 peserta dari berbagai kampus.

Agus Sulistio, EVP Head of Circle Sumatera Indosat Ooredoo Hutchison,  menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen Indosat dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di wilayah Sumatera.

“Melalui GENsi, kami ingin memastikan talenta muda di Palembang tidak hanya menjadi penonton dalam transformasi AI, tetapi menjadi pemain aktif yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memecahkan isu-isu lokal di lingkungan mereka. Literasi digital dan pemahaman AI yang kuat adalah fondasi penting agar transformasi digital benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujar Agus.

Materi pelatihan dalam program ini mencakup berbagai aspek penting di era digital, mulai dari literasi digital dasar, keamanan siber, hingga pengenalan AI agents.

Peserta juga dibekali dengan pemahaman mengenai etika penggunaan AI agar mampu menavigasi dunia digital secara aman, bertanggung jawab, dan bijak. Fokus utama dari sesi ini adalah memberikan kemampuan praktis yang dapat langsung diimplementasikan dalam konteks sehari-hari.

Keberhasilan inisiatif ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Indosat memimpin program ini dengan dukungan penuh dari Nokia sebagai mitra strategis yang membawa perspektif industri teknologi global dan
BPPTIK Komdigi turut terlibat sebagai mitra pemerintah untuk memastikan program selaras dengan agenda literasi digital nasional, serta kumpul sebagai mitra pelaksana desain pembelajaran.

Baca juga: Landmark Baru Kota Palembang Diresmikan di Bandara Internasional SMB II

Baca juga: Aksi TNI Dua Hari Tiga Malam di Ponton Terobos Arus Deras, Angkut Material Jembatan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.