TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING – Wakil Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Muhklisin, menyebutkan bahwa Sekolah Rakyat (SR) di Kuansing ditargetkan mulai menerima peserta didik baru pada tahun 2027 mendatang.
Hal itu seiring progres pembangunan fisik yang terus berjalan.
Muhklisin, Minggu (8/2/2026) mengatakan, berdasarkan informasi dari Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Riau, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), progres pembangunan Sekolah Rakyat saat ini telah mencapai sekitar 6 persen.
Pembangunan ditargetkan rampung pada Juli 2026 jika tidak ada kendala cuaca dan material.
"Hingga saat ini belum ada kendala berarti yang mengganggu proses pembangunan, semoga prosesnya lancar," ujarnya.
Sekolah Rakyat Kuansing dibangun di atas kawasan terpadu dan akan terdiri dari 22 gedung dengan berbagai fasilitas pendukung.
Fasilitas tersebut meliputi asrama putra dan putri, asrama guru, ruang kelas, serta sarana penunjang lainnya seperti fasilitas olahraga dan masjid.
Muhklisin menjelaskan, Sekolah Rakyat ini dirancang menjadi pusat pendidikan terpadu di Kuansing untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Untuk wilayah Riau, Kuantan Singingi menjadi daerah pertama yang mendapatkan pembangunan fisik Sekolah Rakyat yang bersumber dari APBN, dengan nilai anggaran sekitar Rp239 miliar,” jelas Muhklisin.
Baca juga: DPRD Riau Minta Daerah Lain Berpotensi Usulkan Pertambangan Rakyat Seperti Kuansing
Dengan konsep pendidikan terpadu dan dukungan penuh dari pemerintah pusat, Sekolah Rakyat diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kuansing secara berkelanjutan.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu untuk mendaftarkan anak-anak mereka ke Sekolah Rakyat.
Menurutnya, seluruh kebutuhan peserta didik akan ditanggung sepenuhnya oleh negara.
“Di Sekolah Rakyat, semua kebutuhan anak-anak mulai dari makan, tempat tinggal, kesehatan hingga keperluan pribadi ditanggung negara,” ujarnya.
Muhklisin juga menanggapi kekhawatiran sebagian orang tua, khususnya yang ingin memasukkan anaknya ke Sekolah Rakyat tingkat SD karena sistem asrama.
“Ada kekhawatiran orang tua karena anak harus tinggal di asrama, namun tidak perlu khawatir. Semua akan diurus sebaik mungkin, mulai dari gizi, kesehatan hingga kebutuhan pribadi akan diperhatikan secara maksimal,” tegasnya.
( Tribunpekanbaru.com / Guruh BW )