WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengerukan Kali Ciliwung di Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Jakarta Selatan, Santo, mengatakan, pengerukan kali menjadi titik konsentrasi kerja bakti lintas kecamatan se-Jakarta Selatan.
Meski terpusat di satu lokasi, pelaksanaannya tetap tersebar di tingkat kota.
Baca juga: Antisipasi Banjir, Pemkot Jaksel Targetkan Pengerukan 250 Saluran PHB dan Sungai
"Penyelesaian pengerukan Kali Ciliwung ini sekitar dua bulan," kata Santo kepada wartawan, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan serupa juga dilakukan secara rutin di wilayah lainnya.
Menurutnya, kerja bakti telah menjadi agenda bulanan Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel).
Baca juga: Pramono Tinjau Pengerukan Kali Cakung Lama, Normalisasi Sungai Jadi Prioritas
Dalam upaya mempercepat pengerukan Kali Ciliwung, Sudin SDA Jakarta Selatan mengerahkan dua unit ekskavator, lima unit dump truk, serta melibatkan pasukan pelangi.
Total personel yang diturunkan mencapai sekitar 600 orang, termasuk unsur TNI dan Polri.
Untuk pembersihan lingkungan permukiman di sekitar lokasi, Santo menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu satu hari.
Baca juga: Pramono Alihkan Fokus Pengerukan Sungai ke Jakarta Barat Usai Banjir Parah Januari
Hujan rintik turun sejak Minggu pagi di Rawajati, Pancoran, tak menyurutkan langkah ratusan orang yang berkumpul di bantaran Kali Ciliwung.
Mengenakan seragam lapangan, mereka bergerak serempak membersihkan lingkungan dalam kerja bakti massal bertajuk Jaga Jakarta.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan menggelar kerja bakti massal sejak pukul 07.00 WIB.
Baca juga: Permudah Pengerukan Sungai, Pemprov DKI Jakarta Bakal Perbanyak Jembatan Buka Tutup
Sekira 600 personel gabungan Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Selatan terdiri dari Pemkot, TNI serta Polri diterjunkan.
Di tengah gerimis, alat berat mulai melakukan pengerukan Kali Ciliwung segmen Jalan Bina Warga.
Kerja bakti kali ini juga dilakukan pengurasan saluran inlet pompa dan outlet pintu air di tanggul Kali Ciliwung dan pembersihan sampah di lingkungan RW 07 Rawajati.
Baca juga: Permudah Pengerukan Sungai, Rano Karno Minta Jembatan di Jakarta Bisa Buka Tutup Seperti di Belanda
Wali Kota Jakarta Selatan, M Anwar, mengatakan, kerja bakti ini dapat dilakukan meski cuaca diguyur hujan rintik.
Ia menjelaskan, kerja bakti difokuskan pada pengerukan sedimen di Kali Ciliwung yang dinilai sudah cukup tinggi.
Petugas juga menyasar lingkungan permukiman sambil mengajak masyarakat menjaga kebersihan.
"Sedimen Kali Ciliwung sudah sangat tinggi dan akan kami keruk semuanya," kata Anwar menambahkan, sampah kerap menjadi penyebab kerusakan pompa air di wilayah tersebut.
Normalisasi Saluran Air
Terkait normalisasi saluran air, Anwar menyebutkan Jakarta Selatan memiliki sekitar 250 saluran penghubung (PHB) yang perlu dinormalisasi.
Saluran tersebut dinilai krusial karena sering menjadi titik penyumbatan guna pengendalian banjir.
"Rata-rata penyumbatan terjadi di PHB karena di bawahnya terdapat utilitas seperti pipa dan lainnya," katanya.
Dalam upaya pencegahan banjir, Anwar mengungkapkan pihaknya telah menginstruksikan kerja bakti rutin sejak sebulan lalu, yakni setiap Selasa, Jumat, dan Minggu, serta kerja bakti skala besar sebulan sekali.
Selain kerja bakti, Pemkot Jaksel juga melakukan berbagai langkah lain.
Seperti normalisasi sungai sejak enam bulan lalu, pengerukan sedimen di Kali Krukut dan Kali Ciliwung, pembangunan serta normalisasi embung, hingga pembuatan sumur resapan.
"Sumur resapan yang kami buat bukan yang dangkal, melainkan sedalam 30 meter, dalam waktu 20 menit bisa menyerap hingga 10 ribu liter air," kata Anwar. (m31)