Dipicu Sakit Hati dan Dendam, Suami di Lebong Bengkulu Tega Bunuh Istri yang Baru Dinikahi
Moch Krisna February 08, 2026 09:32 PM

 





TRIBUNSUMSEL.COM --
Aksi pembunuhan keji dilakukan Oga Yunanda (23) terhadap Aulia Zakrike (19) istri yang baru dinikahinya Kamis lalu (5/2/2026).

Aulia warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Bengkulu ditangan sang suami.

Tindakan pembunuhan tersebut dilatarbelakangi sakit hati yang telah lama dipendam pelaku terhadap korban.

Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh melansir Tribunbengkulu.com.

“Dari hasil pemeriksaan, faktor utamanya karena sakit hati. Pelaku merasa tertekan akibat berbagai permasalahan rumah tangga yang terjadi,”ujar AKP Darmawel.

Diketahui bahwa Oga Yunanda tidak memiliki pekerjaan tetap.

Kondisi tersebut memicu konflik berkepanjangan dalam rumah tangga mereka.

Bahkan, akibat pelaku yang menganggur, pihak keluarga korban sempat meminta agar pelaku kembali ke rumah orang tuanya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, sembari mencari pekerjaan.

Selain persoalan ekonomi, hubungan rumah tangga pasangan muda ini juga kerap diwarnai cekcok dan keributan.

Sejumlah perkataan dan perlakuan yang diterima pelaku disebut semakin menumpuk menjadi dendam

“Pelaku mengaku sakit hati, permasalahan keluarga, sehingga dendam,” lanjut Kasat.

Puncaknya, pelaku nekat melakukan aksi kejam dengan menghabisi nyawa istrinya menggunakan senjata tajam jenis pisau dapur.

Dalam aksinya, diduga terjadi pertengkaran terlebih dahulu antara pelaku dan korban.

Saat kejadian, rumah dalam kondisi sepi karena kedua orang tua korban tengah bekerja.

Pelaku diduga mencekik leher korban, lalu menggorok leher korban hingga menyebabkan luka fatal di bagian tenggorokan.

Akibat perbuatannya, pelaku kini telah diamankan pihak kepolisian dan menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Lebong untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan dan kita tahan,” tutup Kasat.

 

Beri Keterangan Palsu

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, saat peristiwa terjadi korban diketahui berada seorang diri di rumah.

Ibu korban yang berprofesi sebagai guru tengah mengajar di salah satu sekolah, sementara ayahnya sedang bekerja berjualan di pasar.

Adapun suami korban, Oga, juga tidak berada di lokasi kejadian.

Diketahui pula, korban dan suaminya sudah beberapa hari tidak tinggal serumah.

Suami korban disebut pulang ke rumah orang tuanya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya.

Warga sekitar mengaku tidak mendengar adanya suara mencurigakan maupun keributan sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

“Ibunya guru, bapaknya jualan. Dia anak tunggal. Kami tidak dengar ada ribut-ribut sebelumnya,” sampai salah satu warga setempat.

Berdasarkan keterangan suami korban kepada penyidik, sekitar pukul 11.00 WIB ia menghubungi ayah mertuanya.

Saat itu, Oga mengaku memiliki firasat buruk terkait kondisi istrinya.

Mendapat kabar tersebut, ayah korban langsung pulang ke rumah untuk memastikan keadaan putrinya. 

Setibanya di rumah, ia mendapati Aulia telah tergeletak tidak bernyawa di dalam kamar dengan luka sayatan di bagian leher serta darah berceceran di sekitar tubuh korban.

Ayah korban kemudian menghubungi kembali menantunya dan menyampaikan bahwa putrinya mengalami kecelakaan, tanpa menjelaskan secara rinci kondisi sebenarnya. 

Tak lama berselang, Oga datang ke rumah korban bersama ibunya dan mendapati sang istri telah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

Kondisi kamar korban yang berantakan serta sejumlah luka di tubuh korban semakin menguatkan dugaan adanya perlawanan sebelum korban meninggal dunia.

 

Leher Ada Luka Sayatan

Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, mengungkapkan kondisi korban saat pertama kali ditemukan sangat mengenaskan.

Pada bagian leher korban terdapat luka sayatan yang cukup parah.

Korban ditemukan dalam kondisi batang tenggorokan nyaris putus.

"Selain luka sayatan, juga didapati adanya bekas cengkeraman kuku di sekitar luka pada leher korban,” ungkap Darmawel.

Perkiraan Waktu Kematian Korban

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh tim medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar enam jam sebelum ditemukan.

“Sesuai keterangan dokter, korban sudah meninggal kurang lebih enam jam sebelum ditemukan. Hal itu diperkuat dengan kondisi mayat yang sudah mulai kaku,” jelasnya.

 

Kronologi Kejadian

Pihak kepolisian mengungkap kronologi penemuan jasad perempuan hamil berusia 19 tahun tewas bersimbah darah di Lebong, Bengkulu pada Kamis (5/2/2026) siang.

Korban bernama Aulia Zakrike (19) warga Desa Air Kopras Kecamatan Pinang Belapis, Lebong, Bengkulu.

Aulia diketahui merupakan pengantin muda yang baru sekitar tiga bulan menikah.

Korban juga disebut tengah mengandung bayi atau hamil. 

Ia ditemukan tewas dengan kondisi leher tergorok di dalam kamarnya.

Kasi Humas Polres Lebong, Iptu Hadi Sutrisno, melalui Kasubsi PIDM Humas, Aipda Syaiful Anwar menjelaskan kronologi penemuan korban bermula saat ayah korban pulang dari berjualan di Pasar Muara Aman.

Saat itu ayah korban masuk ke dalam rumah dan masuk ke kamar korban.

Saat masuk ke kamar anaknya, ayah korban menemukan korban telah dalam kondisi leher tersayat akibat senjata tajam jenis pisau dapur dengan posisi telentang. 

"Saat itu kondisi korban sudah meninggal dunia dan berlumuran darah," jelas Syaiful. 

Melihat kejadian tersebut, ayah korban langsung suami korban yang saat itu sedang bekerja.

Kemudian ayahnya menutupi jenazah anaknya dengan selimut dan memberi tahu tetangga tentang kejadian tersebut. 

Korban diduga kuat menjadi korban tindak kekerasan atau pembunuhan.

Jenazah korban langsung dievakuasi aparat kepolisian dan dibawa ke RSUD Lebong untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk proses visum atau autopsi. 

"Masih diduga, kita tunggu hasil pemeriksaan ya,jenazah korban sekarang di rumah sakit," lanjut Syaiful. 

Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka sayatan senjata tajam pada leher korban.

Luka gorokan di leher korban cukup dalam dengan banyak dalam mengalir. 

"Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian tersebut," tutup Syaiful.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.