TRIBUN-BALI.COM - Suasana duka dirasakan kerabat I Wayan Rencana Yasa (37), warga asal Banjar Tengah, Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung yang meninggal dunia karena tersambar petir saat memancing di Danau Batur, Minggu (8/2/2026).
Terlebih korban meninggalkan dua anak yang semuanya masih balita. Kepala Dusun Banjar Tengah, Desa Nyanglan, I Wayan Purwa Antara menjelaskan, I Wayan Rencana Yasa saat itu pergi mancing ke Danau Batur bersama 3 orang lainnya yang semuanya masih berkerabat.
"Mereka itu kerabat semua, mereka tidak sering mancing, hanya mengisi waktu luang saja," ungkap Wayan Purwa Antara, saat dikonfirmasi Minggu (8/2/2026) malam.
Ia tidak menyangka, keberangkatan mereka mancing justru menjadi musibah. Mereka tersambar petir ketika mancing saat hujan di tepian Danau Batur.
Akbat musibah itu, I Wayan Rencana Yasa meninggal dengan luka bakar. Sementara ada dua lainnya yang juga menjadi korban. "Ada satu orang yang masih perawatan di rumah sakit," jelasnya.
Baca juga: 2 TRUK Terjun ke Jurang di Nusa Penida Bali, Kecelakaan Dipicu Jalur Ekstrem!
Baca juga: Bus Berpenumpang Pamedek Tabrak Pikap Saat Nyalip di Jembrana
Sementrara jenazah I Wayan Rencana Yasa sudah dibawa oleh keluarga dan sementara dititip di RSUD Klungkung. Rencananya akan dilakukan upacara pengabenan, terhadap jenazah pada Senin (9/2/2026) di Krematorium Pau.
Wayan Rencana Yasa yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, diketahui meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih balita. "Anak pertamanya masih umur 2,5 tahun, anak keduanya masih 1 tahun. Kedua anaknya masih balita," ungkap Wayan Purwa Antara. (mit)
Nasib nahas menimpa para pemancing saat memancing di Danau Batur, kawasan Banjar Tirta Husada, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Bangli, Minggu (8/2) sekitar pukul 14.30 Wita. Yakni, I Wayan Rencana Yasa (37) asal Banjar Klod, Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung meregang nyawa karena tersambar petir.
Sementara itu, dua korban lainnya, Wayan Wirawan dan Ketut Bagiada, juga warga Banjar Klod, mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD Bangli untuk mendapatkan perawatan medis.
Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Ketut Gede Ratwijaya saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Kata dia, berdasarkan keterangan, Kadek Dwi Setia Gunawan, korban dan saksi berangkat dari kediamannya untuk memancing di Danau Batur. Saat hujan lebat, petir menyambar dan menyebabkan korban meninggal dunia di tempat, sementara dua korban lainnya mengalami luka-luka.
Hasil pemeriksaan luar oleh PS. Kasi Dokkes Polres Bangli, Pendda I Wayan Rudi Harta, Amd. Kep., S.H, terhadap korban yang meninggal dunia, menunjukkan adanya luka pada leher sebelah kanan sampai kepala belakang, luka bakar pada lengan kanan, dada atas sebelah kanan, betis kanan bagian belakang, dan paha kanan.
Sementara itu, hasil pemeriksaan korban 2 dan 3 oleh dr. Sri Yuntari menunjukkan bahwa korban 2 mengalami luka bakar pada tangan sebelah kanan dan paha sampai betis sebelah kiri bagian dalam, sedangkan korban 3 mengalami luka pada telapak kaki kiri akibat menolong korban 1.
"Pihak keluarga korban menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi. Jenazah korban telah dibawa ke RSUD Klungkung untuk dititipkan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga," ujarnya.
Ratwijaya menjelaskan bahwa sebelum tragedi tersebut terjadi, kawasan Danau Batur tengah diguyur hujan lebat. "Kami mengimbau pada masyarakat agar menghindari kawasan terbuka saat sedang terjadi hujan petir, terlebih lagi para pemancing, dimana pancing sangat rawan tersambar petir," jelasnya. (weg)
Keluarga Terima sebagai Musibah
Sementara informasi dihimpun Tribun Bali, para keluarga korban telah berdatangan dari Klungkung ke Batur. Merekapun menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah.
Diketahui korban tewas selama ini bekerja sebagai sopir. Sementara jenazah korban sementara dititipkan di RSUD Klungkung sembari menunggu rapat keluarga terkait prosesi kematian korban. (weg)