TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Sebanyak 70 ketua RT dan RW se-Kelurahan Banta Bantaeng kompak menghadiri kegiatan silaturahmi RT dan RW se-Kota Makassar yang digelar di Pantai Indah Bosowa, Tanjung Merdeka, Minggu (8/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Lurah Banta Bantaeng, Anselmus Watratan, turut hadir mendampingi para ketua RT dan RW.
Anselmus berharap kegiatan silaturahmi ini dapat memperkuat kekompakan RT dan RW sekaligus meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat.
“Ini menjadi momentum untuk mempererat persatuan sekaligus meningkatkan kinerja pelayanan kepada warga,” ujarnya.
Ketua RW 007 Kelurahan Banta Bantaeng, Andi Arman, mengatakan kehadirannya dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk bersilaturahmi dan bertemu dengan para ketua RT dan RW dari seluruh kecamatan di Kota Makassar.
“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang rekreasi bersama,” katanya.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turut menghadiri kegiatan silaturahmi ketua RT dan RW se-Kota Makassar tersebut.
Ia hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa.
Kehadiran Munafri dan Melinda disambut antusias oleh ribuan ketua RT dan RW yang telah memadati kawasan Pantai Indah Bosowa sejak siang hari.
Di hadapan para peserta, Munafri menyampaikan rasa terhormatnya dapat menghadiri kegiatan silaturahmi tersebut.
Ia menegaskan kehadirannya sebagai tamu undangan.
“Saya datang sebagai tamu dan mengucapkan terima kasih atas undangan yang disampaikan kepada saya dan istri,” ujar Munafri dari panggung utama.
Dalam sambutannya, Munafri menekankan pentingnya pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama.
Ia meminta para ketua RT dan RW untuk selalu hadir di tengah masyarakat serta aktif mendengarkan keluhan warga.
Menurutnya, RT dan RW merupakan garda terdepan pemerintah sekaligus ujung tombak dalam memahami kondisi riil di setiap wilayah.
“Saya berharap seluruh RT dan RW dapat menjadi mata dan telinga pemerintah dalam melihat langsung kondisi di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Munafri juga mengajak para ketua RT dan RW untuk bekerja sama dalam mengimplementasikan tujuh program prioritas Pemerintah Kota Makassar.
Selain itu, ia menyoroti sistem penyaluran bantuan sosial yang kini berbasis digital.
Munafri menegaskan Makassar menjadi salah satu kota percontohan dalam penyaluran bantuan sosial yang transparan dan tepat sasaran.
“Tidak boleh lagi ada anggapan bahwa bantuan hanya diterima oleh kerabat RT atau RW. Bantuan sosial harus sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga kurang mampu agar dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.
Munafri juga meminta seluruh ketua RT dan RW memberi perhatian serius terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah mulai dari sumbernya.
“Masalah kebersihan adalah dasar kesehatan. Kalau tidak bersih, pasti tidak sehat. Karena itu, mari kita jaga bersama. Tidak ada susahnya jika masyarakat rutin melakukan kerja bakti setiap minggu,” jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Munafri mengungkapkan Pemerintah Kota Makassar akan menggelar penilaian RT dan RW terbaik pada akhir tahun, dengan hadiah ratusan juta rupiah bagi RT dan RW yang berhasil menjaga kebersihan lingkungan.
Penilaian tersebut dilakukan untuk mendorong keseriusan dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.
“Di akhir tahun akan ada penilaian RT dan RW terbaik dengan hadiah ratusan juta rupiah. Ini untuk menunjukkan bahwa kita serius menjaga kebersihan dan lingkungan kita,” ucapnya.