Viral Curhat Pria jadi Suami Kelima, Ngaku Sering Dibandingkan Istri dengan Empat Mantan Suaminya
Randy P.F Hutagaol February 09, 2026 12:08 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria mengungkapkan penderitaan yang dialaminya setelah menikah dan menjadi suami kelima dari seorang wanita.

Dalam pengakuannya, ia mengaku sering dimarahi, direndahkan, dan dibanding-bandingkan dengan empat mantan suami istrinya.

Meski ingin bercerai, ia mengaku terhambat oleh besarnya uang yang telah ia keluarkan untuk pernikahan tersebut.

Dikutip dari Sanook, Minggu (8/2/2026), kisah pria tersebut mencuat setelah pada 3 September lalu ia mengunggah sebuah video di media sosial.

Dalam video itu, ia memperlihatkan momen saat dirinya dimarahi oleh sang istri.

Perempuan tersebut terlihat berkacak pinggang, menunjuk-nunjuk, dan melontarkan kata-kata kasar.

Ia bahkan secara terang-terangan membandingkan suaminya dengan keempat mantan suaminya, dengan menyebut bahwa pria yang kini menjadi suaminya jauh lebih buruk dibanding para pendahulunya.

Dalam pengakuannya, pria tersebut menjelaskan bahwa pada awal memutuskan menikah, ia memiliki harapan besar untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang bahagia dan stabil.

Ia menilai istrinya masih cukup muda dan diyakini mampu memberinya keturunan. Selain itu, ia juga tertarik pada penampilan fisik sang istri yang menurutnya cukup menarik.

Namun, harapan tersebut pupus setelah pernikahan berlangsung.

Ia mengungkapkan bahwa istrinya malas mengerjakan pekerjaan rumah.

Rumah kerap berada dalam kondisi berantakan tanpa ada upaya untuk merapikannya.

Selain itu, istrinya juga dinilai gemar berbelanja dan menghabiskan uang secara boros.

Lebih jauh lagi, istrinya menolak untuk memiliki anak, sesuatu yang sebelumnya diharapkan oleh sang suami.

Pada awal pernikahan, pria tersebut mengaku masih berusaha bersabar dan menuruti keinginan istrinya.

Ia berharap dengan mengalah, kehidupan rumah tangga mereka dapat berjalan dengan lancar. 

Namun, kenyataan yang dihadapinya justru semakin berat. 

Selain kondisi rumah yang tidak terurus, ia juga merasa tidak dihormati sebagai suami.

Ia mengungkapkan bahwa hampir setiap hari ia harus mendengar istrinya memarahinya dengan suara keras.

Sang istri kerap melontarkan perbandingan yang menyakitkan, dengan mengatakan bahwa ia tidak sepandai, tidak sehebat, dan tidak sekaya keempat mantan suaminya.

Menurut sang istri, mantan-mantan suaminya mampu menghasilkan uang lebih banyak, tidak pernah mengkritiknya meski ia malas, bahkan masih bersedia membantu pekerjaan rumah.

Ucapan-ucapan tersebut membuat pria itu merasa sangat terluka dan tertekan secara mental.

Meski hidup dalam tekanan, pria tersebut mengaku enggan mengajukan perceraian. Alasannya, ia telah mengeluarkan uang hingga 300.000 yuan, untuk menikahi wanita tersebut.

Ia mengaku masih sulit mempercayai bahwa istrinya berani meminta uang mahar dalam jumlah sebesar itu, meskipun telah menikah dan bercerai sebanyak empat kali sebelumnya.

Seiring waktu, pria tersebut mulai menyadari motif di balik pernikahan istrinya yang berulang kali. Ia menilai bahwa istrinya menikah bukan karena cinta, melainkan semata-mata untuk mendapatkan uang mahar.

Perceraian, menurutnya, bukanlah masalah besar bagi sang istri. Ia juga menduga bahwa para mantan suami istrinya terdahulu kemungkinan besar bercerai karena sikap boros, tidak mengurus rumah tangga, dan kegemaran istrinya bersenang-senang.

Kecurigaannya semakin menguat setelah ia memeriksa rekening bank istrinya.

Ia mendapati bahwa hampir seluruh uang mahar yang telah ia berikan sudah dihabiskan. 

Padahal, uang tersebut seharusnya digunakan untuk membangun kehidupan keluarga mereka di masa depan.

Setelah kisah ini tersebar luas di media sosial, beragam komentar bermunculan dari warganet.

Mayoritas menilai pria tersebut terlalu gegabah dan kurang berpikir panjang saat memutuskan menikahi wanita yang telah memiliki empat mantan suami.

Banyak yang mempertanyakan mengapa ia tidak mempertimbangkan alasan perceraian yang berulang kali terjadi sebelumnya.

Sementara itu, sebagian netizen menyarankan agar pria tersebut tidak ragu untuk bercerai dan tidak menyayangkan uang yang telah dikeluarkan, dibandingkan harus terus bertahan dalam pernikahan yang penuh tekanan dan penghinaan.

Salah satu komentar warganet menyebutkan bahwa jika terus bersama, kondisi tersebut hanya akan membuat sang suami semakin lelah dan menderita.

Warganet tersebut menilai bahwa jika seorang perempuan menikah semata-mata karena uang, maka ia tidak akan peduli terhadap perasaan pasangannya, dan menyarankan agar sang pria mencari seseorang yang benar-benar mencintainya.

 

(cr31/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.