TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Kehadiran suporter SMAN 1 Binjai turut mewarnai jalannya pertandingan Honda DBL North Sumatra 2026 yang berlangsung di GOR Unpri, Kota Medan, Minggu (8/2/2026).
Atmosfer pertandingan semakin hidup berkat dukungan militan yang ditunjukkan kelompok suporter tersebut.
Suporter yang menamakan diri Forza Smansa hadir dengan kreativitas tinggi untuk memberikan dukungan penuh kepada tim kebanggaan mereka saat menghadapi SMA Santo Thomas 1 Medan.
Mereka tidak hanya datang sebagai penonton, tetapi benar-benar berperan sebagai penyemangat di tribun.
Sejak kedua tim memasuki lapangan, gemuruh dukungan dari Forza Smansa tak pernah berhenti.
Mereka terus meneriakkan yel-yel, menyanyikan chant khas sekolah, serta mengibarkan atribut kebanggaan SMAN 1 Binjai sepanjang pertandingan.
Dukungan mereka semakin menarik perhatian berkat sejumlah aksi kreatif.
Salah satunya adalah kehadiran maskot bertopeng Halloween Ghost dengan kostum serba hitam yang berkeliling di area tribun sambil membawa dan mengibarkan bendera Forsa Smansa.
Maskot ini menjadi ikon semangat mereka sekaligus menambah nuansa teatrikal di pertandingan.
Selain itu, Forza Smansa juga membawa sejumlah drum untuk mengatur irama sorakan dan menjaga tempo dukungan tetap membara.
Dentuman drum berpadu dengan teriakan suporter menciptakan atmosfer yang riuh dan penuh energi di dalam arena.
Yang tak kalah menarik, di sela-sela pertandingan mereka menampilkan koreografi spontan menggunakan puluhan lembar koran.
Lembaran koran tersebut disatukan, diangkat setinggi mungkin, dan digerakkan secara serempak sambil bernyanyi, membentuk visual yang unik sekaligus menunjukkan kekompakan mereka.
Salah satu guru pendamping SMAN 1 Binjai, Hertanto Rezeki Sitohang, mengaku bangga melihat antusiasme dan kebersamaan para siswa.
Menurutnya, semangat yang ditunjukkan para suporter lahir dari ikatan emosional yang kuat di antara mereka.
“Semangat dan antusias siswa-siswi kami memang sangat tinggi. Mereka memiliki jiwa kebersamaan yang kuat dan saling mendukung satu sama lain,” ujar Hertanto.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh koreografi yang ditampilkan murni berasal dari kreativitas siswa, tanpa latihan khusus dari pihak sekolah.
Adapun beberapa peralatan, seperti drum, sebagian dipinjamkan oleh sekolah untuk mendukung mereka.
“Koreo yang ditampilkan anak-anak itu murni kreativitas mereka sendiri. Kami tidak pernah melatih mereka secara khusus. Untuk peralatan seperti drum, sebagian memang dipinjamkan dari pihak sekolah,” jelasnya.
Meski SMAN 1 Binjai harus menerima kekalahan di laga tersebut dengan skor 14-45, Hertanto memastikan semangat para suporter tidak akan surut.
Justru, mereka akan semakin ramai di pertandingan berikutnya karena SMAN 1 Binjai mengirimkan dua tim, yakni tim putra dan tim putri.
“Meskipun hari ini kita kalah, kita tetap semangat. Di pertandingan selanjutnya kami akan lebih ramai lagi, apalagi tim kami mengirim dua tim, putra dan putri. Kemungkinan besar dukungan untuk tim putri nanti akan semakin meriah,” katanya.
Lebih dari sekadar hasil pertandingan, Hertanto menekankan bahwa nilai sportivitas harus tetap menjadi yang utama bagi para siswa.
“Apa pun hasil yang nanti didapat, yang paling penting adalah sportivitas. Itu yang harus selalu dijunjung tinggi,” tutupnya.
Kehadiran Forsa Smansa menjadi bukti bahwa Honda DBL North Sumatra bukan hanya ajang kompetisi basket, tetapi juga ruang ekspresi kreativitas, kebersamaan, dan semangat sekolah yang luar biasa.
(cr29/tribun-medan.com)