TRIBUN-MEDAN.COM - Survei nasional terbaru Indikator Politik Indonesia (IPI) menunjukkan tingkat kepercayaan publik yang sangat tinggi terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Lebih dari 90 persen responden menyatakan percaya atau sangat percaya terhadap Presiden sebagai jabatan dan figur kepemimpinan nasional.
Hal ini mencerminkan kuatnya legitimasi politik pada awal masa pemerintahan.
“Trust terhadap Presiden tentu lebih tinggi dibanding approval rating-nya. Trust terhadap Presiden sebagai jabatan seringkali lebih tinggi ketimbang evaluasi kinerja atau performance-nya,” ujar Peneliti Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, dalam rilis bertajuk "Persepsi Publik terhadap Kinerja Presiden dan Kepercayaan Warga terhadap Lembaga-Lembaga Negara", Minggu (8/2/2026).
Dalam survei yang sama, tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja Presiden Prabowo tercatat sebesar 79,9 persen, gabungan responden yang menyatakan sangat puas dan cukup puas.
Angka ini dinilai relatif lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan awal pemerintahan presiden-presiden sebelumnya.
“Kalau kita bandingkan awal pemerintahan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) 2004 maupun Pak Jokowi (Joko Widodo) 2014, approval rating Pak Prabowo lebih tinggi,” katanya.
Baca juga: Prabowo Sediakan Lahan 4.000 M2 di Bundaran HI, Akan Bangun Gedung untuk MUI dan Ormas Islam
Baca juga: TERBARU Program Gentengisasi Usulan Prabowo, Purbaya Beber Alokasi Anggaran Rp 1 Triliun
Burhan menjelaskan, kepuasan publik terhadap Presiden juga tidak dapat dilepaskan dari evaluasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional, meskipun penilaian tersebut sangat dipengaruhi oleh latar belakang sosial dan ekonomi responden. “Evaluasi terhadap kondisi nasional itu umumnya sangat bergantung pada struktur sosial dan ekonomi mereka,” ujarnya.
Salah satu temuan penting survei ini adalah pergeseran faktor utama yang membentuk kepuasan publik terhadap Presiden.
Jika sebelumnya citra ketegasan menjadi faktor dominan, kini pemberantasan korupsi muncul sebagai alasan utama kepuasan responden.
“Belakangan sejak Oktober 2025, variabel yang dianggap paling banyak menentukan kepuasan di kalangan mereka yang puas sama Pak Prabowo itu pemberantasan korupsi,” ungkapnya.
Selain pemberantasan korupsi, faktor lain yang turut memengaruhi kepuasan publik adalah pemberian bantuan sosial, khususnya pasca-gejolak sosial dan ekonomi pada Agustus 2025.
“Yang kedua, sering memberi bantuan. Ini juga relatif baru,” jelasnya.
Selain Presiden, survei Indikator juga mencatat tingkat kepercayaan publik yang sangat tinggi terhadap Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Sebanyak 93 persen responden menyatakan percaya atau sangat percaya terhadap TNI, menjadikannya institusi dengan tingkat kepercayaan tertinggi di antara lembaga negara lainnya.
“Kalau dari data ini yang paling tinggi tingkat trust-nya itu adalah TNI. Jadi ada total 93 persen yang sangat percaya atau cukup percaya terhadap TNI,” ucapnya.
Meski masih sangat tinggi, Burhan mencatat terdapat penurunan tipis dibandingkan survei sebelumnya, yang menurutnya perlu menjadi perhatian.
“Kita pernah survei trust terhadap TNI di atas 95 persen. Jadi ada sedikit penurunan dan karenanya TNI perlu melakukan koreksi,” jelasnya.
Burhan menegaskan bahwa kepercayaan (trust) dan kepuasan (approval rating) merupakan dua indikator yang berbeda, meskipun saling berkaitan.
Kepercayaan bersifat lebih umum, sementara kepuasan sangat dipengaruhi oleh evaluasi kebijakan dan kinerja aktual. “Trust dan approval itu bisa berubah tergantung konteks dan kinerja,” tegasnya.
Survei Indikator Politik Indonesia ini dilaksanakan pada 15–21 Januari 2026 terhadap 1.220 responden yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling. Memiliki margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca juga: BERI Pidato di Acara Satu Abad NU, Presiden Prabowo Janji Turunkan Biaya Ibadah Haji
Baca juga: Prabowo Teken PP No 48, Tanah Telantar Bisa Diambil Negara
Survei Poltracking
Sementara itu, hasil survei terbaru Poltracking Indonesia mencatat, 81,5 persen masyarakat percaya terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran dalam satu tahun masa kepemimpinan.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan, angka ini menunjukkan tingkat kepercayaan publik yang sangat tinggi terhadap pemerintah.
“Ini tingkat kepercayaan kepada pemerintah Prabowo–Gibran relatif tinggi di angka 81,5 persen.
Sementara yang tidak percaya hanya 15,6 persen,” ujar Hanta dalam rilis survei yang digelar secara daring, Minggu (19/10/2025).
Hanta menjelaskan, angka 81,5 persen tersebut merupakan gabungan antara 10,0 persen yang sangat percaya dan 71,5 persen yang cukup percaya.
“Jadi total tingkat kepercayaan di atas 80 persen terhadap pemerintahan ini,” tegasnya.
Selain itu, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo secara personal mencapai 78,3 persen, yang menurut Hanta tergolong tinggi karena secara psikologis angka di atas 70 persen sudah masuk kategori kuat.
“Sementara yang menilai kurang puas dan sangat tidak puas berjumlah 19,2 persen,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hanta menguraikan lima faktor utama yang membuat masyarakat puas terhadap kinerja Prabowo:
1. Kepemimpinan tegas, berani, dan bertanggung jawab menjadi alasan tertinggi, disebut oleh 22,9 persen responden.
2. Program bantuan sosial (bansos) dinilai bermanfaat oleh 13,4 persen responden.
3. Kedekatan Prabowo dengan rakyat kecil disebut oleh 11,4 persen responden.
4. Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi diapresiasi oleh 9,2 persen responden.
5. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan 8,5 persen responden.
Survei Poltracking dilakukan pada 3–10 Oktober 2025 terhadap 1.220 responden di seluruh Indonesia dengan metode wawancara tatap muka langsung.
Survei ini memiliki margin of error ±2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca juga: RIUH Pidato Ahmad Muzani, Prabowo Presiden 2 Periode Bergema di Senayan
Baca juga: Tindak Lanjut Instruksi Presiden, Pemprov Sumut Gelar Aksi Bersih Massal Danau Toba
Survei-survei ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo dan figur Presiden Prabowo Subianto sangat tinggi, mencerminkan legitimasi politik yang kuat di awal masa kepemimpinan mereka.
Faktor-faktor utama yang memengaruhi kepuasan publik juga menunjukkan pergeseran penting, dari citra ketegasan menuju pemberantasan korupsi dan program sosial sebagai alasan utama.
Namun, penting untuk dicatat bahwa kepercayaan dan kepuasan publik dapat berubah seiring waktu, tergantung pada kinerja pemerintah dan kondisi sosial ekonomi nasional.
Pemantauan berkelanjutan dan evaluasi kebijakan yang responsif menjadi kunci untuk mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan publik.
Survei ini memberikan gambaran penting bagi pembuat kebijakan dan pengamat politik untuk memahami dinamika kepercayaan dan kepuasan publik di Indonesia saat ini.
(*/Tribun-medan.com)