Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajak seluruh masyarakat untuk meramaikan rangkaian acara serta promo menarik yang ada di pusat perbelanjaan, termasuk mal.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto mengatakan, aktivitas di pusat perbelanjaan adalah variabel penting dalam pesatnya pertumbuhan ekonomi Jakarta.

"Pak Gubernur menyampaikan kenapa pertumbuhan ekonomi Jakarta meningkatnya cukup luar biasa? Ternyata ada beberapa program yang dikolaborasikan dengan seluruh pelaku ekonomi yang ada di Jakarta," kata Uus saat membuka Jakarta Lunar New Year Festival Tahun 2026, Minggu.

Dalam acara yang digelar Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta, Uus menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta yang terhitung pesat, yakni 5,21 persen sepanjang 2025 (di atas rata-rata nasional) tidak terlepas karena kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku usaha.

"Nah ternyata apa yang terjadi ini, itu tidak lepas dari ikhtiar dari berbagai macam stakeholder yang ada. Sudah barang tentu Pemprov DKI mengajak pada seluruh pelaku ekonomi untuk sama-sama bagaimana ikut meningkatkan ekonomi di Jakarta," katanya.

Sementara itu, Ketua APPBI DKI Jakarta, Mualim Wijoyo mengatakan, perayaan Imlek menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong kembali pertumbuhan sektor ritel dan pariwisata.

Karena itu, pihaknya membuat rangkaian kegiatan di pusat perbelanjaan termasuk acara Imlek dan berbagai promo menarik untuk pengunjung.

"Kami ingin menghadirkan suasana perayaan yang meriah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan dan transaksi di mal," ujar Mualim.

Menurut Mualim, seperti halnya bulan Ramadhan, perayaan Imlek juga ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Salah satunya terkait beragam acara serta promo penjualan.

"Imlek adalah momen yang selalu dinantikan dan momen sehari setelah Imlek sudah memasuki bulan Ramadhan pastinya memiliki dampak positif bagi industri ritel," tambahnya.

Pihaknya pun menggelar lomba serta acara yang bervariasi di 98 pusat perbelanjaan di Jakarta untuk meramaikan perayaan Imlek 2026. Acara-acara itu seperti pertunjukan barongsai dan liong, dekorasi bernuansa Imlek, atraksi budaya, hingga aktivitas interaktif bagi pengunjung.

Pada momen Imlek kali ini, APPBI mulai menargetkan jumlah transaksi masyarakat Jakarta, termasuk di pusat perbelanjaan seperti mal dapat menembus Rp10 triliun.

Angka tersebut, kata Mualim, masuk akal untuk diraih mengingat pada momen Natal dan Tahun Baru lalu, transaksi di Jakarta, khususnya di bidang perhotelan, pusat perbelanjaan serta UMKM menembus 15,25 triliun.

"Sekarang kan ekonomi Jakarta sudah membaik ya. Yang dulu ada istilah 'rojali', rombongan jarang beli, sekarang 'rojali', rombongan jadi beli. Kali ini kita target transaksinya tembus Rp10 triliun. Tapi kan target, bisa saja melampaui," ujar Mualim.

Daya beli masyarakat, menurutnya, juga sangat dipengaruhi oleh daya tarik pusat perbelanjaan. Oleh karena itulah acara-acara termasuk saat Imlek penting untuk digelar.

"Biasanya di akhir tahun atau hari-hari besar nasional kan biasanya mal-mal itu sudah secara otomatis memberikan disko-diskon," pungkas Mualim.