Geramnya Spalletti Usai Juventus Ditahan Lazio, Soroti Wasit dan Desak Reformasi Liga Italia
Muhammad Nursina Rasyidin February 09, 2026 09:52 AM

TRIBUNNEWS.COM - Luciano Spalletti meluapkan kekesalannya terhadap kinerja wasit usai timnya Juventus ditahan imbang Lazio dengan skor 2-2, Senin (9/2/2026).

Emosi Spalletti dipicu serangkaian keputusan kontroversial yang dinilainya terlalu kaku dalam menafsirkan aturan, terutama terkait pelanggaran dan intervensi VAR.

Pelatih Juventus ini lantas melontarkan kritik tajam terhadap sistem perwasitan Serie A dan menyerukan reformasi menyeluruh, termasuk menjadikan wasit sebagai profesional penuh waktu.

Duel di giornata ke-24 Liga Italia di Alliaz Stadium itu  memang berjalan dengan skenario yang membuat Juventus frustrasi.

Meski mendominasi penguasaan bola dan mencatatkan 33 tembakan berbanding delapan milik Lazio, Juventus justru tertinggal 2-0 lebih dulu setelah gol Pedro dan Gustav Isaksen.

Kebangkitan baru datang di menit-menit akhir melalui sundulan Weston McKennie dan gol jarak dekat Pierre Kalulu yang menyelamatkan satu poin.

Namun, sorotan utama justru tertuju pada momen di babak pertama ketika gol Teun Koopmeiners dianulir karena Khephren Thuram dinilai berada dalam posisi offside dan mengganggu permainan.

Dalam proses sebelum gol tersebut, Juan Cabal terlihat dijatuhkan Mario Gila di dalam kotak penalti. Analis wasit DAZN Italia, Luca Marelli, bahkan menilai insiden itu seharusnya berbuah penalti untuk Juventus.

Baca juga: Klasemen Liga Italia usai Jay Idzes Cs Disakiti Inter 5-0, Nerazzurri Jauhi AC Milan

Spalletti dimintai pendapat terkait hal ini. Namun jawaban yang diberikan pelatih bekepala plontos ini justru panjang dan ia membuka diskusi yang luas mengenai sistem perwasitan di Liga Italia.

Ia menilai wasit memiliki terlalu banyak ruang interpretasi tanpa kejelasan konteks, sehingga keputusan sering kali terasa inkonsisten.

"Semua orang berbicara soal aturan, tapi selalu ada interpretasi. Tekanan di kaki, handball yang bahkan tidak disadari siapa pun di stadion, semuanya jadi bahan perdebatan," ujar Spalletti.

Spalletti juga menyinggung pengalaman pada laga Coppa Italia melawan Atalanta, ketika Juventus dihukum penalti akibat handball yang bahkan tidak disadari pemain lawan. 

Menurutnya, aturan saat ini terlalu kaku dan mengabaikan konteks kejadian di lapangan.

 "Saya tidak pernah berbicara tentang wasit ketika keputusan bertentangan dengan saya atau mendukung."

"Dalam pertandingan melawan Atalanta, VAR memanggil wasit untuk melihat handball satu setengah menit kemudian, ketika tidak ada seorang pun termasuk Raffaele Palladino (pelatih Atalanta) yang berada tepat di sebelah saya di touchline, yang tahu untuk apa ini terjadi."

"Aturannya terlalu kaku saat ini, kekakuan yang menurut saya menjadi masalahnya. Jika tidak ada yang menyadari itu mengenai tangan, siapa yang dirugikan oleh itu?" lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa tidak setiap kontak fisik harus dianggap sebagai pelanggaran. Dalam momen yang menyita perhatian, Spalletti bahkan mencium pipi pewawancara DAZN untuk menegaskan maksudnya.

"Ini kontak, tapi bukan dampak. Kontak tidak sama dengan pelanggaran," katanya.

Selebrasi para pemain Juventus merayakan kemenangan atas Napoli dalam lanjutan pekan 22 Liga Italia di Juventus Stadium, Senin (26/1/20236). Juventus menang telak 3-0 atas Partenopei.
Selebrasi para pemain Juventus merayakan kemenangan atas Napoli dalam lanjutan pekan 22 Liga Italia di Juventus Stadium, Senin (26/1/20236). Juventus menang telak 3-0 atas Partenopei. (Juventus.com)

Baca juga: 4 Pemain dalam Transfer Saling Bajak AC Milan dan Juventus: Max Allegri Rela Turun Tangan

Seruan Reformasi: Wasit Harus Profesional

Di balik emosinya, Spalletti mengajukan solusi konkret. Ia menilai wasit merupakan satu-satunya dari 23 orang di lapangan yang belum sepenuhnya berstatus profesional.

Pelath 66 tahun ini menilai wasit memegang peran terlalu penting untuk masih dibebani pekerjaan lain di luar sepak bola.

Spalletti pun mengusulkan solusi yang menurutnya krusial: menjadikan wasit sebagai profesi penuh. 

"Wasit itu sangat menentukan jalannya pertandingan, tapi mereka masih harus memikirkan pekerjaan lain di luar sepak bola. Itu tidak adil," tegasnya. 

"Menurut saya, wasit harus menjadi profesional penuh," kata sosok yang pernah menjadi pelatih Timnas Italia ini.

Spalletti percaya, dengan menjadikan wasit profesional, fokus, konsistensi, dan kualitas pengambilan keputusan akan meningkat.

Ia menilai tekanan yang dihadapi wasit terlalu besar jika tidak diimbangi dengan dukungan sistem yang memadai.

"Ketika dia pulang di malam hari, dia harus memikirkan hal-hal lain, apakah akan terus melakukan ini atau tidak, menyeimbangkan pekerjaannya yang lain."

"Itu tidak benar ketika Anda mempertimbangkan betapa pentingnya wasit dalam permainan ini. Saya yakin tentang ini, dia harus profesional." 

Adapun buntut hasil imbang ini, Juventus harus kembali menelan kenyataan pahit: dominasi permainan tak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir.

Mereka kin tertahan di posisi empat dan harus berjarak tiga poin lagi dari Napoli yang menempati posisi ketiga, serta semakin jauh dari Inter Milan yang kini menempati puncak klasemen dengan 58 poin.

Sedangkan Lazio juga tertahan di papan tengah di posisi delapan dengan 33 poin di tangan, setelah sembilan kali meraih hasil imbang di musim ini.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.