Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti
TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Bupati Donggala, Vera Elena Laruni berharap perayaan Tahun Baru Imlek 2577/2026 menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan keberagaman di Kabupaten Donggala.
Hal itu disampaikan Bupati Vera saat membuka perayaan Imlek yang digelar di Jl Kemakmuran, Kelurahan Boya, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (8/2/2026).
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Donggala itu hadir mengenakan syal bercorak dan kemeja merah yang tegas.
Dibawah sorot lampu panggung berlatar merah, saat menyampaikan sambutan, ia didampingi oleh Koko dan Cici Wakil II Sulawesi Tengah 2023.
Baca juga: Wakapolda Sulteng Jadi Pembicaraan Warganet, Brigjen Pol Helmi: Saya Berada Dipihak Masyarakat
Dalam sambutannya, ia berharap Tahun Baru Imlek ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Donggala.
“Semoga tahun yang baru ini membawa keberkahan, kesehatan, ketenteraman, dan kesejahteraan bagi kita semua,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Tahun Kuda dengan unsur api dimaknai sebagai semangat, daya gerak, dan keberanian untuk melangkah maju, namun tetap harus diiringi perhitungan dan kesabaran agar pembangunan berjalan tepat dan berkelanjutan.
Festival lampion memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2577/2026 di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (8/2/2026) di Jl Kemakmuran, Kelurahan Boya, Kecamatan Banawa, dan menyedot antusiasme masyarakat sejak sore hingga malam hari. (Misna/TribunPalu/Misna Jayanti)
“Semangat itu harus disertai ketekunan dan kesabaran agar tidak hanya cepat, tetapi juga tepat,” kata Vera.
Menurut Vera, nilai tersebut sejalan dengan tradisi masyarakat Kaili yang dikenal dengan sebutan Novunja, yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap tanah dan hasil bumi sebagai sumber kehidupan.
Baca juga: Daftar Harga iPhone Terbaru Februari 2026: iPhone 17 Series hingga iPhone 11, Cek Varian Termurah
“Dalam tradisi Tionghoa dan Kaili, tanah dipandang sebagai sumber kehidupan yang harus dihormati,” ucapnya yang juga mantan Wakil Bupati Donggala itu.
Ia menambahkan, sejarah mencatat, sebelum masa kemerdekaan, Donggala merupakan salah satu pelabuhan utama dan pusat perdagangan, tempat berbagai etnis, termasuk Tionghoa, berinteraksi dan menyatu dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Imlek hari ini dirayakan secara terbuka sebagai bagian dari kekayaan budaya yang justru memperkuat persatuan,” tutur Vera.
Bupati Donggala itu menegaskan, semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan visi Kabupaten Donggala yang sejahtera, maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Baca juga: Natsir Said Ajak Semua Pihak Bijak Sikapi Dinamika Kepengurusan KONI Palu
“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga membangun kepercayaan dan kohesi sosial,” pungkasnya. (*)