Distribusi Air Bersih di Banyuasin Sering Mati, DPRD Sumsel akan Panggil Direksi PT TSM
Shinta Dwi Anggraini February 09, 2026 06:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Komisi III DPRD Sumsel akan memanggil jajaran direksi PT Tirta Sriwijaya Maju (Perseroda) atau PT TSM atas keluhan masyarakat di Banyuasin mengenai sulitnya distribusi air bersih dari perusahaan tersebut. 

Pemanggilan dilakukan untuk mengetahui penyebab aliran air bersih sering mati seperti yang banyak dikeluhkan warga di Banyuasin. 

Untuk diketahui, PT TSM sendiri merupakan perusahaan milik BUMD provinsi Sumsel.

"Nanti kita akan panggil secara resmi dalam waktu dekat. Kenapa ada masalah itu (air tidak ngalir)," kata ketua Komisi III DPRD Sumsel Tamtama, Senin (9/2/2026).

Dijelaskan Tamtama, seharusnya masyarakat tidak boleh dirugikan terkait distribusi air, mengingat masyarakat juga telah memenuhi kewajibannya untuk membayar tagihan.

"Idealnya air bisa lancar didapat masyarakat, dan masyarakat tidak dirugikan, dan pastinya akan kami tindaklanjuti," paparnya.

Anggota komisi III DPRD Sumsel Sri Mulyadi menambahkan, dirinya sudah mendapatkan informasi awal dari jajaran PT TSM bahwa kendala selama ini masalah debit air yang dialirkan, dan PT TSM selama ini baru melayani pelanggan yang masuk wilayah Palembang.

"Nah masalahnya, secara operasional kalau di Kecamatan Talang Kelapa (Banyuasin) masuk PDAM Banyuasin, dan PT TSM bisa saja, tapi sampai saat ini belum ada kerjasama. Kalau itu dipaksakan maka melanggar," ungkapnya.

Pelanggaran pertama diterangkan Sri yaitu di sana pipa distribusi air milik PDAM Banyuasin, bukan PT TSM sehingga harus ada koordinasi atau kerjasama dahulu.

"Sampai saat ini kami telah manggil Dirut PT TSM, dan persoalannya sudah lama, dijawab Dirut saat itu mengatakan lagi menjajaki kerjasama secara resmi dengan PDAM Banyuasin, sehingga bisa masuk ke wilayah Talang Kelapa dan Kenten (Banyuasin)," bebernya.

Ditambahkan Sri, jika ada warga Palembang yang mengeluhkan distribusi air bersih tersendat dari PT TSM, maka warga bisa menyampaikannya ke DPRD Sumsel untuk ditindaklanjuti.

"Nanti jika ada keluhan warga, akan kita panggil pihak PT TSM untuk menanyakan permasalahan yang ada di warga, jika itu masih urusan PT TSM," ujarnya

Sebelumnya, sejumlah pelanggan harus membeli air bersih, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dikarenakan distribusi air bersih PT TSM tersendat dalam beberapa pekan terakhir.

"Minggu lalu sudah tujuh hari air dirumah kami mati, dan terpaksa beli dari luar.  Nah, kemarin saya beli lagi karena air masih belum ada," kata Reza warga Tanjung Barangan Kecamatan IB I Palembang kepada Tribunsumsel.com dan Sripoku.com, Selasa (9/2/2026).

Dijelaskan Reza, ia terpaksa harus membeli air bersih ke pedagang air bersih keliling, baik ukuran besar atau isi ulanh yang harganya tidak murah, dan menjadikan pengeluarannya lebih besar.

"Sehari kita mengeluarkan sebesar lima puluh ribu sehari, hanya untuk air bersih. Karena kita ada anak-anak dirumah sehingga kebutuhan air cukup banyak," jelas bapak dua anak ini.

Ia pun berharap PT TSM yang sebelumnya bernama PT ATS, bisa memberikan layanan yang baik kepada pelanggannya yang merupakan masyarakat Palembang.

"Kita sayangkan distribusi airnya tidak lancar. Padahal badan usaha milik daerah yang dimiliki Pemprov Sumsel, harusnya layanannya lebih baik," kesalnya.

Hal senada diungkapkan Linda, bahwa air bersih di tempatnya seringlah mati dibanding hidup, sehingga menyulitkan untuk kebutuhan keluarganya.

"Kita belum tahu masalahnya apa sehingga air sering mati, terpaksa kita beli air bersih ditempat pengecer yang harganya cukup mahal. Mau tidak mau kita harus beli, kalau tidak ya tidak bisa masak, mandi dan sebagainya," keluhan ibu muda ini.

Sementara pihak PT TSM sendiri saat dikonfirmasi terkait hal itu belum merespon.

 

 

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.