Kelas Politiku Pemuda Katolik Jatim di Malang, Tegaskan Lagi Politik Pelayanan
Adrianus Adhi February 09, 2026 06:32 PM

SURYA.co.id, Malang - Pelaksanaan Kelas Politiku Pemuda Katolik Jatim di Malang pada 7–8 Februari 2026 menjadi momentum penting kaderisasi politik berkeadaban. Acara ini menghadirkan narasumber nasional dan lokal, menegaskan politik sebagai ruang pelayanan, bukan sekadar perebutan kekuasaan.

Kegiatan diawali dengan Seminar Nasional bertema “Bergerak Dari Altar ke Pasar: Merawat Politik dan Demokrasi yang Berkeadaban” di SMAK St. Albertus (Dempo), Malang.

Seminar ini dihadiri ratusan umat Katolik, organisasi lintas iman, serta Komisariat Daerah Pemuda Katolik se-Regio Jawa dan Lampung.

Hadir pula Vikaris Jenderal Keuskupan Malang Rm. Ignasius Adam, Pr., Rm. Joko Purnomo, O.Carm., Dewan Pembina Pemuda Katolik Komda Jatim, serta Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin.

Seminar tersebut menghadirkan narasumber Rm. Yohanes K. Jeharut, Sekretaris Eksekutif Komisi Kerawam KWI, yang menekankan pentingnya keterlibatan umat Katolik dalam politik sebagai wujud iman yang hidup.

Baca juga: Pemuda Katolik Jatim Luncurkan POLITIKU di Malang, Pendidikan Politik Berkelanjutan Anak Muda

Lalu, Prof. A. Ramlan Surbakti, pakar kepemiluan yang menguraikan tantangan demokrasi Indonesia dan perlunya pengawasan ketat terhadap proses pemilu. Ia menegaskan bahwa demokrasi berkeadaban harus dimulai dari kesadaran individu.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Gusma juga menegaskan bahwa kader harus menjadi agen perubahan sosial dengan mengedepankan nilai keadaban. “Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan jalan pelayanan,” ujarnya.

Christophorus Suryo, Ketua Pemuda Katolik Komda Jatim, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemuda Katolik Komda Jatim, Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dan Kerasulan Awam Keuskupan Malang.

Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin yang membuka acara ini menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan ini. “Politik harus menjadi ruang pengabdian, bukan sekadar perebutan kepentingan,” ujarnya.

Kelas Politiku: Wawasan Lintas Disiplin

Setelah seminar, kegiatan berlanjut dengan Kelas Politiku yang diikuti kader Pemuda Katolik. Narasumber yang hadir adalah Abdul Warits (Ketua Bawaslu Jatim), Rm. Dr. Yustinus CM, Yuventia Prisca (Dosen Universitas Negeri Malang), dan Benny Sabdo (Anggota Bawaslu DKI Jakarta).

  • Abdul Warits (Ketua Bawaslu Jatim): menekankan peran pengawasan demokrasi sebagai tanggung jawab bersama masyarakat sipil.
  • Yuventia Prisca (Dosen Universitas Negeri Malang): mengajak peserta memahami politik melalui riset dan analisis akademis.
  • Benny Sabdo (Anggota Bawaslu DKI Jakarta): berbagi pengalaman praktis pengawasan politik lokal.

Baca juga: Pemuda Katolik Jatim Bumikan Piagam Jakarta Vatikan Lewat Dialog Lintas Iman

Sementara, Nurita Yuliati, Wakil Ketua Bidang Politik dan Kepemiluan Pemuda Katolik Jatim sekaligus Ketua SC acara, menegaskan Kelas Politiku menjadi ruang refleksi kader.

“Kader-kader yang lulus akan kami temani dalam pertemuan kecil, agar kapasitas mereka terus terjaga,” katanya.

Nurita Yuliati, Wakil Ketua Bidang Politik dan Kepemiluan Pemuda Katolik Jatim yang juga Ketua SC acara ini menambahkan Kelas Politiku menjadi ruang belajar sekaligus ruang refleksi bagi kader.

Mereka diajak memahami politik sebagai ruang pelayanan, bukan sekadar perebutan kekuasaan.

Setelah pelatihan inipun, bakal ada tindak lanjut berupa pertemuan kecil sebagai bagian dari action plan batch I. "Kader-kader yang lulus akan kami temani dalam pertemuan kecil, agar kapasitas mereka terus terjaga," katanya.

Kelas Politiku Malang ini menjadi momentum penting bagi kader Pemuda Katolik untuk memperkuat kapasitas politik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.