SBY Gelar Tribute to Koes Plus di Pacitan, Upaya Menjaga Jejak Musik Nusantara
Muhammad Zulfikar February 09, 2026 06:33 PM

TRIBUNNEWS.COM - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menggelar konser Tribute to Koes Plus di Plaza Museum & Galeri SBY*ANI, Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026).

Konser ini menjadi bentuk penghormatan terhadap Koes Plus sekaligus upaya merawat warisan musik Indonesia yang telah melintasi berbagai generasi.

Sebagai salah satu grup musik paling berpengaruh dalam sejarah musik populer nasional, Koes Plus meninggalkan jejak kuat sejak era 1960-an hingga 1980-an. Ratusan lagu yang mereka lahirkan, dengan tema keseharian, kesederhanaan, dan kehidupan sosial, telah menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Indonesia.

Baca juga: Jokowi Berniat Kunjungi Pacitan, Sambangi Museum SBY-Ani

Bagi SBY, Koes Plus bukan sekadar legenda musik, melainkan juga memiliki nilai personal. Ia mengenang masa remajanya di Pacitan ketika aktif bermusik bersama teman-teman sekolah dan kerap membawakan lagu-lagu Koes Plus. Kenangan tersebut kemudian diwujudkan melalui konser tribute yang terbuka untuk masyarakat umum.

Konser ini menghadirkan putra-putri para personel Koes Plus yang membawakan kembali lagu-lagu ikonik band tersebut, yakni Rico Murry, Kenny Koeswoyo, Sari Koeswoyo, Garry Koeswoyo, dan Damon Koeswoyo. Kehadiran generasi penerus ini menjadi simbol kesinambungan karya Koes Plus yang tetap hidup dan relevan hingga kini.

Menjelang konser, SBY terlebih dahulu bersilaturahmi dan memohon restu kepada Yok Koeswoyo, satu-satunya personel Koes Plus yang masih hidup. Seluruh lagu yang dibawakan dalam konser tersebut juga disertai pembayaran royalti resmi kepada ahli waris Koes Plus sebagai bentuk penghormatan terhadap hak cipta dan etika bermusik.

Dalam sambutannya, SBY menegaskan bahwa karya-karya Koes Plus memiliki posisi penting dalam perjalanan musik Indonesia.

“Koes Plus telah memberi warna bagi kehidupan banyak orang, termasuk saya. Merawat karya mereka berarti menjaga ingatan dan jati diri bangsa,” ujar SBY.

Baca juga: Sempat Khawatirkan Perang Dunia III, SBY Sebut Pertemuan WEF 2026 di Swiss Bawa 5 Kabar Baik

Konser yang dihadiri lebih dari 1.000 penonton ini berlangsung dalam suasana hangat dan tertib. Lagu-lagu yang telah dikenal lintas generasi kembali diperdengarkan, tidak semata sebagai nostalgia, tetapi sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia yang terus hidup.

Melalui Tribute to Koes Plus, Pacitan menjadi ruang pertemuan antara sejarah, musik, dan ingatan kolektif. Acara ini menegaskan bahwa karya seni yang lahir dari kesederhanaan dan kejujuran memiliki daya hidup panjang dalam perjalanan budaya bangsa.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.