BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Sebanyak 672 jemaah calon haji asal Kabupaten Banjar mengikuti kegiatan manasik haji tingkat kabupaten yang digelar di Masjid Nurul Iman Idrasari, Martapura, Senin (9/2/2026).
Kegiatan ini menjadi tahapan awal pembekalan sebelum para jemaah diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 2026.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banjar, H. Erfan Maulana, S.Pd.I., M.M, mengatakan jumlah jemaah haji Kabupaten Banjar tahun ini mengalami kenaikan sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk tahun 2026 ini, jemaah haji Kabupaten Banjar berjumlah 672 orang. Hari ini kita sudah memasuki tahapan manasik haji, yang dilaksanakan satu kali di tingkat kabupaten dan empat kali di tingkat kecamatan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, dari total jemaah tersebut, sekitar 18 persen termasuk kategori jemaah risiko tinggi dan lansia. Namun seluruhnya telah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat untuk diberangkatkan.
Baca juga: Kesaksian Pengunggah Video Kuyang di Bitahan Tapin Kalsel, Awalnya Noor Hasanah Tak Percaya Mistis
Baca juga: Lokasi Dugaan Kuyang Terekam CCTV di Bitahan Tapin, Gelap Saat Malam dan Dikelilingi Pepohonan
“Data terakhir yang kami terima, sekitar 18 persen jemaah merupakan lansia dan risiko tinggi. Mereka sudah tersaring melalui pemeriksaan kesehatan haji dan dinyatakan layak berangkat,” jelasnya.
Untuk keberangkatan, jemaah haji Kabupaten Banjar akan terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 2, 10, 15, 18, dan 19.
Kloter 2 menjadi kloter penuh dengan jumlah 354 jemaah, sementara sisanya tersebar di kloter lainnya.
“Insya Allah, pemberangkatan pertama jemaah Kabupaten Banjar dimulai sekitar 25 April 2026, diawali Kloter 2,” kata Erfan.
Dia menambahkan, jemaah Kloter 2 termasuk dalam gelombang pertama dengan miqat di Mekkah, sedangkan jemaah yang tergabung dalam Kloter 10 masuk gelombang kedua dengan miqat di Jeddah.
Terkait maskapai, Erfan memastikan seluruh jemaah haji Embarkasi Banjarmasin tahun ini akan dilayani oleh Garuda Indonesia.
Sementara untuk pelayanan di Arab Saudi, diterapkan kebijakan satu embarkasi satu syarikah, dengan Kabupaten Banjar berada di bawah layanan Al Bait Guest (Albayt Gas) Syarikah.
“Tahun ini ada kebijakan baru, satu embarkasi satu syarikah. Berbeda dengan tahun lalu yang mencapai delapan syarikah,” terangnya.
Dia juga mengimbau seluruh jemaah agar menjaga kesehatan, mengingat masih akan ada pemeriksaan tahap akhir di embarkasi hingga pemeriksaan ulang oleh otoritas kesehatan Kerajaan Arab Saudi setibanya di Tanah Suci.
Sementara itu, untuk dukungan daerah, Pemerintah Kabupaten Banjar dipastikan tetap memberikan fasilitas transportasi dan pendampingan.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, jemaah akan difasilitasi keberangkatannya oleh Pemkab Banjar, dilepas langsung oleh Bupati, dan nantinya juga dijemput kembali saat kepulangan,” urainya.
Dua di antara yang ikut pembekalan haji, Yakni Taufiq Kurrahman dan istrinya Hijriyah. Keduanya sudah sekitar 14 tahun yang lalu dan baru berangkat jaji tahun ini.
"Semoga semua tahapan bisa dijalani dengan lancar," kata keluarga yang juga pembisnis sapi di Jalan Pintu Air Martapura tersebut.
(Banjarmasin Post/Nurholis Huda)