BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Kondisi Pasar Bauntung Banjarbaru, merana. Pengunjung pasar yang terletak di Jalan RO Ulin, Loktabat Selatan, Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan itu tidak seramai dulu.
Seorang pedagang, Iki mengatakan kondisi sepinya pembeli di Pasar Bauntung hampir terjadi setiap hari ia rasakan.
Bahkan, tokonya yang buka sejak pagi hingga siang di bagian depan pasar, pembelinya bisa dihitung jari.
“Hari ini baru dua pembeli. Pernah yang tidak ada sama sekali pembeli, ada yang pernah dapat hanya Rp 50 ribu,” ungkapnya.
Baca juga: Pemko Banjarbaru Bakal Tertibkan Baliho Bando Tak Berizin di Jalan Kota, Pengecekan Mulai Dilakukan
Tidak hanya sepi pengunjung, di dalam Pasar Bauntung juga banyak kios atau lapak yang telah ditinggalkan pedagang atau penyewanya.
Bahkan pantauan BPost Senin (9/2/2026) siang, sejumlah lapak di dalam pasar masih terdapat surat tunggakan teguran retribusi yang ditempel pihak terkait ditujukan kepada pemegang hak sewa lapak.
Sementara belakangan banyak dari pedagang pindah berjualan dan memilih mengampar lapak di tempat lain seperti Jalan Jati, Kemuning.
Disana pedagang sayur hingga kebutuhan rumah tangga lainnya mengampar lapak di sisi kiri kanan jalan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Banjarbaru, Muriani, mengatakan Pemko Banjarbaru telah memberikan keringanan berupa pengurangan tarif retribusi kepada pedagang di Pasar Bauntung.
“Setiap tahun kita bisa memberikan pengurangan retribusi kalau mereka meminta, karena pengurangan itu dimungkinkan sesuai dengan kemampuan mereka,” katanya.
Baca juga: Cara Mudah Menyisik Ikan Gabus ala Pedagang Pasar Palam Banjarbaru, Bisa Gunakan Bilah Kayu
Muri juga menyebut bahwa pihaknya lebih memprioritaskan pedagang yang beralamat di Banjarbaru untuk berjualan di Pasar Bauntung.
“Ibu Wali Kota tidak masalah sebenarnya, yang penting tertib. Jadi kalau misalnya mau masuk, kami harapkan mereka masuk ke Pasar Bauntung,” ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)