Siswa Budhi Warman 2 Jakarta Timur Unjuk Rasa Terkait Dua Guru Diduga Lecehkan Siswi
Erik S February 10, 2026 01:38 AM

Siswa SMA Budhi Warman 2 Pasar Rebo, Jakarta Timur menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan dua guru yang diduga terlibat pelecehan seksual.

Dua guru di SMA tersebut berinisial D dan A.

Para siswa berkumpul di halaman sekolah dan membentangkan spanduk dengan berbagai tulisan salah satunya 'Hilangkan Predatornya'.

Mereka juga membawa pengeras suara menyampaikan aspirasi dan tuntutannya agar didengar oleh kepala sekolah.

Kasus dugaan pelecehan ini sudah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur.

Kepala Sekola SMA Budhi Warman 2, Supardi menjelaskan, pihaknya sudah bertemu dengan pengacara dan orangtua korban.

Ia enggan beberkan hasil pertemuan hari ini karena sudah menjadi ranah hukum.

"Jadi intinya sudah selesai, saya tidak mau berbicara terkait dengan ranah hukum. Ya terkait tuntutan anak-anak dan terkait dengan hal yang dipersepsikan adanya salah paham, yang jelas pelaku sudah diberhentikan secara tidak hormat dan tadi diskusinya cukup akomodatif," katanya. 

Sementara itu, pengacara korban berinisial N, Wanda Al Fathi Akbar melanjutkan, tujuan dirinya datang adalah untuk meminta klarifikasi ke pihak sekolah usai membuat laporan pada 9 Januari 2026 lalu.

Ia menegaskan, korban mengalami trauma cukup parah dan enggan berangkat ke sekolah karena takut bertemu guru tersebut.

"Jadi di dalam klasifikasi, kami bermusyawarah artinya kita tahapan pertama ini kita bermusyawarah supaya ada solusi dari pihak sekolah," tegasnya.

PELECEHAN SEKSUAL - Puluhan siswa SMA Budhi Warman 2
PELECEHAN SEKSUAL - Puluhan siswa SMA Budhi Warman 2 melakukan aksi unjuk rasa di sekolah mereka, Pasar Rebo Jakarta Timur pada Senin (9/2/2026). Mereka mendesak pihak sekolah memecat terduga pelaku pelecehan seksual yang diketahui guru dari SMA Budhi Warman 2

Ia mengapresiasi pihak sekolah karena sudah mengeluarkan kedua terduga guru itu dari sekolah demi keamanan dan kenyamanan anak-anak.

Wanda menegaskan, pihaknya akan mengawal kasus tersebut sampai tuntas usai melaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur.

"Kemungkinan nanti kami lihat proses dulu di PPA Polres Metro Jakarta Timur karena ini terjadi di wilayah pendidikan," tandasnya. 

Korban Diduga Lebih dari Satu Orang

Korban pelecehan di SMA Budhi Warman 2 diduga lebih dari satu orang.

Setelah satu korban melapor, korban lainnya membuat laporan Kepolisian.

Wanda mengatakan korban selama ini tidak berani melaporkan pelecehan tersebut. 

"Jadi kasus ini diam selama ini. Nah, ketika sampai di korban yang sekarang yang kita tangani, nah ini baru bermunculan korban-korban lainnya," tutur Wanda saat ditemui, Selasa (9/2/2026). 

"Kepada proses yang sedang berjalan. Artinya ini akan dikawal dan disupport oleh pihak sekolah sampai kasus ini mendapatkan status inkrah," jelasnya.

Wanda menjelaskan bahwa dugaan pelecehan dilakukan melalui pesan di grup WhatsApp.

“Oknum guru, nah, itu yang saling chat-chat-an jadi by WhatsApp ya. Dari WhatsApp itu saling membicarakan si korban. Membicarakan korban dan siswa-siswa lainnya mengenai fisik lah," jelas Wanda. 

Pada kliennya, dugaan pelecehan terjadi selama sekitar dua bulan terakhir. 

"Yang bukti yang kita pegang ya itu yang di kita ya, yang kita ini hanya verbal. By WA itu. Tapi info dari teman-teman yang lain ada yang main fisik juga ada, tapi korbannya belum tahu siapa," ungkapnya.

Akibat peristiwa tersebut, korban disebut mengalami trauma psikologis. 

"Dampak dari kasus ini lumayan terasa. Baik secara psikis maupun secara traumatis. Begitu," jelasnya.

Hingga kini pihak Kepolisian pun masih bungkam terkait dengan penyelidikan kekerasan seksual di SMA Budhi Warman 2.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.