TRIBUNNEWS.COM - Chief Executive Officer (CEO) Bali United FC, Yabes Tanuri, menegaskan komitmen klub untuk semakin dekat dengan generasi muda.
Menurutnya, sepak bola adalah hiburan lintas usia yang mampu menyatukan masyarakat.
“Apalagi Bali United saat ini tengah menghadirkan implementasi pemain sepak bola dari generasi muda yang terus berkembang bersama Bali United,” ujar Yabes, Senin (9/2/2026).
Yabes menambahkan, dukungan suporter juga menjadi bagian penting dari pengembangan klub.
“Selain pengembangan di dalam, pengembangan di luar juga bisa terlihat dari kehadiran para suporter yang senantiasa memberikan dukungan bagi Bali United. Sehingga memberikan dampak positif,” tuturnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di sela kerja sama Bali United dengan mitra korporasi yang akan hadir dalam berbagai aset strategis klub, mulai dari pertandingan resmi, kanal digital, hingga aktivitas komunitas suporter.
Direktur Utama mitra kerja sama, Kunardy Darma Lie, menilai sepak bola sebagai medium efektif untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan.
“Sepak bola menyatukan masyarakat dan menghadirkan energi positif yang luar biasa,” ujarnya.
Kerja sama ini akan berlangsung selama 1,5 musim, dimulai dari paruh kedua Super League 2025/2026 hingga akhir musim 2026/2027.
Dalam jangka menengah, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi ekosistem sepak bola nasional sekaligus memperkuat posisi Bali United sebagai klub modern yang dekat dengan komunitas muda.
Baca juga: Hasil Super League: Hujan Gol Warnai Duel Bali United vs Semen Padang, Tren Apik Persita Mandek
Bali United Football Club merupakan klub sepak bola profesional Indonesia yang berbasis di Kabupaten Gianyar, Bali.
Klub ini sebelumnya bernama Putra Samarinda, yang berlaga di kompetisi Galatama sejak 1989.
Setelah mengalami kesulitan finansial, pada 15 Februari 2015 klub diambil alih pengusaha Pieter Tanuri dan berpindah kandang ke Bali.
Nama klub pun resmi berubah menjadi Bali United FC, sekaligus menandai era baru dengan manajemen modern di bawah PT Bali Bintang Sejahtera.
Langkah besar Bali United terjadi pada 17 Juni 2019 ketika klub ini menjadi tim pertama di Asia Tenggara yang melantai di bursa saham.
Saat penawaran perdana, harga saham melonjak 69,14 persen dari Rp175 menjadi Rp296 per lembar, dengan total dana yang diraup mencapai Rp350 miliar.
Kini Bali United bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, dan dikenal memiliki basis suporter besar seperti Semeton Dewata, Brigaz Bali, Northside Boys 12, serta Basudewa Curva Sud.
Dukungan fanatik ini menjadikan Bali United salah satu klub dengan ekosistem komunitas paling aktif di Indonesia.
Sejak transformasi, Bali United berhasil meraih berbagai prestasi, termasuk juara Liga 1 Indonesia pada 2019 dan musim 2021–2022.
Klub ini juga dikenal sebagai pionir dalam pengelolaan modern, baik dari sisi bisnis maupun pengembangan suporter.
Prestasi
Liga
Liga 1
Juara (2): 2019 , 2021–22
Runner-up (1): 2017
Liga 2/Divisi Utama
Juara (1): 2008-09
Piala
Piala Presiden
Runners-up (1): 2018
Inter Island Cup
Runners-up (2): 2011, 2012
Bali Island Cup
Juara (1): 2017
Trofeo Persija
Runners-up (1): 2016
Trofeo Bali Celebest
Juara (1): 2016